
Pagi harinya setelah menyiapkan sarapan buat Mika, Adel masuk ke kamar ingin membangunkan Mika.
Tapi ia tak melihat Mika di tempat tidur...
"Kemana Mika.. aku tak melihatnya didapur tadi.. apa Mika keluar rumah ya... "
Baru Adel akan meninggalkan kamar, ia mendengar suara orang muntah dari kamar mandi. Adel membuka kamar mandi dan melihat Mika yang terduduk dilantai kamar mandi.
"Sayang... kamu kenapa.. "Adel langsung memeluk Mika. Ia melihat wajah Mika yang pucat.
"Kita harus kerumah sakit... aku nggak mau terjadi sesuatu denganmu... "
"Adel... aku sudah agak enakan... aku hanya butuh istirahat saja... "
"Mika.... sebenarnya kamu sayang nggak denganku"
"Mengapa kamu bertanya begitu.. kamu pasti sudah tahu jawabnya"ucap Mika lemah
"Bagaimana aku bisa percaya jika kamu mencintaiku.... dirimu sendiri saja tak kamu cintai... kamu membiarkan dirimu sakit"ucap Adel menangis
Mika membawa Adel ke dalam pelukannya.
"Adel... aku hanya tak ingin waktuku yang hanya tersisa sebentar lagi aku habiskan dirumah sakit... aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu... jika aku menjalani operasi, paling sedikit aku menghabiskan waktu seminggu dirumah sakit dan entah berapa lama pula masa pemulihan... jika operasinya tidak berhasil, waktuku akan terbuang begitu saja.. aku ingin memelukmu dan berada dalam dekapanmu setiap malam sebelum aku dipanggil Tuhan... "
"Mika... kamu tak akan pergi.. kamu pasti sembuh.. "ucap Adel makin terisak
"Adel... kamu tahu mengapa aku kemarin ragu untuk menikah denganmu... "
Adel menggelengkan kepalanya. Mika memegang kedua pipi Adel dengan tangannya..
"Kamu tahu Adel. ..aku ragu buat menikahimu... karena aku tak mau kamu sedih melihat kepergian aku nantinya... dan juga aku takut aku tak siap meninggalkan semua ini jika aku menikah denganmu.. karena aku pasti akan menginginkan hidup selamanya mendampingimu... "
"Mikaaa...."Adel makin terisak didada Mika.
"Sudah menangisnya...aku sudah kedinginan. Nanti kalau menangis terus tambah cantik kamunya"canda Mika
"Mika... kamu jahat banget... aku lagi sedih masih juga dibawa bercanda.. "Ucap Adek dan memukul dada Mika.
"Aduh.... sakit nya.. "ucap Mika memegang dadanya yang dipukul Adel
"Mika... sakit banget ya. Padahal tadi aku mukulnya pelan loh"ucap Adel sambil mengusap dada Mika
"Hatiku yang sakit melihat kamu sedih.. "ucap Mika
"Mikaa.... nggak lucu ah.. "
Adel berdiri dan membantu Mika berdiri. Ia membantu Mika membuka pakaiannya dan mengambil handuk.
__ADS_1
Mika menarik pinggang Adek, merapatkan tubuh mereka, menghilangkan jarak antara mereka.
"Aku mau sarapan paginya kamu.. bolehkan"bisik Mika Dan menggigit telinga Adel
"Mika geli ah.... "
"Kita mandi bareng ya... "bisik Mika lagi
"Nggak mau... nanti nggak jadi mandi... "
"Memangnya jadi ngapain kita kalau nggak mandi "
"Auk ah.. "
Mika tanpa izin Adel langsung membuka kancing bajunya.. dan menyisakan hanya pakaian dalam.
"Kamu tahu Del.... aku sangat beruntung banget... karena aku orang yang pertama dapat melihat tubuh polosmu.. karena kamu berlipat kali tambah cantik dan seksi jika tanpa busana begini"
"Mika... omongan kamu vulgar banget"
Adel langsung masuk ke bathtub karena masih merasa risih setiap ia tanpa busana dilihat oleh Mika dengan intens.
Mika membuka seluruh pakaiannya dan menyusul Adek masuk kebathtub.
Mereka akhirnya mandi dengan saling membantu membersihkan diri. Mandi yang seharusnya tak seberapa lama dihabiskan dengan dua jam.
Mika mendengar gerutuan Adel hanya tersenyum. Ia kembali mendekat kearah Adel dan memeluknya dari belakang..
