
Maira lalu menunduKkan kepala sambil memegang perutnya yang sakit tiba tiba. Joanna jadi merasa bersalah melihat maira yang terlihat sedih dan tertekan. Wira hanya diam kerena perasaan bersalahnya kepada putri semata wayangnya. Untuk menebus kesalahannya, Wira memberi hadiah untuk maira berupa tiket ke tempat yang pernah diinginkan maira untuk tempatnya tinggal.
Wira saat itu tidak menempati daerah itu karena suatu kendala dan sekolah maira yang sangat jauh dan terpencil. Maira seja kecil memang suka dengan suasana desa yang jauh dari polusi udara. Namun keadaan duda yang membesarkan dan merawat anak seorang diri, wira belom sempat mewujudkan keinginan maira untuk tinggal di sana.
Kini maira bisa pergi kesana bersama Joanna sang kekasih yang siap untuk memenuhi keinginan sang ratu yang cantik jelita. Wira juga sudah membeli rumah yang diinginkan oleh maira dulu, namun hingga sekarang belom diberi tahu kerena tak ingin membuat maira sedih jika nanti wira belom bisa mengajak maira ke sana.
Hingga saat ini pun wira belom ingin memberitahu maira karena ingin memberi kejutan kepada maira. Saat mendengar tiket saja senyum yang sempat hilang kini muncul kembali, apalagi nanti saat maira tau wira sudah membeli rumah yang diinginkan itu pasti maira akan semakin bahagia.
Wira langsung memberikan tiket itu ke tangan maira yang memang suah ada disaku jaket miliknya. Entah kenapa saat bruno temannya memberikan tiket itu wira langsung mengambil sedangkan dia tidak ada rencana untuk kesana. Dan untungnya tiket itu masih tinggal di kantong jaketnya yang bisa dijadiin alasan untuknya memberi kejutan kepada maira.
3 jam menuju bandara.
Maira,Lila dan Wira sudah tidur hingga sampai bandara, Joanna terpaksa menyetir sendirian tanpa teman ngobrol satu pun. Joanna akhirnya menghirup asap rokok yang menemaninya agar tetap terjaga hingga sampai tujuan. Maira terbangun saat joanna tak sengaja lewat jalan berlubang dan tanjakan.
" Maaf sayang aku ketiduran kamu capek mau aku gantiin sayang?"
" Nggak sayang sebentar lagi juga sampai."
" Ham oke sayang, kamu makan yah sayang."
__ADS_1
Maira lalu menyuapkan makanan kedalam mulut joanna sambil mengajak joanna mengobrol yang sedang menyetir mobil menuju bandara. Maira mulai bermanja dengan joanna dengan menyandarkan kepalanya ke bahu joanna.
" Aku capek bang."
" Bentar lagi sampek kok sayang kamu sabar yah."
" Ham iyah bang, kamu yang kuat yah sayang."
" Ham iyah sayang, selalu gini yah sayang jangan berubah."
" gini gimana bang?"
" Ham iyah bang juga jangan berubah yah terus terbuka sama aku jangan ada yang ditutupin apalagi bohongin aku."
" Aku nggak bisa janji sayang."
" Loh kenapa sih bang,bukanya kita udah suami istri harusnya abang terbuka dong sama aku."
" Yah tapi sayang."
__ADS_1
" Ah bang banyak gaya banyak alasan kalo aja bang bohongin aku, aku nggak bakal mau liat wajah abang lagi."
" Kalo bang jujur kamu juga nggak akan mau kasih abang maaf lagi sayang."
" Emang bang punya masalah sebesar apa hingga bang mikir aku nggak akan maafin abang?"
" Adek bakal tau besok saat yang tepat."
" Okeh kalo bang nggak bilang sekarang jangan salahkan aku jika aku nggak kasih abang maaf dan kesempatan buat balik."
" Okeh abang akan berusaha buat jujur dan terbuka tapi kasih abang waktu yah sayang."
Joanna mengecup kening maira saat mobil sudah sampai tujuan, Wira bangun saat maira tertawa melihat aksi konyol joanna yang memakai tas milik maira serta bando pita milik maira. Wira terbangun dan segera turun membuka pintu mobil untuk maira dan juga lila yang tadi sempat tertutup oleh sikunya.
Mata Wira memerah dan berair saat melihat wajah sang putri yang akan ditinggalkan kembali untuk waktu sangat lama. Ditambah lagi rasa penyesalan yang tidak sengaja di ukir oleh dirinya sendiri. Akibat kesalahannya, wira terpaksa mencari tempat atau rumah yang memiliki dua kamar agar bisa menampung
maira dan joanna untuk beberapa waktu.
Wira sudah merencanakan hal itu dan akan dikonfirmasi nanti dirinya sudah sampai di tujuan. Wira berencana akan menghabiskan waktu bertiga tanpa kehadiran Lila yang akan mengubah isi otaknya dan mengabaikan maira kembali.
__ADS_1