Antara Cinta & Luka

Antara Cinta & Luka
Bab 73


__ADS_3

Joanna hanya bermain satu ronde karena tak ingin membuat maira sakit dan kelelahan lagi. Ditambah lagi melihat kondisi maira yang lelah sebelum bermain tadi. Namun apa daya Joanna yang memang belom bisa menhan hasratnya yang selalu ingin dimanja di atas ranjang. Dia bisa saja melepaskannya dengan wanita diluar sana namun tak ingin dilakukannya karena akan membuat hati maira semakin terluka.


Setelah bermain, joanna langsung menutupi tubuh sang istri dengan selimut dan lalu memeluk dengan posisi lebih intim lagi. Kasih sayang Joanna untuk maira begitu besar hingga dirinya selalu mendahulukan kebutuhan istrinya ketimbang dirinya sendiri.


Hari sudah menunjukkan pukul 5 pagi, joanna mendapatkan telfon dari papanya yang sedang ada di bali. Papanya memaksa Joanna untuk datang karena ada hal penting yang ingin disampaikan. Joanna langsung mengemasi barang barangnya dan langsung membangunkan maira yang masih tertidur nyenyak.


Maira kaget saat Joanna mengatakan akan segera ke bandara karena ada hal yang mendadak yang harus dilakukan hari ini juga. Tanpa berpikir panjang, Maira mandi berdua dengan joanna dan keluar kamar mandi bersama sama juga. Maira memakai gaun yang agak longgar dengan ikatan tali dibelakangnya.


Joanna yang hanya memakai celana pendek langsung membimbing maira ke mobil dan segera berangkat menuju bandara. Meninggalkan mobil di rumah temannya yang kebetulan tidak jauh dari bandara. Saat hendak buru buru, Joanna ngebut hingga menerobos plang yang ada di tepi jalan, perut maira terbentur pintu mobil dan terasa sangat sakit, maira tak memikirkan hal itu dia hanya fokus menghadap ke depan karena dia juga cemas ketinggalan pesawat.


Saat tiba bandara teman joanna langsung menampakan wajahnya dan segera naik ke atas mobil yang dikendarai joanna. Meninggalkan pelukan kepada joanna yang akan segera berangkat ke bali. Diego melambaikan tangan salam perpisahan kepada joanna dan maira. Joanna terus saja memegang tangan maira hingga menaikan tubuh maira ke atas koper miliknya dan di dorong hingga depan tempat letak barang.


Joanna segera masuk pesawat sambil memegang tangan sang istri dibelakangnya. Perut maira semakin terasa sakit hingga di bawa keruangan rawat oleh salah satu pramugari di sana. Maira di periksa dengan teliti di sana, akibat benturan sedikit tadi maira hampir saja kehilangan anaknya. Untung saja cepat ditangani dan diberi obat penguat janin oleh pramugari tersebut namun tetap harus berhati hati lagi karena ini rawan pendarahan dini.

__ADS_1


Maira lalu dibimbing menuju kursinya kembali yang langsung disambut oleh Joanna yang sudah cemas saat tadi. Dan saat membantu maira untuk duduk, joanna tak sengaja melihat darah yang mengotori paha maira. Pramugari langsung mengambil tisu dan membantu melap darah tersebut.


Joanna langsung mengambil tisu itu karena tak enak dengan pramugari tersebut. Sambil menyeka darah itu, Joanna menangis karena telah membuat maira kesakitan lagi. Joanna mencium kening maira sambil memegang erat tangan maira setelah melap darah tersebut.


" Maaf yah sayang karena aku kamu lagi lagi terluka, aku janji besok nggak aka terulang lagi yah sayang."


" Ham nggak apa apa kok bang."


" Thank yah sayang udah ngertiin aku, I love you my honey."


" Thank yah sayang udah kasih aku kesempatan tuk jadi orang yang dapatin hati kamu, jaga anak kita baik baik yah sayang. Aku sangat mencintaimu dan kamu harus tau itu sayang jangan pernah mudah terpengaruh oleh orang di luaran sana yang berniat merusak rumah tangga kita."


Joanna menulis catatan disebuah buku diari yang selalu diselipkan di dalam tas ponsel miliknya. Diari yang berisi ucapan dan pesan tuk maira disaat dirinya jauh dari maira. Joann sudah mulai merasakan aura negatif yang akan dihadapinya saat sampai di bali nanti. Joanna tadinya ingin mengatakan itu kepada maira namun maira keburu tidur sangat pules.

__ADS_1


Bahkan maira harus digendong joanna saat pesawat telah mendarat di bali tempat yang diinginkan maira sejak kemaren kemaren. Maira tertidur hingga setengah perjalanan. Joanna dijemput oleh supir papanya yang sejak tadi sudah stay menunggu di depan pintu gerbang bandara. Maira tiba tiba bangun dan mengeluh kesakitan di bagian perut bawahnya.


" Bang perut aku sakit."


" Halo pak, iyah pak saya segera kesana."


" bang aku ikut yah."


" udah sayang kamu rehat aja jaga anak kita yah sayang aku ada urusan mendesak sayang."


" Ham iyah sayang."


Maira terpaksa menahan sakitnya kembali karena tak ingin menambah pikiran joanna saat itu. Namun saat sampai di rumah dan masuk ke dalam kamar, maira tiba tiba pingsan dan segera dilarikan ke rumah sakit. Joanna saat itu sudah pergi dengan supir tadi meninggalkan maira sendirian di rumah yang baru dibelikan papanya.

__ADS_1


Untung saja ada seorang ibu ibu yang tak sengaja melihat pintu rumah itu terbuka dan langsung mendekat karena ingin berkenalan dengan orang pemiliknya. Namun ibu menemukan maira yang tergeletak di lantai yang memang terlihat dari luar karena pintu kamar terbuka lebar. Kamar yang menghadap ke pintu luar itu memang di desain untuk maira yang memang suka keheningan, agar tetap aman, papa joanna mencari rumah yang posisinya sesuai dengan keinginan dan keselamatan maira.


Maira dilarikan ke rumah sakit oleh ibu itu yang bernama Buk nira, buk nira sudah menelfon nomer joanna karena terletak pada layar utama ponsel maira. Namun joanna tak mengangkat telfon tersebut, Buk nira akhirnya mengirim pesan lewatnya karena tak bisa mengirim lewat ponsel maira. Buk nira mengirimkan alamat rumah sakit tersebut dan menemani maira hingga joanna datang.


__ADS_2