"Aku setiap habis bercumbu denganmu... hilang semua sakit yang aku rasa... seperti aku ini lelaki sehat saja"bisiknya
Adel membalikan badannya dan juga memeluk pinggang Mika.
"Jangan bohong... aku ini istrimu.. aku tahu kamu menahan sakitmu agar aku tak kuatir... tadi ketika kita lagi bercinta aku tahu kamu ingin muntah... tapi kamu tahan"ucap Adel Dan mengecup bibir suaminya itu..
"Kamu sok pintar... "ujar Mika sambil menyentil dahi Adel
"Sakit.. Mika"ucap Adel pura pura
"Mana yang sakit.. ini"ujar Mika mengecupnya
"Oh ya... aku hampir lupa... kemarin bunda memintaku main ketoko.... habis sarapan kita kesana ya sayang... "
"Terserah kamu saja... "
"Suamiku ini memang baik.....kita sarapan yuk"ucap Adel Dan menarik tangan Mika menuju dapur
Sehabis sarapan Adel dan Mika pergi ke toko roti bunda.
__ADS_1
Sampai disana ia melihat ada Daffa yang lagi mengobrol dengan bunda.
"Daffa... maafkan Mika dan Adel jika mereka menyakitimu dengan hubungan mereka"
"Nggak apa apa bunda... mungkin Adel bukan jodohnya aku"
"Kamu memang anak yang baik... bunda juga tak pernah menyangka mereka ingin menikah secepat ini. .....mungkin Adel memang berjodoh dengan Mika"
"Maksud bunda... Mika dan Adel sudah menikah"
"Maaf... apa kamu belum tahu.. Adel dan Mika ingin menikah secepatnya, itu maksud bunda. Dalam waktu dekat mereka akan menikah"
"Maaf bunda... apakah Adel hamil"
"Maksud kamu apa Daffa... "
Adel Dan Mika yang telah berdiri disamping mereka menjadi geram mendengar pertanyaan Daffa.
"Daffa... aku kira selama hampir dua tahun kita menjalin hubungan... kamu sudah mengenali diriku. Ternyata aku salah... kamu tak tahu apa apa tentang diriku.. sehingga kamu bisa berprasangka buruk padaku dan Mika.. kamu bersahabat dengannya sudah cukup lama.. apakah kamu kira Mika akan melakukan itu padaku. Jika kemarin Citra menuduhku cepat menikah karena aku telah hamil duluan tidak menyebabkan hatiku sakit, karena aku tahu Citra tak mengenal diriku ataupun Mika dengan baik.. tapi kamu... yang telah lama mengenal Mika dan pernah menjalin hubungan denganku juga menuduh hal yang sama... membuat hati sakit dan kecewa"
"Adel... aku hanya tak habis berpikir.. mengapa kamu ingin menikah secepat ini dengan Mika"
"Itulah yang dinamakan jodoh Daffa... jika memang tak berjodoh, walaupun telah lama menjalin hubungan juga akan putus.. "
"Aku harap kamu segera meninggalkan tempat ini sebelum aku melakukan sesuatu padamu"ucap Mika dengan wajah memerah menahan emosinya.
"Mika.. bunda tak mau melihatmu marah begini. Daffa hanya bertanya.. karena mungkin kaget kalian akan menikah secepat itu"
"Tapi bukan berarti ia bisa menuduh kami melakukan hal itu sebelum menikah. Aku mencintai Adel dengan tulus... bukan nafsu"ucap Mika ketus
"Mika sudahlah.... nggak perlu kamu pikirkan ucapan Daffa.. "Adel menenangkan Mika. Karena jika ia terlalu emosi dapat mempengaruhi penyakitnya.
"Daffa jika urusanmu dengan bunda telah selesai.. kamu bisa pulang"ucap Adel
"Adel.... Mika... mengapa kalian jadi begini dengan Daffa.. "ucap bunda tak enak hati melihat Daffa yang sudah serba salah
"Bunda tak apa apa... aku memang salah. Adel maafkan aku... "
"Cepat keluaarr.... "teriak Mika keras. Sampai terdengar dari luar ruangan ,dimana ada banyak pelanggan.
"Mika.... "ucap Adel langsung memeluk Mika melihat ia memegang kepalanya dan merintih kesakitan setelah ia berteriak.
Daffa terpaku melihat Mika yang sampai terduduk memegang kepalanya sambil merintih kesakitan.
"Sakit apakah Mika... mengapa ia tampak sangat kesakitan... "
**************************
__ADS_1
Terima kasih untuk semua yang telah membaca novel ini.