
Pagi pagi Wira dan Lila sudah bersiap untuk pergi ke Pantai yang jadi tujuan mereka. Lila terus saja mengetok pintu Kamar Maira namun tak ada jawaban. Lila pun menelfon Maira berulang kali tapi tetap tidak ada jawaban. Lila akhirnya menelfon Petugas di sana untuk membuka pintu kamar yang ditempati oleh Maira.
Lila cemas terjadi apa apa dengan Maira, Dia merasa Joanna orang yang tidak baik. Dia tidak memberi tau itu semua ke Wira karena tidak ada bukti. Setelah beberapa saat menunggu, petugas datang dengan Wira yang berlari kecil dengan wajah cemas ke arah Lila dengan mata tertuju ke kamar Maira.
Lila sontak mendekati Wira dan memeluk Erat Pinggang Wira.
"Aku cemas terjadi apa apa dengan anak kita mas."
"Nggak akan terjadi apa apa Kamu tenang aja."
"Joanna orang yang jahat mas."
"kamu jangan bikin aku panik La,kita lihat nanti apa yang sedang terjadi."
"Dia pernah main dengan wanita malam mas."
"Kamu jangan bicara aneh lah."
Wira pun membantu Petugas mendorong pintu karena kunci yang saling ditancapkan membuat Petugas kesulitan membukanya. Dan Al hasil, saat pintu terbuka terlihat Maira yang sedang tidur di atas kasur sendirian sementara Joanna tidur di atas sofa yang mengarah ke kamar mandi.
Wira langsung menaiki Kasur dan memeluk anak gadisnya dengan erat. Maira terbangun dan membuka mata, saat dia baru saja membuka matanya dia terkejut melihat ayah dan ibu tirinya sudah berada di kamar tersebut bersama petugas di sana. Joanna yang masih terkapar tidak ada respon sama sekali dengan suara ribut saat itu.
__ADS_1
"Kamu kenapa Nak, kenapa sejak tadi belom bangun dan kenapa kamu biarkan Joanna tidur di sofa bukan di atas kasur."
"Kami belom menikah ayah."
Maira langsung pergi ke kamar mandi meninggal ayahnya yang sedang berbicara kepadanya. Maira yang tidak suka gaya hidup ayahnya yang sudah diluar jalur itu memaksanya harus terus menahan hati saat ayahnya mengajari untuk bergaya seperti orang barat.
Wira berniat menunggu Maira di kamar tersebut hingga Maira selesai mandi, namun saat hendak duduk Lila menarik tangan Wira keluar untuk mencari udara segar sambil menunggu Maira turun. Lila yang sedang kesal dengan perlakuan Wira akhirnya buka mulut dan mengomeli Wira saat mereka masuk mobil.
"Lah katanya mau cari udara segar kok masuk mobil sih La."
"Iyah cari udaranya disini aja mas."
"Iyah mas."
"Kamu kenapa sih la, sejak tadi aku perhatikan bawaannya kesal aja."
"Siapa yang kesal sih mas, orang aku biasa aja."
"Biasa aja biasa aja tuh muka dah kayak jemuran belum di setrika kamu bilang biasa aja."
"Ih mas apaan sih. "
__ADS_1
"Iyah kamu kenapa sih sayang." Memegang pipi Lila lalu menciumnya.
"Aku nggak suka mas terlalu menganggap Maira anak kecil karena Dia juga butuh Sendirian mas, dan mas nggak pantes lagi menemaninya di dalam kamar dia."
"kamu cemburu Sama anak Aku? "
"Yah bukan mas, tapi kan aku kalah saing dengan Dia mas, nanti kamu cari pengganti lagi."
"Yah nggak lah La, aku sudah sayang sudah cinta sama kamu nggak mungkin aku cari yang lain. Yang penting kamu jaga area bawa sana biar aku makin cinta." Memasukan jarinya ke dalam sana sambil tangan satunya lagi meremas Gundukan gede memenuhi baju Lila.
Wira menarik tubuh Lila untuk naik ke atasnya membuka ****** ******** dan diletakan ke dalam tasnya.Disaat Lila naik ke atasnya Wira sudah bersiap siap dengan Rudalnya yang sudah menampakan kepalanya. Wira menjilati leher Lila hingga basah dan mulai memainkan Gundukan hingga membuat Lila mendesah keras.
Saat Lila sudah mulai rileks Wira menekan masuk Rudalnya yang membuat Lila spontan berteriak. Dia mengira Wira hanya ingin memainkan dengan jarinya namun ternyata menerobos dengan pohonnya. Lila yang tidak bergerak hanya pasrah karena pinggangnya ditahan Oleh Wira dengan tangannya.
Dibawah sana olahraga dari di atas dapat jatah dan atas sekali dapat rasa yang tak pernah membosankan. Lila dihabisi dengan olahraga pagi pagi yang tak diharapkan dia akan merasa lelah pasti berantakan saat Maira masuk mobil tiba tiba karena Ulah Wira yang mengobrak abrik tubuhnya tanpa kurang satupun.
Berbeda dengan Maira yang bermain di dalam kamar mandi bersama Joanna yang tiba tiba masuk kamar mandi dan langsung mendorong tubuh Maira ke tembok, menjilati semuanya tanpa kurang satupun. Kali ini Joanna meletakan Miliknya ke sela bagian intim Maira dan mendorong keluar masuk miliknya di sana.
beberapa menit kemudian Maira mendesah.
Ah ah Auh Stop Stop ah Auh Auh..
__ADS_1