
"Hey mai,kamu ngapain di sana yuk sini bantuin aku cuci motor biar kita cepat berangKat ke rumah kamu."
"Aku suka disini mas."
"Jadi, nggak usah pulang gitu? "
"Iyah"
"Besok sekolah pakai apa hah!! "
"Yah bisa pulang nanti malam Mas pas udah mau tidur."
"Hamm yasudah aku ajak kamu jalan keliling kebun mau?"
"Nggak mau.. maunya disini aja."
"Hamm. . yasudah kita duduk di taman yah."
"Mau disini mas.... "
"Sini panas sayang, masa kita duduk di bawa terik matahari."
"Yasudah iya di taman. "
"Apanya?? "
"Duduk nya. "
"Sama siapa? "
"Yah berdua gitu? "
"Lah iya masa sama monyet."
"Nggak mau ajak teman teman gitu? "
"Nggak."
"Kenapa, mau sama aku aja? "
"Iyah mas.... "
"Dah mulai suka yah."
"Ih apaan sih mas."
Joanna lalu menggelitik Pinggang Maira yang sedang berdiri memetik bunga bunga yang ada di sekitar tempat tersebut. Maira yang tak taha geli akhirnya berlari ke jalan yang tidak sengaja bertemu sama orang yang pernah berniat mencelakai nya.
Maira terhenti sejenak, dan berbalik arah ke arah rumah Joanna sambil melihat ke arah belakang beberapa kali. Joanna mendekati Maira secara perlahan dan sedikit menegangkan.
"Kamu kenapa sayang, apa Juna menakuti mu?"
"Juna? "
__ADS_1
"Iyah laki laki yang tadi bersama mu adalah anak sambung dari Paman ku. Jangan terlalu dekat dengan nya, dia sedikit nakal dan licik."
"Dia pernah mendekati ku saat aku berangkat ke sekolah dan hampir merampas kewanitaan aku."
"Maksud kamu sayang? Kamu tidak suci lagi? "
"Hampir sayang, tapi untung nya aku berhasil lari dan naik ke mobil bodyguard yang sudah datang menjemput aku."
Joanna hanya terdiam karena kekasih nya dulu bunuh diri akibat diperkosa oleh juna yang pernah nginap di rumah Joanna saat Joanna tinggal di situasi tempat yang lebih mewah dan indah. Joanna masih frustasi akan hal itu karena dalam benaknya masih tersimpan kenangan bersama dania kekasih yang bunuh diri saat mereka akan melangsungkan tunangan.
Maira dan Joanna lalu masuk ke dalam rumah dan memindahkan motor ke garasi samping biar aman. Joanna mengajak Maira ke garasi samping, Joanna takut akan keberadaan juna saat itu yang membuatnya menyuruh pasukan anjing penjaga siap siaga di tempat nya.
15 anjing penjaga dikerahkan untuk mengawasi gerak gerik Maira dan Joanna. Joanna tidak mau ada orang yang mengganggu kehidupan dia dan Maira kekasih dia saat ini.Joanna mencuci motor dengan cepat dan bergegas naik ke atas mengemasi barang barang yang akan dibawanya pergi dari sana.
Maira bertanya hal yang sedang dilakukan namun Joanna hanya diam dan sibuk mengemasi barang barangnya. Maira lalu duduk di kursi sambil menghadap ke arah, terlihat sedih dan berusaha tenang.
"Mas kenapa kamu hanya diam sih mas aku dah capek lo ikuti arah kaki kamu sejak tadi."
"Yah kamu bisa duduk yang tenang aja kan mai."
"Iya mas."
"Aku mau pergi dari sini bersama kamu, jadi kamu nanti pulang dan beresin baju kita akan pergi ke tempat lain."
"Iyah mas."
Maira lalu mengambil ponsel di tas nya dan menghubungi ayah nya yang lagi berada di luar kota. Saat Maira berbicara terdengar jelas suara wanita yang sedang mendesah didekat ayahnya.
Maira bertanya beberapa kali namun ayah nya mencoba mengalihkan pembicaraan beberapa kali. Maira takut jika ayah nya menikah lagi di posisi lain dia ragu ikut dengan Joanna meski sudah mendapatkan izin dari sang ayah.
Sesekali melihat sekeliling yang dipenuhi Rerumputan hijau yang asri. Maira tertidur sesaat ketika Joanna menarik kepalanya ke dekatnya. Joanna lupa bahwa dirinya sejak tadi menghiraukan wanita cantik di sebelah nya.
Joanna menghibur maira agar maira kembali tersenyum meski dalam pikirannya saat ini sejak kacau. Joanna mencoba tenang saat maira memeluknya yang sedang menyetir. Joanna menutupi masalahnya agar maira tidak ketakutan dan sedih jika tau juna adalah musuh ayah nya yang telah membunuh ibunya saat dia kecil.
