Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 14. Balapan Liar


__ADS_3

Setelah magrib Mika membawa Adel menemui Langit dan Bumi.


Ia ingin sikembar nantinya menjaga Adel disaat ia balapan agar tak terjadi sesuatu yang tak diinginkan.


"Bagaimana sih anak anak SMU Y itu, jika kalah pasti tak bisa terima... lu juga sih Mik... selalu saja meladeni.. cuekin sesekali... "ucap Langit


"Oh ya lu belum kenalin nih pacar lu, kok bisa cewek lu jadi taruhan... "ujar Bumi


"Kenalkan ini Adel... tapi ia bukan pacar gue. Kami satu sekolahan saja, ia adik kelas. Gue tadi lagi jalan sama Adel,dihadang mereka, minta balapan taruhannya Adel karena melihatnya "


"Adel... "ucap Adel mengulurkan tangannya berkenalan.


"Jadi sekarang kita ke tempat biasa nih... jam berapa nanti mulainya"tanya Langit


"Jam sembilan... seperti biasanya"


"Oke... sekarang sudah jam delapan.. Bum.. lu periksa ulang deh mesin motor Mika.... ada masalah apa nggak, cepatin sedikit. Nanti telat lagi"


Bumi memeriksa mesin motor Mika dan dipastikan tak ada masalah . Bumi memang mengerti dengan mesin motor karena ia bercita cita membuka bengkel motor.


Mereka berempat berangkat kelokasi di salah satu jalan yang tampak sangat sunyi setelah lewat jam sembilan malam. Jalan yang selalu mereka jadikan arena balapan.


Disana telah menunggu sekitar sepeuluh orang cowok dan lima orang cewek yang rata rata anak SMU Y.


"Cantik... sudah siap menjadi pacarku"ucap Dion begitu melihat Adel.


Adel secara reflek memegang tangan Mika minta perlindungan. Mika yang tahu dan menyadari Adel ketakutan menggenggam tangannya.


"Jangan berharap lu bisa menyentuhnya apalagi menjadikan ia pacarmu"


"Kamu lupa ya... kamu juga pernah kalah balapan denganku... "


"Tapi kamu juga harus ingat jika kemenangan ku jauh lebih banyak dari kekalahan "

__ADS_1


"Oke... kita lihat saja... siapa yang menang nantinya"


"Kita main sportif... "ucap Langit


"Lu pikir kami pecundang seperti Mika... yang main curang demi kemenangan "


"Apa lu bilang... gue tak pernah ya main curang.. memang anak tuh kalah jadi ia buat alasan biar tak malu"


"Kita lihat saja... ayo mulai lagi... "Ucap Dion dan berjalan menuju garis finish. Motornya sudah ada di tempat


"Adel... lu tunggu disini. Dekat Langit dan Bumi, jangan kemana mana.. "pesan Mika


"Ya Mik... Kamu hati hati.. "


"Oke.... "ucap Mika sambil mengusap kepala Adel


Mika dan Dion telah siap dengn motornya di garis finish.. seorang cewek dengan pakaian yang sangat minim... maju dan melambaikan bendera tanda balapan di mulai.


Balapan diadakan sepanjang jalan yang sangat sepi ini. Dengan tiga kali putaran.


"Biar saja... lihat Mika bisa berdiri langsung. Jika kamu kesana akan membuat konsentrasi nya bertambah buyar... yakin saja Mika pasti menang, jikapun kalah... ia tak akan mau menyerahkanmu ke Dion... jadi lu jangan takut"ujar Langit


"Lu harus percaya sama Mika"tambah Bumi


"Tapi kasihan Mika.... pasti tadi ia terluka dan sakit.. "


"Itu sudah biasa bagi Mika... lebih dari itu sudah pernah ia rasakan "


Tampak dari jauh motor Dion beriringan dengan Mika yang berada dibelakangnya. Mika mempercepat laju kendaraannya begitu garis finish semakin dekat... dan akhirnya Mika memenangkan pertandingan dengan beda yang sangat tipis.


Mika membuka helm nya dan tersenyum .


Adel yang melihat itu langsung berlari dan memeluk Mika.

__ADS_1


Mika yang dipeluk Adel dengan erat sambil meneteskan air matanya membuat Mika jadi salah tingkah. Jantungnya tambah berpacu dengan sangat cepat.


"Terima kasih karena mau berjuang... "ucap Adel disela isaknya


"Mengapa kamu menangis... kamu takut ya gue kalah.. "


"Aku lebih takut terjadi sesuatu denganmu daripada memikirkan kemenangan, aku takut kamu terluka"ucap Adel


"Mengapa kamu takut aku terluka... "


"Karena aku tak mau bunda sedih melihatmu terluka, aku juga sudah menganggap mu seperti kakak ku "


"Aku tak akan terluka... sekarang bisa kamu lepaskan pelukanmu... orang orang pada perhatiin kita "bisik Mika. Adel pun melepaskan pelukannya.


Adel menjadi malu, mukanya menjadi merah.


"Kenapa juga aku memeluknya erat tadi.. apa nanti yang dipikirkan Mika"gumam Adel dihati


Mika berjalan kearah Dion dan kawannya


"Gue harap lu bisa terima kekalahan lu. Gue ingatkan lu... jangan pernah lu menggangu cewek ini jika lu tak mau berhadapan dengan kami"ucap Mika


"Gue dan Langit tak akan tinggal diam jika lu menyentuh cewek Mika.. "ujar Bumi.


"Kali ini gue terima kekalahan ini... tapi lain kali aku akan kembali mengajaknya balapan dengan gue "


"Gue tunggu kapanpun lu menginginkannya"


"Kalau begitu kita cabut lagi Lang..."ucap Bumi


Mereka meninggalkan tempat itu, tak memperdulikan Dion dan kawannya yang saat ini sedang menahan amarah karena lagi dan lagi mereka mengalami kekalahan.


*******************

__ADS_1


Terima kasih untuk semuanya yang telah membaca novel ini...


__ADS_2