Antara Cinta & Luka

Antara Cinta & Luka
Bab 17


__ADS_3

Joanna membawa Maira ke suatu tempat yang jauh dari pemukiman orang. Tempat yang indah dan masih bersih dari debu debu kota. Suasana alam yang terbentang luas membuat mata tak berhenti memandang. Joanna dulu sering ke sana dengan orang sebelum Maira.


Kini maira yang akan jadi ratunya yang akan di ajak kemana pun dia akan pergi. Melupakan sekolah dan mengambil ijazah paket adalah jalan satu satunya bagi mereka. Ayah Maira tidak sedikit pun memperhatikan Maira, hanya diberi fasilitas mahal dan semua kemewahan tanpa kasih sayang.


Hal itu membuat Maira jadi anak mandiri dan tidak butuh siapa pun di sampingnya. Joanna berniat menikahi Maira setelah urusannya di sana selesai. Mereka akan tinggal jauh dari kota itu hingga tak ada satupun yang mengenalnya.


"Kau akan membawaku kemana."


"Kamu diam dan duduk tenang di sana yah sayang."


"Aku nggak mau jo, turunkan aku."


" Sabar yah sayang."


"Kenapa kamu menculik ku? "


"Aku tidak menculik mu aku sudah meminta izin kepada buk Naim saat kau bermesraan dengan laki laki lain saat kamu lagi marah sama aku."


"Aku tidak pernah menduakan mu."


"Tidak saat kau berada di samping ku,tapi dibelakang ku kau lakukan itu kan maira."


"Apa kau sadar kau telah mencampakkan ku saat aku mengatakan bahwa aku hamil anak mu."


"Aku kaget Maira aku sama sekali tak bermain di sana aku , aku ah sudahlah."


Joanna membanting stir mobil ke arah kiri dengan wajah kesal. Dengan perasaan marah Joana mengemudi mobil dengan laju yang membuat kepala Maira berulang kali terbentur. Joanna yang mudah emosi membuat Maira takut dan selalu menutup mata saat Joanna melihat ke arahnya.


Maira memegang perutnya yang sakit akibat terbentur saat Joanna melaju sangat kencang dan menghiraukan lubang lubang disekitar jalan. Maira menangis dan menjerit kesakitan saat dia memegang erat kursi yang didudukinya.


Joanna yang fokus menyetir tak menghiraukan Maira hingga sampai ke tujuannya. Setelah sampai Joanna langsung naik ke bukit tempat mereka akan duduk. Tanpa mengajak dan memperhatikan Maira Joanna jalan terus dan meninggal Maira di mobil.

__ADS_1


Setelah hampir sampai di puncak di rumah pohon yang indah dikelilingi bukit dan tanaman yang indah dengan lampu sebagai penerang nya. Joanna berbalik melihat Maira yang dia kira mengikuti dari belakang. Joanna lalu berjalan kembali ke arah mobil dan membuka pintu mobil sebelah Maira duduk.


"Kamu kenapa nggak turun Maira."


"perut aku sakit mas."


"Kenapa lagi sih Ra, kamu sakit lagi anakmu nakal di dalam."


Maira hanya terdiam dan menangis mendengar mulut pedas Joanna yang dia sangka madu. Maira lalu turun dan berjalan di gandeng Joanna hingga puncak. Tanpa berbicara sepatah kata apapun Mereka berjalan hingga Joanna memesan makanan untuk dimakan di atas sana.


Meninggalkan Maira di dekat tangga mau naik ke atas dan dia pergi memesan makanan sendirian. Joanna yang tempramental membuat semua kesalahan berada pada Maira yang tidak tau apa apa. Hanya karena kepergok duduk berdua dengan cowok lain Joanna langsung marah padahal dia juga melakukan kesalahan besar yaitu tidak mengakui kesalahannya dan mencampakkan Maira saat maira mengatakan kalau dia sedang hamil.


Maira berdiri di tengah gerimis melanda tidak membawa ponsel dan juga tas membuat maira takut memasuki restoran dekat sana.hidup yang dulu memakai bodyguard sekarang jadi canggung saat berjalan sendirian. Sekolah yang melarang memakai bodyguard membuat semua perjalanannya jadi sulit. Bodyguard yang dia miliki kembali lagi ke ayah.


30 menit Joanna pergi dan membawa makanan yang hangat. Joanna naik ke atas dan tidak mengajak Maira untuk naik. Maira tetap berdiri dan sesekali duduk di tepi tangga sambil mengepal tangan menahan dingin dan sakit perut.


Joanna lalu turun dan memegang tangan maira untuk naik ke atas. Maira canggung untuk naik karena dia takut ketinggian. Joanna memegang erat tangan maira hingga ke atas. menyuapi maira makanan dan minuman sambil berulang kali mengecup kening maira yang ada di depannya.


Setelah menyuapi makanan ke mulut maira Joanna juga memasukan makanan ke mulutnya. Makan dengan satu piring berdua hingga semuanya habis membuat tenaga Joanna terkumpul dan bisa tenang dengan satu hisapan rokok. Joanna memindahkan semua hal yang mengganggu nya dengan maira.


"Maafkan aku yah sayang, karena sudah menelantarkan kamu tadi."


"Am iya mas."


"Aku sangat mencintai kamu ra, jadi jangan pergi lagi."


"Mas jangan tekan perut aku."


"Oh baby kita kejepit yah sayang."


Joanna lalu mencium perut buncit maira yang abis makan banyak. Mengelus perut maira dan meletakan kepalanya di sana. Joanna juga mengajak perut maira ngobrol seakan ada anak kecil yang mendengar di dalam sana.

__ADS_1


"Aku mau mas temani aku besok pagi ke rumah sakit."


"Berdua sayang."


"Nggak mas sama buk Naim juga."


"Iya sayang, baik honey."


"Iya mas, auh."


Joanna memasukan jari di balik sela dress maira yang pendek. Joanna meraba tubuh sensitif itu dengan satu jari dan membuatnya heran. Joanna minta permisi dan mendorong tubuh maira hingga terbaring. Joanna menaiki tubuh maira dan memainkan gundukan indah di atas sana.


"kita pergi ke rumah di ujung sana."


Tanpa mendengar jawaban dari maira Joanna langsung membawa maira sambil bergandengan tangan. Berjalan sekitar Lima menit dan masuk ke dalam rumah kecil yang hanya memiliki satu kamar.


Joanna meniduri maira dan membuka celana penutup tubuh bawah maira. Joanna membuka selaput sana dengan tangannya dan melihat dengan teliti lubang di bawah sana yang masih rapat. Joanna melihat berulang kali dan memang masih seperti perawan dan melihat darah yang keluar sedikit sedikit dari lubang itu.


"Kamu masih perawan? kamu juga sedang haid kan sayang."


"Iya mas aku rasa begitu."


"jadi kenapa kamu bilang hamil saat kita tinggal di vila."


"Siklus dan gaya haid berbeda yang membuat aku bertingkah seperti orang hamil mas."


"Mau aku kasih anak.?"


"harus nya aku kasih kamu anak mas bukan kamu yang kasih aku anak."


"Oh ya yuk kita bikin anak sekarang sayang, tapi pembuahannya besok setelah menikah yah sayang."

__ADS_1


Joanna lalu naik ke atas dan melebarkan kaki maira hingga melingkar di pinggang nya.


like, komen and votenya yah teman teman. ☺☺


__ADS_2