Antara Cinta & Luka

Antara Cinta & Luka
Bab 20


__ADS_3

Permainan di dalam itu berlangsung cukup lama, Joanna sengaja mengambil momen itu yang di rekam lewat ponsel miliknya. Semua di dinikmati nya tanpa izin Maira hingga menerobos pintu area yang masih tertutup rapat. Untungnya masih di pintu luar dan belom menembus area kecil dan rapat itu namun sudah membuat Maira terperangah.


Joanna lalu meminta izin untuk memainkan belakang sana lagi karena tidak mungkin dia mengambil paksa mahkota milik Maira yang belom memberinya izin. Joanna dan maira kembali berbuah cinta dalam air tersebut sambil bermain di arena lain yang mampu memacu adrenalin mereka berdua.


Nampaknya maira sudah terbiasa dengan itu dan sudah mulai Rileks dalam permainan meski di awal selalu menjerit dan menahan sakit yang terlihat dari keningnya yang mengeluarkan keringat. Maira sempat membalas pertarungan itu saat Joanna berhenti sejenak dan menggoyang memutar bola kecil yang kenyal itu.


"Buntut kamu gede mas ah."


"Apa sayang kamu suka."


Ah... huh... am.... Ah...


Maira kembali mendesah kuat dari sebelumnya. Maira yang mendapatkan tekanan dan hentakan hemat dibawah kembali menghantam dan membasahi Tubuh dibawa sana yang terasa sangat hangat saat Joanna menarik keluar punyanya. Joanna tidak mengeluarkan semuanya, dia sengaja bertahan lama di dalam dan mulai menggoyangkan tubuhnya sedikit dan bermain di bagian tubuh atas dengan lekukan leher Maira yang indah.


Joanna memainkan biji kecil milik Maira yang mudah dijangkau nya dari belakang. Satu tangan menahan kepala Maira agar tak menghindari dan satu tangan lagi bermain di biji kecil itu hingga banjir. Sementara bibirnya tak muak dengan seluruh leher hingga bawah rambut belakang Maira. Joanna lagi lagi meninggalkan bekas di sekitar leher Maira dan di bagian tubuh tengah antara gundukan Maira.


Kini Joanna berada di depan Maira yang masih bersandar di batu besar tepi sungai air terjun itu. Mengangkat kedua kaki Maira ke pinggangnya dan mencium bibir Ranum Maira dengan penuh hasrat yang terlihat jelas di wajahnya. Saat Maira mulai merasa tenang dan terbawa suasana, Joanna mendorong sedikit demi sedikit bagian ujungnya hingga membuat Maira mendesah lagi dan sedikit merengek meremas bahu Joanna dengan jari lentiknya.


Mas sudah aku tak tahan ah... mas.


Maira kembali merengek kecil saat Joanna menenggelamkan miliknya ke dalam sana dengan mulutnya membuat bekas di bawah dagu Maira yang tak sengaja saat itu maira menegakkan kepalanya ke atas dan seakan mempersembahkan lehernya di habisi oleh Joanna yang rakus.


Joanna dan Maira menikmatinya hingga tiga ronde berturut-turut dengan posisi gaya yang berbeda beda hingga di ronde terakhir berada di ujung sungai di bebatuan yang lebih luas dan memasang kamera untuk memvideokan momen itu. Joanna yang memiliki hasrat tinggi tak ingin rugi dan tak ingin hilang kesempatan itu hingga dirinya memasang kamera saat berada di atas tubuh maira yang sedang nungging.


Setelah puas, mereka kembali lagi ke penginapan sambil bergandengan tangan hingga rumah. Mandi berdua dan berjalan menuju rumah pohon yang saat itu dikunjungi nya. Maira duduk di samping Joanna yang sedang memetik gitar menyanyikan lagu tentang cinta seorang raja ke pelacur yang tengah haus sentuhan.


Entah kenapa Maira termenung dan membayangkan ayah nya yang jatuh cinta kepada seorang pelacur. Dia memang tak pernah melihat ayahnya bersama wanita namun bukan tak mungkin jika ayahnya memiliki simpanan pelacur saat ini yang tidak diketahui awak media. karena meski bisa menikah kembali ayahnya jarang dan susah untuk mengulang kisah cinta kembali.

