Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 67


__ADS_3

Sehabis naik komidi putar mereka pergi nonton di bioskop. Adel menghubungi bunda.. bunda mengatakan Rendra tidur, dan meminta Adel jangan pikirkan anaknya,Rendra pasti aman di tangan bunda.


Di dalam bioskop mata Adel yang sudah mengantuk tak sadar tertidur dibahu Michael. Mata Daffa tak lepas memandangi Adel yang dipeluk bahunya oleh Michael.


"Citra... Daffa... aku pulang duluan.. kalian lanjutkan saja ya menontonnya. Adel sudah ngantuk banget.. kasihan "ucap Michael


"Biarkan saja ia tertidur dulu Michael.. dibangunkan lebih kasihan... Adel baru saja tertidur "ujar Citra


"Biar aku gendong saja... "ucap Michael


"Kamu mau menggendongnya disini"


"Mengapa.... Memangnya tidak boleh"


"Bukan tidak boleh Michael... ini tempat umum, Adel bisa malu jika kamu menggendongnya.. "ucap Daffa


"Adel tidur... jadi tak akan malu.. lagi pula mengapa harus malu... "


"Ini bukan di Amerika Michael... jika di sana mungkin biasa orang melakukan itu ditempat umum.. tapi tidak buat disini.. "


"Sama saja...menggendong orang yang kita sayangi bukan hal memalukan"lirih Michael.


Michael menggendong Adel membawanya keluar dari gedung bioskop menuju parkiran.


Ketika Adel akan dimasukkan kemobil,ia membuka matanya,Adel kaget karena ia berada dalam gendongan Michael.


"Michael.. turunkan ah.. malu"


"Mengapa malu... "ucap Michael malah mendekatkan wajahnya ke Adel


"Michael ini ditempat umum.. nanti dilihat banyak orang... mengapa kamu menggendong aku"


"Kamu tadi tertidur... "ucap Michael dan menurunkan Adel dari gendongannya


"Citra dan Daffa nya mana... apa aku sudah lama ya tertidurnya... "


"Mereka masih menonton... kita pulang saja.. kamu kelihatannya sangat capek dan mengantuk.. "


"Baiklah Mic... kita juga sudah lama perginya"


Michael melajukan mobilnya menuju jalan pulang, tapi ditempat jalan yang sedikit sepi, Michael menghentikan mobilnya.


"Mengapa berhenti Mic..."


"Adel... aku mau kita menikah.. apakah kamu mau menikah denganku.. "tanya Michael sambil menghadap Adel


"Menikah... apakah ini tak terlalu cepat Mic.. kita belum saling dekat "

__ADS_1


"Tapi aku sudah yakin... aku mencintaimu"


"Aku takut Mic... "


"Apa yang kamu takutkan... "


'Aku takut nanti kehadiran kamu menggantikan Mika dihatiku...aku takut aku jatuh cinta padamu.. aku takut jika kamu menggantikan posisi Mika.. "


"Mengapa kamu takuti semua itu.. apa kamu tak ingin ada orang yang menggantikan Mika.. "


"Aku tak mau Mika sedih.. karena ia telah tergantikan .."


"Adel... Mika tak akan sedih.. ia pasti akan lebih sedih jika kamu terus larut dalam kesedihan..dan juga aku tak meminta kamu melupakan atau menggantikan Mika dihatimu, aku hanya meminta sebagian hatimu untukku.. kamu masih boleh menyimpan kenangan bersamanya.. aku tak akan pernah meminta kamu melupakannya.. "


"Mic... kamu baik.. aku tak mau jadikan kamu sebagai bayang bayang Mika... "


"Aku tak akan menjadi bayang bayang Mika... aku akan membuat kamu menyadari kehadiran aku.. aku dan Mika memang saudara kembar.. tapi bukan berarti kami sama.. aku yakin nanti kamu akan menyadarinya perbedaannya... aku dan Mika pribadi yang berbeda walau mungkin kami memiliki cinta yang sama buatmu.. aku juga tak tahu mengapa aku langsung jatuh cinta padamu.. Adel bukalah hatimu untukku.. buat apa kita tunda lagi.. jika kita sudah ada niat baik... aku ingin bisa memiliki kamu dan Rendra seutuhnya.. "


Michael mendekatkan wajah Adel dengan memegang tengkuknya, ia mengecup bibir Adel.


