Antara Cinta & Luka

Antara Cinta & Luka
Bab 44


__ADS_3

1 minggu kemudian.


Setelah berlibur dengan banyak kisah yang membuat liburan mereka jadi tak seindah yang dibayangkan. Tempat wisata dan suasana keluarga baru yang diinginkan Wira hancur hanya gara gara kecemburuan Lila yang tak mengenal tempat. Mereka hanya menghabiskan waktu bersama dengan Maira dan Joanna sekitar Tiga jam dan langsung berkemas untuk kembali ke rumah dan menyiapkan acara pernikahan Maira dan Joanna.


Undangan telah disebarkan oleh Naim saat mereka masih berada di luar, Hanya baju dan lokasi yang belom di lihat, Sesampainya di rumah Joanna dan Maira langsung tidur hingga pagi. Saat matahari mulai menerangi kamar, Maira bangun dan menyiapkan sarapan untuk Joanna di atas meja. Karena Melihat Joanna yang begitu kelelahan Maira tak berani membangunkan Joanna.


Maira menyiapkan pakaian dan sarapan untuk Joanna di dalam kamar mereka. Setelah mandi dan berdandan Maira turun ke bawah mengambil beberapa makanan dan dibawah ke atas. Membangunkan Joanna setelah semuanya siap lengkap dengan air panasnya.


Maira Naik ke atas Kasur membangunkan Joanna sambil mengecup kening Joanna dengan lembut. Maira memanggilnya Joanna dengan panggilan manis yang disukai oleh Joanna. Sambil membaringkan tubuhnya lebih tinggi dari Joanna Maira mengusap usap kepala Joanna sambil membisikan kata cinta di telinga kanan Joanna.


"My husband bangun, udah pagi nih."


"ham sayang masih ngantuk."


"Sayang, kan janjinya mau lihat pakaian nikah kita."


" Lima menit lagi yah."


"Yasudah lima menit kan? "


"Kamu mau kemana Sayang."


"Mau makan."


"Sini aja temani aku nanti kita makan bareng."


Joanna menarik tangan Maira yang sedang duduk dan menempelkan tangannya di atas tangan Maira yang diletakkan di atas kasur. Maira mengusap usap kepala Joanna sambil memainkan ponselnya. Maira hendak menghubungi teman temannya yang satu sekolah dulu dengannya.


Maira mengundang dua ratus teman yang masih ada di daerah sekitar sana. Namun Maira tidak mengundang temannya yang berada di sekolah barunya karena dilarang Joanna pada saat Malam sebelum Joanna tertidur. Dan saat sedang asyik bermesraan dengan Joanna Naim datang membawakan susu untuk Maira.


"Boleh saya masuk Non. "


"Oh yah silahkan buk."


"Ini susu buat nona dari bapak."


"Oh Iyah tarok aja di meja buk."


"Iyah nona."


"Gimana sama kesehatan ibu, udah membaik? "


"Udah nona."


" Adik bayinya gimana sehat buk? "


"Sehat nona."


"ham semoga sehat sampai lahiran yah buk."


"Semoga saja Yah nona, yasudah saya pergi dulu nona."


"Oke buk."


Saat Naim pergi keluar Joanna langsung duduk dan menarik tangan Maira masuk ke kamar mandi. Joanna meminta Maira menemaninya mandi hingga selesai. Maira mengikuti Kemauan Joanna sambil memainkan ponselnya. Maira mencari tempat yang bagus untuknya honeymoon nanti saat di bali.

__ADS_1


Saat sedang mencari tempat, Maira kepikiran untuk honeymoon ke tempat yang berada tidak jauh dari sana yang hanya memakan waktu lima jam perjalanan naik kereta Api. Maira ingin berdiskusi dengan Joanna soal itu untuk honeymoon kedua setelah dari bali.


Waktu yang diberikan Joanna untuk honeymoon dua minggu ingin dihabiskan Maira dengan perjalan kedua tempat berbeda. Maira ingin menghabiskan penuh dengan Joanna sebelum Joanna fokus dan sibuk dengan pekerjaannya.


