Antara Cinta & Luka

Antara Cinta & Luka
Bab 64


__ADS_3

Maira dan joanna menghabiskan malam yang indah bersama sambil menyeduh kopi hangat. Malam itu sangat indah dan sangat melelahkan bagi maira, Maira harus melayani sang suami yang saat itu sangat ganas di ranjang. Joanna entah kenapa malam itu tak ingin mengalah dengan maira.


Dia bahkan ingin menambah ronde namun karena melihat Maira sudah sangat lelah dan memegang perut, Joanna jadi nggak tega dan akhirnya beranjak keluar membuat kopi dan susu hangat untuk maira dan kopi untuknya. Joanna meninggalkan maira dengan tubuh masih terbujur tanpa busana. Joanna sengaja melempar jauh busana maira saat dirinya melepaskannya, karena itu maira tak beranjak dari kasur karena dia tau suaminya tidak akan suka dengan itu.


" Sayang lihat nih aku bawakan apa."


" ham wah sayang pen cake am pasti lezat."


" iya nih kan kesukaan kamu sayang."


" Am.... Makasih suamiku."


" Love sayang."


"muach."


" Sayang dikit sayang."


" no no no males wekk."


" Ayo dong sayang..."


" nggak sayang."


" ham yasudah sayang iya."


" ih ngambek nih.'


" Nggak kok sayang."


" Yasudah yok makan sayang.'


Ziz....ziz...ziz...ziz...ziz....


Ponsel Joanna berdering, maira yang menggunakan selendang biru hingga lutut berdiri mengambil ponsel suaminya, yang ternyata itu telfon dari Aluna. Joanna langsung berdiri dan mengambil ponselnya ditangan maira dan melemparnya ke kasur dengan wajah masam. Joanna merasa sangat bersalah sang pujaan hatinya karena sudah merusak hati yang seharusnya bahagia di malam indah mereka jadi pengantin baru.


"Mas kenapa nggak angkat telfonnya?"


" Nggak biarin aja sayang nggak penting."


"Mas.'


' Iyah apa sayang."


"Aku boleh nanya ngga?"

__ADS_1


"Nanya apa sayang."


" Bukannya nomernya aluna udah dihapus kenapa masih ada di ponsel nya mas?"


" Iyah tapi waktu itukan dijalan aku lihat dia dengan jiwa sedang terluka makanya aku buka lagi blokiran nomernya.'


" Kamu nggak lagi berbohong kan mas.'


" Nggak kok sayang."


Maira lalu bersandar ke bahu joanna setelah mengatakan itu,didalam hatinya tersimpan sejumlah tanya soal aluna dan suaminya yang pernah menjalin hubungan masa silam. Apa lagi joanna yang terlihat peduli sekali dengan jiwa putrinya aluna yang masih kecil. Semuanya terlihat jelas saat joanna menatap mata jiwa yang selalu tersenyum padanya.


Meski joanna memang suka anak kecil,namun tatapan joanna sangat berbeda dari orang lain pada umumnya,tatapan itu sepert tatapan seseorang ayah pada anaknya. Hati kecil maira penuh tanya,hingga dirinya tak menjawab semua pertanyaan joanna kepada dia. Lamunannya membuat Joanna semakin merasa bersalah.


"Ra, kamu kenapa sih sejak tadi ngelamun."


" Nggak mas mungkin kecapean."


" Ham yasudah setelah ini kita tidur karena besok kan mau antar ayah ke bandara."


"Oh iya mas, aku boleh sesuatu nggak"


" minta apa sayang."


"Loh kenapa sayang,kamu mau apa semuanya mas berikan."


"Ham apa yah."


"Apa sayang..."


"Minta sayang."


"Oh jadi dari tadi mikirin itu yah sayang.'


"Iyah mas,yah abisnya mas asyik lihatin pemandangan aja sih.'


"Hehehe iya maaf yah sayang.'


" Iyah mas.'


"Besok setelah antarkan ayah,kita langsung kemasi barang yah sayang karena aku udah pesan tiket untuk ke bali.'


"Yah mas kan kamu janji mau ajak aku jalan jalan dulu sebelum berangkat ke bali mas, kita juga akan lihat buk naim dulu ke rumah sakit."


"Oh iya sayang mas lupa,yasudah mas batalin dulu penerbangannya dan kita undur hingga waktu yang kamu inginkan.'

__ADS_1


"Nggak papa mas?"


" Thank you my husband."


"Iyah my honey."


"Kamu hapus dan kamu blok yah nomer aluna karena aku suka dia mas."


" iyah sayang,kamu tunggu sini yah sayang."


'Iyah mas."


Joanna pergi mengambil ponselnya di atas kasur sambil memegang sebuah kado kecil ditangan kanannya.Joanna memasukan kado tersebut kedalam bajunya,dan memberikan ponselnya kepada maira dan membiarkan maira menghapus dan memblok nomer aluna diponselnya.Joanna sengaja melakukan itu agar maira tidak menyimpan kecurigaan pada dirinya.


"Kamu hapus sendiri nomernya yah sayang.'


"Ham nggak ah mas aja.'


"Loh kenapa sayang?"


"Nggak ada,nih kan bukan hak aku mas periksa ponsel kamu."


"Yah nggak masalah sayang kita kan suami istri"


"Tapi kan mas."


"Sus..... Hapus aja sayang dan blok aja aku itukan emang salah aku."


"Ham nggak kamu aja mas."


"Sayang kamu aja yah kan kamu istri aku.'"


"Makasih yah sayang udah ikuti maunya aku.''


"Iyah sayang jangan berubah yah sayang,terus selalu ikuti aku kita harus selalu bersama meski banyak rintangan yang datang menghampiri kita."


"Mas kado tadi buat siapa?"


"Yah buat kamulah ratu pemilik duniaku."


"Terus kenapa mas nggak kasih aku?"


"Yah kamu ambil sendirilah."


Saat maira hendak mendekat,joanna menarik tangan maira ke dadanya dan...............

__ADS_1


__ADS_2