Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 66


__ADS_3

Rendra saat ini sudah berusia empat bulan bayi laki laki itu tampak sangat sehat dan ganteng. Ia lebih dekat dengan Michael dari pada Adel ibu kandungnya.


Daffa tahu kalau Michael menyukai Adel. Ia setiap pulang kerja selalu usahakan datang melihat Rendra. Ia ingin mendekatkan diri juga.


Citra juga lebih sering main ke tempat Adel bersama mama Yeni. Kehadiran Rendra membuat semua orang senang. Citra sekarang bisa berbagi cerita dengan Adel, ia tak cemburu lagi dengan Adel karena ia tahu Michael mencintai Adel. Tak ada alasan buat ia cemburu, karena ia yakin Adel pasti lebih memilih Michael dari pada Daffa.


"Rendra ganteng.. lihat aunty bawa apa.. "ucap Citra dengan Rendra yang ada digendongan Michael..


"Kamu sering banget beliin Rendra mainan, udah penuh kamar bundanya dengan mainan"


"Aku selalu pengin beliin mainan buat Rendra setiap melihat ada mainan"


"Kamu sendiri saja.. mana Daffa.. "


"Masih kerja mungkin.. "


"Kapan kamu nikahnya... "


"Mengapa.. kamu ingin aku cepat nikah dengan Daffa biar nggak ada saingan kamu buat dapatin Adel"


"Kamu nggak salah omong Cit... aku nggak pernah takut bersaing dengan Daffa... karena aku selangkah lebih maju dari Daffa.. aku sudah mendapatkan hati Rendra jadi nggak susah untuk mendapatkan hati bundanya.. "


"kamu yakin benar Adel menyukaimu..."


"Tentu saja.. Adel hanya perlu waktu buat menerima aku sebagai pengganti Mika.. karena ia takut aku nanti kecewa karena hanya dianggap sebagai bayang bayangnya Mika. Kamu yang seharusnya takut jika Daffa kembali mengharapkan Adel dan menggantungkan cintamu.. karena semua juga tahu kalau Daffa masih mencintai Adel.. seharusnya kamu cepat menikah.. agar Daffa secepatnya melupakan Adel"


"Asyik benar ngobrolnya...aku mengganggu nggak... "ucap Adel duduk bergabung dengan Michael dan Citra


"Cuma ngobrol tentang Rendra yang ganteng kok Del.. aku gemas banget dengan Rendra.. aku boleh pinjam sehari nggak"


"Kamu kira anakku barang.. main pinjam saja"ucap Michael


"Bundanya saja nggak marah.. kok kamu yang sewot"


"Ialah....Rendra itu anakku.. ia lebih dekat denganku dari bundanya.. ia hanya perlu bundanya jika haus, dan mengantuk"


"Hei... bagaimana jika besok malam kita pergi makan berempat...kamu mau kan Del... "


"Rendra nanti sama siapa... "

__ADS_1


"Bunda kan bisa jagain Rendra..cuma sesekali kan.. "


"Nanti aku kabari lagi Cit.. aku tanya bunda dulu.. Memangnya makan dimana.. jauh nggak"


"Nggak usah jauh jauh deh kalau kamu ragu tinggalin Rendra...restoran terdekat saja.. kamu bagaimana Michael mau.. kan"


"Aku sih ngga keberatan.. tapi apakah Daffa bisa ikut.. "


"Nanti aku bujuk deh... sekalian kita malam mingguan. "


##################


Mereka berempat memilih restoran steak terdekat yang cukup terkenal.


Daffa memandangi Adel tanpa kedip. Karena Adel tampak sangat cantik malam ini.



Dengan baju rajut putih dan rok pendek diatas lutut yang juga berwarna putih. Serasi dengan Michael yang juga memakai sweater rajut putih.



"Aku kurang senang memakai pakaian couple"


"Tapi kita nggak pakai baju couple dan nggak janjian ya Del.. cuma kebetulan sama saja pakaiannya"ujar Michael


"Berarti kalian memang sehati.... nggak janjikan tapi seperti pakai baju couple.. "ujar Citra lagi


"Bagaimana jika kita makan lagi.. nanti keburu dingin nggak enak... "ajak Daffa, karena tak ingin bicara tentang Michael lagi.


Michael mengambil piring steak Adel, dan memotongkan dagingnya kecil kecil baru dikembalikan lagi piring itu ke hadapan Adel.


"Terima kasih Mic.... "


"Kamu beruntung Del... mendapat perhatian sebesar itu dari seorang lelaki"sindir Citra.


"Daffa... kamu potongkan tuh dagingnya Citra biar ia juga dengan mudah memakannya.. "ujar Michael


Daffa dengan terpaksa memotongkan daging steak buat Adel.

__ADS_1


Michael membersihkan sudut bibir Adel yang terkena saus.. dengan jarinya. Membuat Daffa kembali memandang sinis kearah Michael.


"Adel apakah kamu sudah menerima Michael sebagai pengganti Mika.. apakah kamu juga mencintai Michael seperti kamu mencintai Mika.. Apakah kali ini aku juga tak ada kesempatan buat merebut hatimu kembali. Adel jika waktu bisa berputar kembali... aku tak ingin menerima pertunangan ini dan tetap memilih bersama kamu.. aku tak ingin kehilangan kamu.. "


Sehabis makan mereka pergi kepasar malam... atas permintaan Citra.


"Cit... seperti anak remaja saja pergi ke pasar malam "ucap Adel


"Nggak apa Del... sesekali kita menghibur diri.. buat melupakan semua beban hidup.. kita naik komidi putar ya.. berempat"


"Aku nggak berani Cit.. aku sering gamang jika berada diketinggian"


"Nggak apa Del.. nanti ada aku duduk disamping kamu.. masa naik komidi putar saja takut.. "


"Ntar aku takut muntah.. "


"Coba dulu.. kalau nggak dicoba bagaimana bisa tahu.. kamu nggak penasaran pengin naik itu"


"Bolehlah... coba. Tapi kamu harus genggam tangan aku kalau aku takut "


"Siap bos... "


Adel naik berdua Michael sedang Citra dengan Daffa. Mata Daffa terus saja mengawasi Adel dan Michael.


Ketika komidi putar mulai bergerak, Adel spontan memeluk Michael, karena takut. Michael membawa kepala Adel bersembunyi didadanya.


Daffa yang melihat itu jadi cemburu. Citra melihat wajah Daffa yang berubah merah menahan marah


"Daffa aku sengaja mengajak Adel dan Michael untuk memperlihatkan kepada kamu.. bahwa tak ada harapan kamu buat merebut hati Adel kembali.. karena ia telah mengisi hatinya dengan kehadiran Michael.. aku sebenarnya kasihan melihat kamu.. tapi aku harus melakukan ini agar kamu bisa menerima kenyataan jika Adel tak pernah lagi memandangmu.. Aku yang selalu ada dan berusaha merebut hati kamu terus.. seharusnya kamu menyadari tulus nya cintaku padamu...aku yang tak pernah menyerah untuk membuat kamu jatuh cinta padaku walau aku tahu kamu tak pernah memandang kehadiran aku.. "


******************


Terima kasih buat semua pembaca novel ini.


Mampir juga di novel aku yang berjudul


SAHABATKU MADUKU


Diambil dari cerita nyata seseorang dimana ia harus menerima kenyataan jika sahabatnya sendiri yang telah dianggap seperti saudara sendiri tega mengkhianati dengan menjalin hubungan bersama suaminya.

__ADS_1


__ADS_2