
Setelah meminum obat maita tertidur di atas lantai yang sudah dipel joanna. Tidur hanya beralaskan tikar dan bantal sudah membuat Maira tidur sangat pules. Joanna melihat Nya sangat sedih dan teringat masa lalu saat dirinya masih dengan mantan kekasihnya dulu.
Meski tak lagi ada rasa, mantan tetap pernah ada melukis kisah indah bersamanya. Jasat yang tidak ditemukan semakin membuat Joanna terpuruk dan sudah berusaha mencari hingga ke pelosok kota namun tidak ditemukan.
Hari ini kejadian itu tak akan terulang lagi dia akan menjaga wanita nya hingga maut memisahkan. Joanna sangat mencintai Maira yang anggun dan masih terjaga tubuhnya dari laki laki biadab di luar sana.
Joanna yakin itu karena dia melihat langsung tubuh bawa Maira yang masih rapat dan resek. Joanna menjaga dengan sangat baik Maira tanpa lecet sedikit pun. Meski dia tidak tau siapa ayah dari wanita yang ada di sampingnya tapi dia tau sekali keluarga Maira juga pasti salah satu orang yang termasuk kategori musuh pamannya Joanna dan juna.
Maira tiba tiba terbangun dan kedinginan yang membuat Joanna harus memeluknya hingga tertidur kembali. Maira berulang kali terbangun dan merubah arah tidur seperti orang gelisah dan sangat kedinginan.
Joanna lalu tidur memeluk Maira yang awalnya hanya duduk memeluk Maira akhirnya ikut tidur di sebelah Maira sambil memeluk hangat tubuh mungil Maira yang butuh kehangatan. Maira akhirnya tertidur hingga subuh dalam dekapan sang kekasih yang siap menjaganya.
"Apa sayang, yuk tidur lagi masih pagi sekali jika harus duduk dan berjaga."
"Tapi mas."
"Sus.... "
Joanna menutup mulut Maira dengan tangan nya dan lalu mendekati bibir Maira dan menempel dengan bibirnya. mereka tidur dengan saling berhadapan hingga terik matahari.
Tangan Joanna yang tidak berhenti menepuk punggung Maira membuat Maira semakin cinta dan menambah erat tangan memeluk Joanna saat mereka tidur saling berhadapan.
maira kaget saat mendapati Joanna yang hanya memakai bokser pendek yang menampakan junior bangun pada pagi itu. Junior yang tidak sengaja tersentuh oleh tangannya yang masih memeluk Joanna sejak malam.
"Kamu bangunin junior sayang. "
"Nggak kok mas dianya aja yang bangun sendiri."
"am kamu bohong sayang."
"Bener mas nggak bohong kok."
"iyah sayang sini aku kenalin sama junior. "
Joanna mengejar Maira yang berlari dan telah sembuh dari sakit semalam. Joanna bertanya tanya dalam hatinya apa yang membuat Maira muntah keluar busa semalam dan kenapa pagi sudah ceria lagi.
Sambil berlari mengejar Maira Joanna menemukan sedikit makanan yang sepertinya sengaja diletakan di sana. Joanna menelusuri jejak kaki yang mengarah ke arah pintu keluar masuk dari arah belakang.
__ADS_1
Trik.... trik.... trik....
suara Kaleng yang ditarik terdengar dari arah belakang, Maira dan Joanna mengecek sambil berpegangan tangan. Mereka saling menutupi wajah dengan kain kecil hingga dada. Joanna cemas jika tempat itu juga diketahui oleh musuhnya akan sangat sulit untuk mencari tempat baru lagi sebelum ke kota lain.
Dan ternyata itu adalah seorang laki laki dan seorang wanita yang seperti nya sengaja meletakan pakaian dan makanan di sana. Joanna lalu mendekati dan bertanya penyebab rumah tua nya dijadikan tempat penyimpanan makanan dan pakaian.
"Maaf Pak, buk ada apa yah mengapa kalian meletakan makanan dan pakaian disini? "
"Maaf Pak saya dan istri hanya numpang rehat saat kami d usir oleh pemilik kontrakan di ujung sana."
"Hah?? "
"Iya jadi gini mas, saya dan istri siap menikah dan tidak memiliki tempat tinggal kami sebelumnya tinggal di kontrakan di ujung sana namun tidak kuat bayar dan akhir nya kami tinggal disini di belakang rumah tuan yang tidak di kunci. "
"Yakin? "
"Iyah mas maaf yah mas, kami akan pergi jika mas terganggu."
"Tunggu, oke kalian bisa tinggal disini asal kalian bisa bantu saya dan istri saya."
"Panggil saya Bram dan istri saya Tia."
"Baik pak."
