Antara Cinta & Luka

Antara Cinta & Luka
Bab 45


__ADS_3

Setelah menghabiskan makanan, Joanna menggandeng Maira kebawah memberi salam dan meminta izin kepada Wira dan lila untuk pergi ke luar. Joanna yang tampil Natural membuat Wira kagum dan tak henti hentinya menatap anak gadisnya itu.


"Anak saya Cantik yah Naim."


"Iyah pak Nona memang tak ada tandingannya."


"Iyah Mirip sekali dengan ibunya masih muda. "


"Beneran pak? Wah sungguh hal yang indah yah pak."


"Iyah ibu maira sangat cantik hingga Dia meninggal pun dia aura kecantikan masih terpancar dari wajahnya."


"Wah sungguh cerita yang memilukan yah."


"Apa sih Lila."


"Kamu yang kenapa Mas, didepan aku kamu cerita soal Mantan istri kamu."


Wira pergi meninggalkan Lila yang masih makan di meja makan. Wira pergi keluar rumah tanpa sepengetahuan Lila. Dan saat Lila hendak naik ke atas menuju kamarnya, Lila tiba tiba Pingsan dan jatuh ke lantai. Naim saat itu sedang sibuk membereskan sisa makanan di meja dan mencuci piring yang kotor.


Sekitar Setengah jam tergeletak di lantai, Wira datang dan langsung membawa Lila ke atas kasur mereka sambil memegang ponsel ingin menelfon Dokter pribadinya. Dan disaat dokter hendak ke sana, Lila bangun dan menolak untuk diperiksa. Wira tetap saja mengotot dan ingin melihat hasil tentang kesehatan Lila.


"Aku nggak mau diperiksa mas."


"Kenapa sih Sayang, kenapa kamu nggak mau diperiksa dokter."


"Iyah nggak mau aja mas."

__ADS_1


"Masih ngambek soal yang tadi? "


"Iyah kamu sih."


"Yah apa? "


"Nggak tau lah."


"Ibunya Maira istri aku Lila, hanya saja dia sudah meninggal dan buat apa masih cemburu hah."


"Aku nggak cemburu."


"Oh "


Wira lalu pergi keluar menjemput Dokter yang sudah berada di pintu rumahnya. Lila takut bertemu dokter tersebut karena Lila mengenali Dokter itu yang sempat melihat Lila sedang berhubungan Badan saat Wira pergi ke luar kota selama beberapa hari. itu terjadi saat Maira masih tinggal di rumah sebelumnya.


"Jaga hati Wira dan jangan sampai kau sakiti lagi, aku punya bukti untuk menghancurkan kamu."


"Jangan sembarangan kalo bicara yah."


"Kalian saling kenal? "


"Oh nggak mas."


"Kami saling kenal Pak Wira, Lila mantan Psk kan? "


"Nggak Lila bukan mantan Psk."

__ADS_1


"Oh mungkin saya salah orang pak maaf."


"Oh ya nggak masalah."


"Kau aman hari ini Buk Lila yang terhormat."


"Yah."


"Awas aja kalo Hati pacarku kau sakiti."


"Cis."


Lila lalu beranjak mendekati Wira yang sedang duduk di meja tamu depan Kamar Maira. Wira beranjak pergi saat Dirinya melihat Lila datang menghampiri. Wira tak ingin dibuat malu lagi oleh Lila yang juga diketahui oleh Jesika wanita yang begitu sempurna.


"Istri bapak nggak sakit, cuma butuh pendinginan aja."


"Oh yah makasih jesika."


"Oh iya Pak."


"Selera jendral Keren juga yah."


"Ah kamu bisa aja, bisa simpan rahasiakan?"


"Oh tentu."


" Dia bapak dapatkan di lokasi yang mana, yang standar atau papan atas."

__ADS_1


Lila lalu masuk kamar dan mengurung diri dalam selimut. Lila tak keluar kamar hingga sore hari. Bahkan saat Maira datang dan memanggilnya pun Lila tak keluar dan hanya berdiam diri seakan tak mendengar suara Maira memanggilnya.


__ADS_2