Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 59


__ADS_3

Adel masih duduk disamping tempat tidur Mika dengan terus memegang tangan suami yang sangat dicintainya.


Papa Adel yang baru sampai dari Pekanbaru langsung menuju kamar inap Mika. Ia melihat Adel yang tertidur sambil memegang tangan Mika.


Papa Adel juga melihat Daffa dan Bunda yang tertidur duduk di sofa. Hari baru menunjukkan pukul delapan malam. Karena kelelahan semua tertidur.


Papa Adel mendekati putrinya dan tanpa sadar ia menitikan air mata melihat anaknya yang tampak lebih kurus padahal lagi hamil yang seharusnya berat badan bertambah.


Mama Adel juga dalam perjalanan ke rumah sakit. Ia baru mendapat kabar jika Mika sakit. Mama Adel selama ini tak pernah tahu sakit yang diderita Mika. Ia baru tahu tadi setelah papa Adel menceritakan.


Papa mrngusap kepala Adel, membuat ia terbangun dan melihat kesamping tempat papanya berdiri.


"Papa.. "ucap Adel dan langsung memeluk papanya mengeluarkan tangisnya.


Mendengar teriakan Adel, Bunda dan Daffa terbangun. Ia melihat Adel yang menangis di pelukan papanya.


Papa meminta Adel duduk kembali, ia tak mau putri kesayangannya kecapean


"Papa... Mika belum mau pergi meninggalkan Adel kan Pa... Mika pasti bangun lagi kan Pa... Mika pasti akan sembuh kan Pa.. "ucap Adel memeluk pinggang papanya yang berdiri disampingnya


"Ya ...nak. Mika akan sembuh"


"Pa.. Tuhan tidak akan memanggil Mika secepat inikan.. Ia pasti menemani Adel melahirkan.. iya kan Pa.. "


"Iya.. sayang... "


Mama Adel yang baru sampai melihat putrinya lagi menangis. Hatinya juga merasakan kepedihan yang dialami Adel


"Pa... Adel mau hidup bersama Mika selamanya. Adel sayang Mika Pa.. Tuhan tak akan memisahkan Adel dan Mika kan Pa.... "


"Pa... apa salah Adel... apa Adel tak boleh hidup bahagia.. Apa semua orang yang Adel sayangi harus meninggalkan Adel. Dulu ketika mama meninggalkan Adel, mungkin Adel masih bisa kuat.. tapi Adel tak tahu apa Adel bisa kuat jika ditinggalkan Mika... "


"Adel kamu anak papa yang paling kuat. Papa yakin Tuhan memberikan semua cobaan padamu karena Tuhan yakin kamu kuat memikulnya. Tuhan tak akan memberi cobaan diluar kemampuan umatnya. Kamu harus tabah dan kuat demi buah hati kalian"


"Nggak Pa.... Adel rasa kali ini Adel tak akan kuat... "Tangis Adel makin pecah dipelukan papanya.


Mama Adel mendekat ke arah Adel dan mengusap punggung putrinya.


"Sayang... maafkan mama.. "ucap Mama

__ADS_1


Adel mendongakkan kepalanya melihat ke arah mama.


"Mama... "ucapnya dan memeluk mamanya


"Mama... Mika akan segera sembuhkan ma"


"Iya sayang.. kamu harus yakin dan selalu berdoa"


"Ma.. Mika sayang Adel, Mika tak akan meninggalkan Adel secepat inikan. Adel masih mau hidup bersama Mika.. Adel tak peduli Mika tak dapat melihat nantinya.. Adel bisa jadi matanya Mika. Adel tak peduli Mika jadi lumpuh, Adel bisa jadi tumpuan nya buat berjalan. Yang Adel butuhkan Mika selalu ada disamping Adel. Adel juga tak peduli jika suatu saat Mika lupa pada Adel karena penyakitnya itu... Adel akan selalu mengingatkan Mika akan siapa Adel dan besarnya cinta Adel pada Mika... "


"Adel... jangan berkata begitu nak.. semua pasti akan baik baik saja"


Adel melepaskan pelukannya pada mama. Ia kembali memegang tangan Mika..


