
Joanna mengecek kembali Maira ke dalam kamar mandi namun tidak ditemukannya. Joanna memanggil manggil Maira beberapa kali, Maira langsung menghapus air matanya dan menjawab Joanna dengan suara agak sendu. Suara Maira gemetarnya tak dapat menutupi segala kesedihan yang ada dalam hatinya.
Joanna mendekati Maira dan mengusap wajah Maira sembari mencium tangan Maira dengan tulus. Wajah yang penuh kecemasan dan rasa bersalah itu sangat jelas terpancar saat Joanna menatap dekat Bola mata Maira. Tak ada kebohongan yang terpancar dari sana, Yang ada hanya cinta dan ketulusan untuk Maira.
Maira menundukkan kepalanya saat Joanna menatap dekat dirinya. Takut akan terlihat Cengeng Maira berusaha tegar dan tetap kuat di depan Joanna. Wajah yang pucat serta tangan dan tubuh yang dingin karena angin malam telah membuat Tubuh Maira meriang dan mual mual.
"Kamu kemana aja si Ra, Aku tungguin kamu sejak tadi di sini loh Ra."
" Aku butuh udara segar mas, makanya aku duduk di Balkon."
"Yasudah kamu rehat dulu, nanti aku pesankan Minuman hangat untukmu."
"Nggak usah mas, Aku mau tidur aja."
Saat Maira hendak beranjak pergi, Joanna menarik tangan Maira hingga tubuh Maira terhempas ke pelukannya. Joanna langsung menarik leher Maira dan mengecup begitu lama dan intim hingga tak ad cela nyamuk masuk ke ruang bawah sana.
Dengan langkah pelan Joanna mendorong tubuh Maira ke belakang hingga terbentur ke dinding dan menyesatkan tubuh nya lebih intim lagi. Dengan perlahan satu tangannya sudah berada di bawah sana ingin menurunkan celana Maira yang berukuran kecil dan lucu.
Setelah turun semuanya Joanna berpindah ke celana bokser miliknya dan membuka celananya di bagian rudal dan mendekatinya ke Area milik Maira. Dengan membuka lebar kaki Maira Joanna berusaha mendorong Miliknya ken dalam sana yang ukurannya masih sempit.
Karena begitu sulit, Joanna tak melanjutkannya dan mencoba diam sejenak tanpa mengganti posisi. Setelah puas di mulut Maira Joanna lalu pindah ke leher Maira yang selalu jadi tempat candunya. Kali ini tak terdengar suara indah Maira, yang ada hanya suara hening yang disertai Suara Kecupan dari mulut Joanna sendiri.
"Sudah mas lepaskan aku."
__ADS_1
"Aku tak akan pergi setelah ini selesai."
"Maka lakukanlah cepat."
" Apa ini tak membuat kamu bahagia."
"Aku senang disaat melihat kamu bahagia mas, tapi saat ini aku merasa sakit, sakit teramat sakit setelah kamu hadirkan Dia yang pernah jadi bagian dalam hidup mu."
Joanna menambah dorongan ke dalam sana yang masih keras untuk diterobos.
"Aku gak pernah menduakan kamu Ra, ini hanya salah paham."
"Salah paham dengan kamu pergi dimalam kita yang harusnya duduk berdua menghabiskan malam tanpa hambatan."
" Auh.. tudingan kata kamu, berpelukan di depan orang Ramai apa itu baik menurutmu? Kau pergi di malam yang harusnya kau bersama Aku mas, Aku siapkan Baju yang bisa bahagia kan kamu namun kamu abaikan Aku, Kamu dorong Aku hingga kepalaku terbentur mas. Kamu bilang kamu tungguin Aku? Kamu atau aku yang lagi nungguin mas, Aku pergi ke kamar mandi dan saat aku kembali, Aku menemukan kamu sedang tidur dengan ponsel yang masih terbuka. "
"Aku lupa Sayang mengunci layarnya Mungkin saat kamu datang aku baru saja tertidur sayang."
"Untung saja layarnya masih terbuka dan aku menemukan Orang yang masih mengisi Hatimu mas, Aku belom ada di sana Dan hatimu, sampai saat ini masih miliknya. Kau tau Luka apa yang telah kau ukir dimalam saat Aku sudah menyiapkan diri untuk bisa membuka serta menerima kamu tuk jadi pasang Halal ku."
" Ini hanya salah maaf Ra."
"Tidak salah jika saat Aku menanyakan Hal tentang masa lalu mu dan kau jawab jujur Joana, Kini hanya Luka yang kau ukir bukan cinta, Pergilah dengan Dia jika Dia masih pemilik Lorong kecil di dalam sana."
__ADS_1
"Lorong kecil yang mana sayang."
"Yang di sana lah."
"mana sih? "
"Hati kamu."
"Oh aku kira Yang ini." Joanna menunjuk Adik dibawa sana.
"Dasar otak mesum." Masih dalam suara rada rada gemetar.
"Aku tak menginginkan Dia Ra."
"Lalu siapa yang Kau inginkan Saat ini."
"Hanya kamu."
" Kau bilang Hanya aku, tanyakan pada hati mu bukan otakmu, Tidak mungkin dalam satu istana memiliki Dua ratu Joanna, Sama hal nya dengan Hati yang tidak mungkin Memiliki Dua Cinta dalam satu hati."
"Aku mencintaimu Ra."
"Aku juga Aku juga Joanna." Menangis tersedu sedu.
__ADS_1
Maira lalu pergi keluar meninggal Joanna yang terpaku tanpa berkutik.