Berhenti sekolah dan fokus dengan bisnisnya akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk Joanna menyesuaikan kondisi tempat kerja. Meski Joanna sudah terbiasa dengan orang pekerjaannya, namun Saat ini Joanna harus lebih aktif lagi dalam mengembangkan Usahanya.


"Joanna Maira ayok turun."


"Iyah ayah."


" Kalian nggak sarapan."


"Iyah ayah kami sarapan di atas."


"Oke ayah duluan yah."


"Ayah mau kemana? "


"Pergi ke Rumah pak luis mengantarkan undangan."


"Oke Ayah."


Maira lalu kembali masuk kedalam kamar dan mengunci pintu kamar karena Joanna akan memakai pakaian sehabis mandi. Maira membantu mendekatkan pakaian ke dekat Joanna yang berdiri di depan Meja Maira. Perhatian Maira membuat Hati Joanna tenang dan nyaman.


Maira yang disangkanya manja begitu telaten mengurusi kebutuhan Joanna. Mulai dari pakaian hingga makanan yang dibutuhkan Joanna. Sambil memegang Baju yang hendak dikenakan Joanna, Maira tak henti hentinya melempar senyuman ke Joanna yang menatapnya manis.


"Kamu kenapa kok senyum gitu."


"Nggak ada mas."


"hammuachk."


"Mang nya nggak boleh suami kamu cium kamu."


"Calon bukan suami."


"Iyah sama aja Sayang."


"udah ah nih pakai bajunya ntar masuk angin lagi."


"Apa mau dimasukin lagi."


"Mas."


"Apa sayang."


"Udah becanda nya."


"Emangnya kenapa sayang."


"Nanti telat lagi liat baju pernikahan kita."


"Nggak akan telat sayang."


"Gimana mas tau, orang mas aja belom ke sana."

__ADS_1


"Aku dah pesan dan boking baju baju yang mungkin kamu suka."


"Yah mas kita kan cuma pakai satu baju mas kenapa di boking banyak banyak sih."


"Yah nggak masalah sayang."


"Apanya yang nggak masalah coba."


"Aku kan boking satu diantara lima baju yang akan pilih Ra, jadi aman lah."


"Kalo misal salah satu bajunya ada yang suka dan kita nggak ambil yang itu gimana? "


"Yah aku udah boking satu baju dari lima, tapi yang empat nggak kita boking bayar setengah sayang."


"Ham terserah kamu aja deh mas jadi pusing aku."


"Yasudah ayok makan abis itu kita langsung pergi oke sayang."


"Oke mas."


"Oh iya mas."


"Apa lagi sayang."


"Papa sama Mama udah Tau kita akan nikah kan? "


"Sudah besok pagi mereka datang."


"Papa atau mama? "


"Mama sayang."


"Papa nggak bisa sayang."


"Katanya bisa tapi nggak sekarang."


"Terus kapan dong mas? "


"Nggak tau Sayang."


"oh gitu mas."


"Papa mama udah cerai sayang jadi mereka dah punya keluarga baru."


" Ham gitu mas."


"Jadi usaha kamu sekarang dari siapa? "


" Usaha yang mana? "


"Yang mau kamu kembangkan sekarang mas."


"Oh itu punya Papa kalo yang satunya lagi tentang pakaian itu milik mama yang sudah jadi milik aku sayang."


"Okeh."

__ADS_1


Maira lalu beranjak mengambil makanan dan disuapin ke Joanna yang sedang menyisir rambutnya. Perhatian Maira begitu membuat Joanna terpesona dan berulang kali mengecup kening Maira sambil mengucapkan Cinta. Joanna begitu sangat mencintai Maira dan begitu pun sebaliknya.


Saat makan disuapi Maira, Joanna menatap panjang wajah Maira yang membuat matanya berkaca kaca karena dia masih menyimpan rahasia tentang masa lalunya dengan Aluna yang membuat Maira terluka. Setiap Joanna hendak menceritakan hal tentang masa lalunya Maira selalu saja tertidur pules yang membuat Joanna tak mampu membangunkan Maira.


__ADS_2