Antara Cinta & Luka

Antara Cinta & Luka
Bab 49


__ADS_3

Hamil tiba tiba.


Saat Maira sudah bangun, Joanna langsung mendekati Maira dan memberikan air putih kepada Maira. Sedangkan Deina asyik memasang cat kuku pada kukunya Maira. Joanna juga meminta riasan pada tangan Maira yang terbuka.


Riasan berwarna Putih yang simpel dan elegan. Saat Maira bangun, Maira tak sengaja memegang riasan yang masih basah itu hingga membuatnya rusak di bagian jari manis. untungnya jari kiri dan tidak terlalu jelas.


" Sudah kamu sudah boleh pulang Ra."


" Ah benar Dei."


"Iyah tapi harus hati hati yah, karena belom kering."


" Oke siap deh."


"Yasudah ayuk pulang sayang, Nanti aku bantu Kipas di rumah."


" Oke Deina kami pergi dulu Terima kasih yah."


Maira berjalan dibantu dipapah dari belakang oleh Joanna. Karena tangan penuh warna Maira tidak bisa menggandeng Joanna. Deina mengantarkan mereka keluar hingga pintu keluar. Joanna memberikan undangan kepada Deina untuk datang ke pernikahan mereka besok pagi.


Setelah memberikan undangan, Joanna membukakan pintu untuk Maira dan membantu Maira masuk kedalam mobil. Saat didalam mobil Maira terus saja mual yang membuat Joanna memutar arah ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan Maira saat ini.


Saat berada di rumah sakit, Maira tidak sengaja melihat Aluna yang menggendong anaknya yang sepertinya sedang sakit. Maira lalu mengikuti Aluna dan meninggalkan Joanna yang sedang mendaftarkan dirinya ke depan. Anak Aluna kembali sakit saat ditinggalkan Aluna dengan Mamanya di rumah.


Saat itu anaknya butuh donor darah yang golongan darahnya sama dengan Joanna. Maira yang tidak tahu apa apa langsung mencari info tentang Golongan Darah yang cocok untuk Anak Aluna tanpa menanyakan terlebih dahulu ke Joanna yang sedang mencarinya di depan tempat mendaftarkan diri.


Saat Joanna melihat Maira, Joanna langsung berlari mendekati Maira yang dia tidak tahu kalau di sana Ada Aluna dan seorang anak kecil dipangkuan Aluna.


" Kamu kemana aja sih Ra. "


" Maaf mas aku tadi lihat Aluna dan langsung nyusul kesini."


" Ham yuk ke depan sebentar lagi kamu akan diperiksa dokter."


" Iyah ayuk mas."


" Kamu duluan aja nanti aku nyusul."


" Iya mas."


Dan tidak lama setelah itu nama Maira dipanggil dan harus segera masuk. Maira yang meninggalkan Joanna dan Aluna diluar tidak merasa cemburu sedikit pun setelah Dirinya dibantu Oleh Aluna saat menuju tempat yang dikirim oleh Joanna.


Dokter cukup lama memeriksa Maira hingga tidak lama kemudian Joanna masuk dan berdiri didekat Maira yang sedang berbaring menunggu Dokter yang belom siap memeriksa nya. Saat Dokter mendekati Maira dengan memegang alat seperti alat memeriksa kandungan, Dokter itu langsung mengarahkan wajah Maira ke layar besar yang ada di depannya.


" Aku hamil dok? "

__ADS_1


" Iyah, selamat yah buk Maira anda hamil yang usia kandungannya masih dua minggu."


" Apa dok, Maira hamil? "


" Iyah Pak, Usia kandungannya masih sangat muda dan rentan keguguran jadi tolong dijaga yah pak agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan."


"Iyah baik dokter. "


" Maira tolong tebus resep obat didepan dan tolong kandungannya dijaga yah jangan banyak gerak apalagi banyak pikiran."


" Ham Iyah dokter."


" Sekali lagi makasih yah dok."


Setelah mengucapkan terimakasih Joanna langsung mendorong Maira dengan kursi roda keluar ruangan itu menunggu Tebusan obat yang diberikan Dokter tadi. Joanna merasa sedikit kejanggalan saat memasuki ruangan itu yang seharusnya bukan dokter Hana yang harusnya memeriksa Maira.