"Aku mencintai kamu Adel... "ucap Michael mulai melum*t bibir Adel.


Adel yang terbuai, merasa bahwa Mika lah yang menciumnya membalas lum*tan Micheal. Ciuman yang pertama lembut mulai menuntut. Lama mereka saling melum*t,membelit lidah, dan bertukar saliva.


Sampai Adel merasa sesak, Michael lalu melepaskan pagutan mereka. Adel memandangi wajah Michael dan menyadari jika itu bukan Mika.


"Maaf... "ucapnya malu dan menundukan kepalanya.


"Karena aku mengira kamu Mika... aku tadi membalas ciumanmu"


"Nggak apa... nanti kamu juga terbiasa akan kehadiran aku.. dan akan menyadari aku.. "


"Michael.. jangan lakukan itu lagi.. aku belum siap"


"Belum siap apa Del... "


"Aku takut memulai hubungan serius lagi... aku takut nanti setelah aku menyayangi kamu, kamu juga akan pergi meninggalkan aku.. aku tak mau ditinggal lagi... "ucap Adel terisak


"Kamu tak akan kehilangan lagi.. karena aku akan selalu menemani kamu dan ada disamping kamu sampai kita menua bersama. Besok kita pergi mengunjungi papa kamu ke kota kelahiran kamu... kita bawa Rendra ya.. aku akan melamar kamu"


"Apa ini tidak terlalu cepat Mic.. apa nanti orang katakan tentang aku"


"Jangan dengar omongan orang orang... kita yang akan menjalankan.. Cinta itu terkadang harus egois... kita hanya perlu memikirkan diri kita saja.. "


"Mic.. apa kamu nanti tak akan menyesal menikah denganku"


"Tak akan.. bukankah sudah cukup lama aku mengenalmu... sudah lima bulan kita berkenalan dan tinggal serumah.. jadi aku sudah tahu siapa dirimu... aku tak akan menyesal memilih kamu menjadi pendamping hidupku... "

__ADS_1


"Mic.. terima kasih.. "


"Terima kasih untuk apa.... "


"Terima kasih karena mau menerima aku dan anakku ..."


"Aku mencintaimu dan anakmu...."ucap Michael dan mengecup dahi Adel.


"Bagaimana dengan bunda... "


"Bunda sudah tahu kalau aku mencintaimu.. ia yang meminta aku agar secepatnya melamar kamu dan menikah... biar tak ada omongan orang orang jika kita tinggal seatap lagi... "


"Jadi rencana kamu kapan kita ke kota kelahiran aku... atau biar papa saja yang datang ke sini "


"Nggak mungkin Del... aku yang akan melamar kamu, berarti aku tang harus datangi Papa... kita berangkat lusa ya"


"Terserah kamu saja Mic... "


"Aku sayang kamu... "ucap Michael mengusap kepala Adel


"Mengapa kamu ingin menikahi aku secepatnya... "


"Karena aku mencintaimu.. aku tak mau kehilangan kamu.. aku takut nanti ada orang lain yang mengisi hatimu... seperti Daffa misalnya.. "


"Aku tak ada hati lagi untuk Daffa.. dan aku juga tak mungkin menerima Daffa. Kasihan Citra... ia begitu mencintai Daffa.. aku yakin suatu saat Daffa akan mencintai Citra.. karena sekarang Citra sudah jauh berubah.. ia tidak lagi gadis manja"


"Syukurlah jika kamu tak ada hati buat Daffa.. kita pulang lagi atau mau terus disini"


"Pulanglah Mic... ngapain lama lama disini"


"Siapa tahu kamu ingin kita berdua saja.. "


"Ih... kayak anak remaja saja... "


"Kamu kan baru masuk dua puluh tahun umurnya.. mama muda yang cantik.. mengalahkan anak gadis lagi kecantikannya"


"Gombal... "


"He.. he... tapi kamu memang cantik Del... "ucap Michael mengusap kepala Adel lagi


"Ih.. Mic... senang banget pegang kepala Aku"


"Kamu tuh gemasin... "


"Sudah.. cepat jalan mobilnya.. nanti Rendra nangis"


Michael mengendarai kembali mobilnya menuju jalan pulang.

__ADS_1


****************************


Terima kasih buat semua pembaca setia novel ini.


__ADS_2