
Tengah malam Wira memukul kasur karena kesal dengan lila yang tak kunjung bangun setelah diberi Ramuan itu. Wira berulang kali mengecup pipi Lila namun lila tak kunjung bangun. Lila yang masih marah pura pura tak mendengarkan wira.
Menutup rapat matanya dan membelakangi Wira adalah gaya Andalannya. Lila lalu berpindah ke kamar sebelah untuk menenangkan diri sejenak. Dia tak mau berada di situasi dimana dirinya hanya dijadikan tempat pelampiasan semata oleh orang yang menikahi.
Dan pada saat ingin mengambil minum Wira melihat pintu kamar sebelah terbuka, Lila yang sedang duduk di kursi sedang menangis dan menutupi dadanya dengan tangan tak sadar bahwa Wira sudah berada di belakangnya. Lila kaget dan langsung berdiri saat wira mendekati.
"Hey kamu kenapa sih. "
"Aku nggak enak badan mas, mas lanjut tidur aja."
Wira lalu pergi ke kamarnya sambil melihat lihat ke arah belakang. Tak yakin dengan yang sedang terjadi wira akhirnya membawa ponselnya dan tidur di kamar yang sedang di tempati oleh Lila. Lila hanya duduk dan melihat lihat isi ponselnya.
Melihat Lila yang asyik memainkan ponsel Wira lalu mendekat dan tidur di paha Lila. Sambil di usap manja wira kembali menutup mata dan melanjutkan tidur. Setelah beberapa lama tertidur di paha Lila, Wira lalu beranjak mengambil posisi tidur yang lebih nyaman.
Wira melihat wajah Lila yang sembab seperti abis menangis, Wira mendekati Lila dan menanyakan hal yang terjadi. Lila hanya diam dan langsung berbaring di sebelah Wira sambil tersenyum. Lila menutup wajahnya di balik Dada lebar wira agar tak terlihat sedang menjauhinya.
__ADS_1
Setelah wira tertidur pules lila langsung pergi mengambil baju bajunya ke dalam lemari dan menyusunnya ke dalam koper. Lila berencana ingin pergi dari sana sambil membawa semua harta yang diberikan Wira kepadanya. Selama hidup dengan wira uangnya tak terpakai sama sekali dia akan menggunakan itu untuk modal usaha dan tidak bekerja lagi sebagai Psk.
Waktu menunjukan pukul 3:30 malam, Wira terbangun dan tidak melihat Lila disampingnya. Wira dengan langkah terbata bata berjalan menuju kamar mereka. Wira tak melihat koper itu dan malah menyodorkan tubuhnya ke Lila yang sedang memakai Baju kimono hingga lutut dengan belah tengah hingga perut.
Wira memberikan kecupan manis ke Lila sambil memeluk Lila dari belakang. Lila hanya diam tanpa balasan dan ingin menyudahi segera mungkin. Lila memutar badan dan saling bertatapan dengan Wira menuntaskan permainan dengan wira dan lalu pergi.
Setelah beberapa menit menyesap ke sana kemari wira dan Lila langsung menggunakan Meja untuk berlabuh. Wira mengeluarkan Rudalnya dan mengelabui Lila hingga tuntas. Lila hanya Diam tanpa perlawanan yang tidak di sadari Wira sama sekali.
Setelah sejam bermain dengan dua ronde yang sama, Lila dan Wira akhirnya pindah ke kasur mereka dan menambah perang yang nikmat itu, Lila hanya diam tanpa balasan menerima terpaan dari wira yang Rakus itu. Lila malah memikirkan kemana dia akan pergi untuk sementara waktu hingga dia bisa kembali ke kota tempat dia lahir.
auh.... aduh... mas...
Lila akhirnya merasa sakit setelah semuanya terbenam. Sejak tadi wira hanya memasukan setengah dan pada akhirnya menerobos habis sarang itu yang membuat Lila menarik alas kasur menahan perih yang tercipta. Lila kaget dan heran mengapa dia tak merasa ada kejanggalan sejak tadi di bagian tubuh bawahnya.
Lila juga tak mengetahui apa yang sudah diperbuat wira pada tubuh di sana. Lila hanya diam tanpa bertanya dan meminta stop beberapa kali saat dirinya sudah benar benar tak tahan. Hati yang tak ikhlas dan merasa terpaksa menambah sakit bagi dirinya yang harus bermain dengan laki laki yang saat ini sudah membuatnya terluka.
__ADS_1
Wira akhirnya puas dan memeluk Lila yang berada disampingnya. Lila hanya diam dan termenung. Ingin beranjak dan bersih bersih namun tak kuat karena bagian bawa sana terasa sangat sakit dan perih. Lila akhirnya telungkup dan membuang muka saat Wira menarik wajah Lila ke arahnya.
Pagi pagi Wira sudah bangun dan bersiap untuk membawa Lila jalan jalan karena hari ini dia sudah mengambil cuti untuk berlibur bersama Lila. Namun Lila tak ditemukannya dimana mana, Hanya makanan dan kopi yang tersaji di atas meja dan baju kerja di atas Meja riasnya.
Wira memanggilnya Lila berulang kali namun tak didapatkan jawaban dari Lila. Lila yang sudah pergi darinya tak akan ditemukannya dalam rumah itu. Wanita yang selama ini dikurung di sana tanpa diberi dunia sendiri kini telah pergi darinya dan tak tahu harus mencari kemana lagi.
"Lila hey sayang kau dimana aku sangat mencintaimu aku tak ingin jauh dari mu."
"Lila kembali lah sayang apa karena Ku tak membalas Cintamu kau lalu pergi. "
Wira memanggil Lila dan berulang kali mengungkapkan perasaan nya untuk Lila yang kini entah kemana. Wira frustasi dan ilang akal hingga harus dibawa ke Rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan dan butuh istirahat dan jalan Jalan yang mungkin akan mengembalikan kesehatan seperti dulu lagi.
Wira berjalan dan berlari di jalanan yang sangat ramai untung saja tak memakai baju dinas karena kalo tidak dia pasti akan malu dan merasa jadi laki laki yang cemen dimata teman temannya. Lingkungan baru kini tidak akan banyak yang mengenalnya.
Wira lalu kembali ke rumah dengan wajah kacau penuh debu jalanan serta bau busuk akibat bau jalanan. Wira minum obat sendiri yang biasanya diambilkan oleh Lila wanita pemuas hasrat nya.Makan sendiri tanpa seorang wanita cantiknya.
__ADS_1
Wanita cantik yang tidak pernah dipuji tidak pernah diperlakukan dengan baik dan hanya di anggap sampah dan pemuas hasrat saja. Kini wanita itu telah pergi dan tak tahu akan kembali atau tidak. Wira kembali hidup sendirian dan berteman sepi hingga ada wanita lagi yang akan mau di ajak kemana pun dia pergi seperti yang dilakukan kepada Lila.