"Mika... kamu lihat... disini ada bunda, papa, mama dan Daffa.. semuanya menyayangi kamu.. Sayang.. kamu bangun ya.. lihatlah kami semua menunggumu"Adel mengecup tangan Mika.


Tangan Mika yang dipegang Adel perlahan bergerak.. Adel merasakan itu langsung kaget dan senang.


"Mika... kamu mendengar aku... kamu sudah sadar sayang"ucap Adel mencium tangan Mika


Mika membuka matanya perlahan dan tersenyum ke arah Adel. Walau pandangannya sedikit kabur, ia tahu itu adalah Adel istrinya.


"Sayang... aku yakin kamu pasti sadar. Kamu tak akan meninggalkan Adel secepat ini.. "ucap Adel dan mengecup pipi Mika


Dokter datang setelah beberapa saat. Dokter memeriksa keadaan Mika. Ia mengatakan saat ini keadaan Mika sudah sedikit stabil walaupun kesehatannya tak mungkin pulih kembali.


Adel terus menciumi tangan Mika..


"Sayang... apa yang kamu rasakan.. apa yang terasa sakit... "


Mika hanya tersenyum, tanpa suara. Tapi Adel sudah merasa sangat senang dengan keadaan Mika. Setelah jam menunjukkan pukul sebelas malam, Papa dan mama Adel pamit. Papa akan menginap di hotel terdekat dari rumah sakit.


Adel tidur disamping Mika sambil terus menggenggam tangannya. Mika masih belum mengeluarkan suara nya. tapi ia bisa sedikit melihat semuanya.


Adel terbangun tengah malam dan melihat Mika tidur menyamping menghadap dirinya. Mika tampak tersenyum dalam tidurnya.



"Sayang... kamu tetap lelaki yang paling ganteng yang pernah aku temui. Dan kamu orang yang paling aku cintai. Melihatmu tersenyum begini, hatiku ikut senang. Aku tahu Tuhan.. aku ini bukanlah wanita ahli surga ....tapi apakah aku boleh meminta padamu.. biarkan aku masih melihat senyum Mika sampai kelahiran putra kami... "

__ADS_1


Adel mengecup bibir Mika dengan lembut takut membangunkan suaminya itu.


"Sayang... aku rindu kecupan dan ciuman dari bibirmu.. "ucap Adel


Ia terus memandangi wajah Mika sampai Mika membuka mata. Samar samar pandangannya melihat Adel yang memandangi wajahnya dengan intens.


"Sayang... "ucap Mika


"Ya... sayang. "ucap Adel mendekati wajahnya ke Mika.


"Kamu sangat cantik.. aku ingin kamu tetap cantik dan tersenyum selalu seperti ini"


"Aku akan selalu tersenyum jika kamu selalu mendampingi hidupku"


"Sayang... aku ingin kamu selalu mengingat jika aku sangat mencintaimu"ujar Mika pelan


"Aku juga sangat mencintai kamu sayang"


"Adel... jaga anak kita.. dan kamu harus kuat jika suatu saat aku pergi"


"Kamu tak akan pergi.. kamu akan tetap menemani aku sampai kita tua bersama "


"Sayang mana bunda.. Daffa.. "


Adel membangunkan bunda dan Daffa.. mereka mendekat ke arah Mika.


"Bunda maafkan aku karena belum bisa membahagiakan dan membanggakan bunda"


"Sayang... kamu anak bunda yang paling bunda banggakan... "


"Daffa.. maafkan aku jika ada salah.. tolong jaga bunda dan Adel"


"Mika aku juga minta maaf jika aku salah.. aku janji akan menjaga Adel dan bunda.. sekarang sebaiknya kamu istirahat... jangan terlalu banyak omong"


"Sayang... maafkan aku jika tak bisa menepati janjiku untuk menemani kamu sampai tua, aku lelah.. aku mau tidur... "ucap Mika dan kembali tak sadarkan diri


"Mika..Mika... bangun... "teriak Adel melihat Mika kembali memejamkan matanya tak sadarkan diri


Daffa memencet tombol darurat memanggil dokter. Tak lama tampak dokter berlari masuk ke ruang inap Mika

__ADS_1


**************************


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini.


__ADS_2