__ADS_1


Maira ingat kisah setahun setelah ibunya meninggal ayahnya pernah dijodohkan dengan wanita yang berprofesi sebagai dokter di tentara di wilayahnya. Namun di tolak sang ayah karena tak mau menggantikan posisi ibunya Maira di hatinya.


"Kamu kenapa diam sayang apa kamu sakit ada yang luka sayang ? "


"Nggak kok sayang aku cuma capek."


Maira lalu membuang pandang ke arah depan sambil memakan kacang rebus yang manis. Tidak memikirkan hal itu mereka mengalihkan pembicaraan soal acara nikah yang akan digelar sesegera mungkin. Hidup satu atap tanpa status yang sah membuat Maira juga ingin cepat cepat dinikahi sang kekasih.


"Kau tau mas, aku sangat takut hari ini mungkin saja hingga esok dan nanti. Aku trauma akan dunia percintaan yang pernah ku alami yang begitu pahit tuk ku kenang."


"Apa maksud kamu Ra."


"Yah aku sudah mencintaimu tapi aku masih ragu dengan kamu yang bisa mencintai ku dalam waktu yang sangat singkat ini."


"Aku mengenal ayah mu aku mengenal keluarga kamu Ra, meski pun ayah mu tak mengenali aku."


"Tidak akan jika kamu dan aku tak memiliki masalah Ra."


"Aku mau kamu ceritakan semua masa lalu buruk kamu agar aku bisa menerimanya suatu saat nanti."


"Aku tak punya masa lalu selain Dia yang sudah mati dengan keadaan tak suci oleh laki laki tak punya etika."


"Kamu yakin mas? "


"Iya sayang, kenapa pertanyaan seperti itu keluar dari mulutmu honey."


"Aku hanya gak mau menjalin kasih dengan orang yang masih mencintai masa lalunya mas."

__ADS_1


Joanna terdiam dan mengalihkan wajah ke arah lain. jauh dalam lubuk hatinya dia takut Maira akan pergi dari nya dan akan merasakan kecewa terhadap Joanna. Joanna masih ingat wanita yang tak sengaja dihamilinya pada saat dirinya mabuk berat saat pulang ke rumah yang pada saat itu sedang ada anak muda yang datang mengantarkan proposal ke rumahnya.


Joanna tak mau kehilangan Maira yang sudah sangat dicintainya. Joanna akan menutupi itu semuanya dari Maira bagaimanapun keadaannya. dia akan membayar berapa pun agar wanita itu bisa tutup mulut. Meski maira akan menerimanya tapi Joanna tetap takut jika hal yang ada dalam pikiran nya itu salah.


"Bawa aku kemana pun kau pergi mas, meski kita akan melewati masalah besar sekalipun. Aku tak mau kau pergi dari aku mas, aku tak bisa kau tinggalkan apalagi hidup tanpa kamu disisi aku mas. Bawa aku, rangkul aku setiap saat hingga kita melewati nya bersama dan mati bersama."


"Aku tidak bisa lakukan itu Ra"


"Jika tak bisa jangan Nikahi aku Mas. "


"Hey kenapa kata kata menjijikan itu keluar di mulut mu Ra, apa kamu tak ingin memiliki aku seutuhnya."


"Tak ada cinta yang tak ingin memiliki tak ada hati yang tak memimpikan hal yang indah lalu ditolak secara tiba tiba itu nggak ada sayang."


"Lalu mengapa kamu seakan tak ingin kita menikah Ra."


"Bukan aku nggak mau mas."


"Lalu apa ra, nggak bisa nggak akan mampu temani Ku yang banyak kesalahan gitu? "


"Aku akan temani kamu mau bagaimana pun keadaan kamu mas, tapi kamu harus jujur jika kamu pernah melakukan kesalahan di masa lalu mas."


"Kenapa kamu pikirannya sejauh itu. "


"Karena mas orang yang lepas dan bukan nggak mungkin mas pernah khilaf di masa lalu mas."


"udah ah nggak usah dibahas ngapain sih kamu bahas hal seperti itu Ra."

__ADS_1


Joanna lalu berbaring sambil menatap ke arah atas dengan tangan yang melipat di atas kepalanya. Memandang jauh menerawang akan kah Maira bisa menerima masa lalunya yang entah masih hidup entah sudah mati.


__ADS_2