"Kalian bisa pakai Ruangan di depan sana dan ini kuncinya."
"Baik makasih pak."
"Oh iya saya mau minta tolong belikan saya makanan dan semua perlengkapan dapur saya ingin memasak untuk makan kami."
"Baik pak."
"Oh iya nama kalian siapa? "
"Saya Yuda dan ini istri saya jena pak."
Jena dan suami lalu pergi keluar untuk berbelanja makanan yang dibutuhkan Joanna dan kembali membawa makanan dan bahan masakan. Joanna membagi bahan makanan dengan mereka yang seperti nya orang baik.
__ADS_1
Jena dan suami lalu pergi membersihkan rumah yang diberikan Joanna yang lumayan besar dan lengkap fasilitas nya dan hanya kurang Kulkas dan gas yang kosong.
"Kita bisa beristirahat dengan nyaman Jena, aku dah lapar Jena mari kita makan."
"Iyah Yuda."
" Ayuk aku mau makan lapar nih."
berjalan ke arah kamar yang sudah mereka bersih kan.
"Lah Yuda ngapain ke kamar, kan kita mau makan."
"Makan siangnya disini sayang."
Yuda lalu menarik tangan Jena ke dalam kamar dan melakukan pertempuran di siang bolong. Yuda menarik ke bawah ****** ***** Jena yang hanya menyisakan dress nya saja. Yuda sengaja tidak membuka karena cemas ada yang datang saat dia di atas perut.
Yuda memuaskan diri yang sudah lama dia tahan akibat tidak ada tempat untuk bermain. Meski ada tempat pun tidak mungkin untuk bermain dikarenakan lokasi yang kotor dan sedikit sempit. Mereka masih bermain namun berdiri sambil melihat lihat orang yang datang.
Yuda naik ke perut Jena sambil mencium bibir ranum Jena berulang kali hingga akhirnya menerobos sarang nikmat yang dirindukan nya. Jena tersentak ke atas dan kebawah yang terlihat jelas dari suara ranjang yang besar.
Yuda sangat bahagia dan puas akan kenikmatan itu hingga Jena minta ampun saat Yuda ingin nambah lagi. Yuda sengaja berlama lama di atas dengan menahan cairan keluar. Yuda berhenti menghentak saat Dirinya merasakan cairan itu ingin keluar. Beralih ke arah atas Yuda berhenti sejenak dan mengulangi lagi hingga permainan berkisar setengah jam satu ronde.
Jena menahan sakit yang sangat lama ditambah lelah yang berkepanjangan. Maklum sudah dua minggu tidak mendapatkan membuat jena kembali lupa akan rasanya. Satu minggu menikah sudah di usir oleh orang tuanya. Tinggal satu bulan dengan suami yang sibuk bekerja dan slalu dihantui rasa takut ibu kontrakan akan datang yang membuatnya dan suami bisa dibilang jarang naik ranjang selama menikah.
kini mereka sudah tenang dan aman untuk berlabuh karena tempat tinggal yang aman tanpa ada yang ingin menagih uang kontrakan lagi. Jena terlihat lelah di atas ranjang tanpa perlawanan saat Yuda memainkan butiran kecil kembar miliknya.
Yuda menikmati tanpa ragu dan memuaskan dirinya saat itu. Yuda lalu pergi menutup semua pintu dan mengunci dari dalam termasuk jendela kamar mereka. Yuda menarik pakaian Jena hingga meninggalkan bra yang imut dan terbentuk montok dan padat.
Yuda menciumi Benjolan itu sambil mengatur posisi enak dan menarik tubuh Jena agak kebawah dengar posisi Yuda dalam kungkungan jena. Dengan perlahan Yuda memasukan rudal miliknya ke dalam sarang sambil mencumbu manis Jena yang hanya pasrah tanpa perlawanan.
Yuda mendesah saat semua Rudal terbenam ke dalam kolam sempit sana. Yuda memutar tubuh Jena sesuka hatinya hingga Jena membentuk nungging dan dihantam dari belakang.
Hentakan semakin keras membuat benjolan kembar Jena goyang tak beraturan. Yuda berteriak keras saat cairan terasa sudah di ujung. Yuda lalu melepas dan melarikan Jena ke kamar mandi dan membasahi tubuh istrinya dengan air dan kembali menghentak istrinya yang sedang berdiri.
Yuda lalu mengatur posisi agar Jena duduk di atas nya lalu digenjot nya sedang duduk di atasnya. Yuda dan Jena menikmati kerasa malam pertama hingga berjam jam. Jena dan Yuda lalu membersihkan tubuh dan tidur hingga larut malam.
Mohon like and vote nya yah Teman☺
__ADS_1