Dokter Hana juga pernah memeriksa Aluna yang memang tugas dokter Hana memeriksa Kandungan. Joanna hendak menanyakan itu kepada Maira namun takut salah ngomong dan akhirnya menahan diri untuk bertanya hingga Maira sendiri yang ngomong padanya.


" Kamu duduk dulu disini aku akan pergi beli minuman sebentar ke luar."


" Oke mas,Jangan lama lama yah."


" Iyah sayang."


Setelah memberi kecupan Joanna langsung pergi ke arah toilet untuk memeriksa Bekas Selang darah yang dipasangkan perawat tadi ke lengannya. Joanna diam diam mendonorkan darah ke anaknya Saat Maira pergi ke dalam untuk memeriksa kesehatannya. Joanna sedang berpikir bagaimana cara menutupi itu dari Maira yang akan selalu tidur di sampingnya.


" Nih makanan buat lo dan Maira, pergi ke depan Maira membutuhkan lo."


" Iyah."


Saat Aluna pergi Joanna melihat dengan panjang Gerak gerik Aluna. Maira memerhatikan dari jauh Joanna yang saat itu sedang dicarinya. Saat Aluna tidak terlihat lagi, Maira mendekat dan memanggil nama Joanna dengan sedikit keras. Joanna lalu bergegas berjalan menuju arah Maira.


" Katanya mau beli makanan keluar, tapi kok mas ke arah toilet? "


" Iyah tadi aku kebelet mau pipis sayang makanya aku kesini dan belum sempat beli makanan."


" Ham ngapain mas bersama Aluna tadi? "


" Mas nggak ada ketemu sama dia mang dia belom pulang? "


" Ham yasudah lupakan mas, yuk kita ke depan mas tebus obat aku dan segera pulang."


" Iyah ayuk sayang."


" Kita jadikan jemput Mama ke bandara mas? "

__ADS_1


" Iyah jadi lah Ra, masa nggak sih."


Joanna menjawab degan Nada agak tinggi sambil memainkan ponselnya.


" Terus kursi rodanya dibawa juga? "


" Yah nggak sayang kan bukan punya kita."


" Ham iya mas."


" Kamu tunggu sini aku ambil obatnya."


Joanna lalu pergi ke depan mengambil obat Maira dan langsung pergi ke arah Maira. Menggandeng tangan Maira yang riasannya sudah mengering. Maira berjalan sedikit sulit dan berulang kali hampir jatuh. Joanna akhirnya menggendong Maira hingga ke mobil meninggal Kursi roda di tempat dia duduk tadi.


" Mas ambilkan aku tisu basah mas."


" Siap buk negara."


" Sama tisu keringnya juga."


" Oke buk Negara."


Joanna memberikan tisu itu ke tangan Maira sambil melempar senyuman manis untuk Maira. Maira membalasnya dan membuang muka saat dirinya tidak tahan melihat wajah Joanna yang sudah membohongi nya tadi di rumah sakit.


" Mengapa dia membohongi ku, mengapa dia tidak jujur saja jika tadi dia bertemu dengan Aluna di depan toilet dan jika tidak sempat membeli makanan, punya siapa yang ada ditangannya saat itu. Aku baru saja hamil muda dan itu anaknya hari itu juga aku harus rasakan sakit darinya yang telah membohongi soal pertemuannya dengan Mantan kekasihnya di rumah sakit tadi."


Berbicara di dalam hati.


" Oh iya sayang nih ada kue kamu makan yah."


" Aku nggak lapar mas."


" Ayuk lah Ra, kamu harus jaga anak kamu."


" Anak siapa mas? "


" Yah anak kitalah sayang."


" Iyah ini anak aku mas, bukan anak kamu."


" Yah kamu jangan marah lah Sayang aku nggak sengaja bilang kalo itu anak kamu yang seharusnya aku bilang anak kita sayang."


" Aku ngantuk mau tidur mas."


" Yasudah kita berhenti di depan biar aku perbaiki tempat tidur kamu."

__ADS_1


" Iyah mas."


Joanna dan Maira lalu diam hingga Joanna memperbaiki tempat tidur untuk Maira. perbincangan indah hilang seketika hingga Maira tertidur di dalam mobil hingga sampai bandara.


__ADS_2