
Setelah acara selesai Mereka masuk ke kamar masing masing termasuk juga dengan Naim. Naim yang sudah libur Olahraga selama tiga malam membuat Aura manjanya muncul disaat Sang suami datang dan memeluknya dari belakang. Sepasang suami istri itu lalu melakukan ritualnya sebelum Bermain di atas ranjang.
Ritualnya yaitu mengajak calon anak yang akan lahir yang sekarang masih ada dalam kandungan Naim. permainan yang diawali dengan sentuhan leher itu membuat Naim tersenyum menikmati setiap sentuhan yang berikan suaminya. Naim mendesah berulang kali sampai area dibawah sana basah dan mulai tumpah.
" Kunci pintunya Mas."
" Iyah baik sayang."
Ah ah ah ah...
Naim mendesah saat dirinya diajak berbaring oleh suami dan diberikan sentuhan manis dibawah sana oleh suami yang sudah lihai dalam segala Adegan. Naim meremas Alas kasur saat lidah Suaminya telah menembus bagian dalam area sensitif miliknya.
Disaat sang suami hendak menaikinya, Naim melarang karena tak ingin anaknya kenapa napa di dalam Sana. Suaminya terus saja meminta karena sudah lama tak naik ke atas sana semenjak Naim Hamil muda. Naim tetap saja menolak karena takut anaknya kesakitan.
Karena tak ingin memaksakan kehendaknya Suaminya lalu mengangkat kedua kaki Naim ke bahunya dan mendorong rudal ke dalam sana dengan sangat pelan. Naim sempat menjerit karena ukuran yang semakin besar dan panjang. area bawah sana yang sudah mengeras dan mulai sakit membuat Naim tak kuasa menahan sakit disaat Suaminya meminta jatah padanya.
ah.. ah... ukh... uh...
__ADS_1
Naim melenguh keras sekali hingga permainan selesai. Tak satupun tersisa, semuanya diobrak abrik oleh suaminya hingga Ke Gundukan penghasilan susu bagi anaknya nanti. Suaminya memainkan bagian sana dengan sangat pelan karena tau Naim serang kesakitan karena bagian sana sedang memproduksi susu untuk anaknya nanti.
" Kita ulangi nanti lagi yah sayang, aku belom puas."
" Tapi sakit mas."
" sebentar kok sayang sakitnya."
" Tapi mas."
" Udah yah sayang nih kan juga buat anak kita sayang."
" Aku juga sayang."
" Sakit mas."
" Tahan hanya sebentar kok sayang."
__ADS_1
" Satu kali lagi yah mas."
" Dua dong sayang."
" Yasuda Iyah mas."
ham ham... ah ah ah
" Jangan tekan habis yah mas. "
" Iyah baik bos."
Naim kembali berada di bawah sana dengan tubuh Suami yang berada di atas yang tidak bisa dilarang sama sekali. Untungnya dia tidak menurunkan tubuhnya dan hanya melakukan posisi pus up di atas tubuh Naim dengan perut yang sudah mulai menonjol. Ukuran perut Naim cepat membesar dan semakin jelas.
Naim mendapatkan Kecupan indah disekitar leher dan dadanya. Maira yang jadi pengantin baru malah Naim yang mendapatkan Madu. Malam itu sangat memuaskan bagi suami Naim yang telah menahan selama tiga hari karena sibuk bekerja dan membersihkan halaman dan kebun rumah Maira. Tubuh yang sudah lelah dan menemukan istri yang selalu tertidur duluan membuat dirinya harus menahan keinginan kembali.
Berbeda dengan Lila yang setiap malam dihajar oleh wira hingga 3 ronde dalam sehari. Siang Tiga ronde, Malam Tiga ronde dan pagi Tiga ronde. Permainan nya seperti minum obat dalam sehari. Hantaman dan sentuhan yang membuat candu yang diberikan wira tak membuatnya lelah apalagi menghindar.
__ADS_1
Lila malah mengingatkan Wira ketika Wira lupa dengan jatahnya kepada Lila. Apalagi setelah Wira memotong Rambut pada bagian Bawah sana hingga botak membuat Lila semakin bersemangat dan mau lagi dan lagi tanpa mengingat waktu siang atau malam.