"Mas, kenapa sejak tadi kita nggak kunjung sampai, kamu mau kemana kita mau kemah kemana sih"
"Hehe..... siapa yang bilang kita mau kemah sayang."
" lah terus kita mau kemana sayang."
"Kita mau kemah di suatu tempat yang jauh sayang, dan hanya kita berdua yang tau tempatnya. kamu jangan kasih tau siapa pun yah."
"Anjing yang mas bawa buat apa? "
"Buat jaga jaga, nanti kamu pakai kalung yang juga dikenakan ke anjing anjing yang aku miliki."
" Buat apa sayang?"
" kamu akan tau nanti sayang kamu jangan banyak tanya yang penting kamu jangan pergi jauh dari aku."
" Iyah mas iya. "
"Tuhan mempertemukan kita dalam satu ikatan cinta sayang."
__ADS_1
"Mas kenapa ngapain bahas cinta saat keadaan genting gini."
"Aku punya masalah besar yang akan aku kasih tau saat kita menikah nanti."
"Mm... aku masih mau sekolah mas."
"Jadi istri lebih nikmat ketimbang kamu sekolah, sekolah mu akan mempersulit langkah kaki mu."
Joanna lalu menambah kecepatan mobil dan menarik Tubuh Maira mendekat padanya. Maira memeluk kuat kekasihnya itu hingga tertidur sambil mendengkur. Entah apa yang membuatnya tertidur yang jelas saat itu dia sangat lelah dan ngantuk berat.
Sejam dalam perjalan membuat badan Joanna juga merasa lelah dan letih setelah melakukan perjalanan jauh. Joanna lalu turun dan menggendong Maira ke atas menuju kamar yang sedikit kotor dan berdebu.
Ruangan yang sudah lama tak dihuni itu sangat kotor dan hanya menyisihkan satu tempat tidur yang layak pakai. Joanna terpaksa harus tidur di lantai karena ukuran kasur yang kecil. Setelah meletakan Maira di kasur, Joanna kembali ke bawah mengambil barang barang dan meletakan ke atas agar tidak tercecer.
Joanna lalu membersihkan ruang tengah hingga subuh. Ruangan yang masih layak huni itu dibersihkan hingga bersih total. Joanna menyalakan lampu yang cukup terang meski sering mengedip berulang kali.
Maira yang tertidur sangat lama membuat Joanna khawatir dan langsung berlari menuju kamar tempat dia meletakan Maira. Joanna terkejut melihat Maira yang mengeluarkan busa di mulutnya.
Joanna langsung mengambil air panas dan obat dalam tas nya yang langsung diberikan ke Maira yang sedang terbaring di atas kasur. Untung saja dia ingat memasak air panas saat subuh yang rencananya mau dibuatkan teh untuk Maira ketika maira terbangun.
Joanna sangat cemas hingga tidak berhenti memukul pipi Maira dengan tangannya sambil mencium kening sang kekasih berulang kali. Joanna akhirnya menggendong Maira ke atas mobil yang rencana nya mau di bawa ke Rumah sakit besar di kota itu.
5 anjing pelacak siap mengawal dari belakang.Joanna menggendong Maira dengan sangat kuat dan cepat, saat ingin membuka pintu mobil maira terbangun dan memanggil manggil nama Joanna beberapa kali.
Joanna langsung menurunkan Maira dan bertanya keadaan Maira saat itu, dengan wajah penuh kecemasan Joanna sampai kehabisan nafas saat berbicara dengan maira. Wajah kelelahan yang terpancar dari wajah Joanna mampu memikat maira yang tengah sakit.
"Mas aku haus."
"Iyah sayang tunggu sebenar kita naik kembali ke atas untuk mengambil minum."
Berjalan ke arah atas sambil menggendong maira.
"Kenapa mas nggak tinggalin aku saja di bawah."
"Aku takut kamu kenapa napa."
"Emang Nya kita ada masalah sama siapa sih mas."
"Udah kamu sehat dulu nanti aku jelasin."
"Aku gak mau berobat mas, aku cuma butuh banyak minum dan makanan aja."
"Yakin sayang? "
"Iyah mas. "
"Yasudah kamu tidur disini dulu, aku mau ambil obat, minuman dan makan."
" mas, kapan mas bersihin ruangan ini? "
"Semalam pas kamu ketiduran."
Joanna menjawab sambil menyodorkan air dan makanan ke dalam mulutnya maira. Joanna menahan lapar agar kekasihnya itu bisa makan banyak, persediaan makanan yang sedikit membuatnya harus berhemat hingga situasi membaik.
__ADS_1
Juna sudah mengetahui tempat Joanna dan akan membuntuti Joanna kemanapun Joanna pergi.entah apa yang salah dan apa yang telah terjadi Joanna tidak mengetahui penyebab juna melakukan itu pada dirinya.