
Lila menggigit jari saat seluruh Batang Wira masuk ke areanya, Lila sempat mendorong tubuh Wira saat ingin melepaskan Jeratan itu. Namun apa daya Wira semakin mendorong tubuhnya ke depan hingga terbenam seluruhnya. Lila sudah lupa rasa sakit saat dirinya masih perawan dulu.
Obat ini sungguh bagus hingga Lila mantan wanita malam pun tak tau hasilnya sebagus itu. Dalam benak hatinya menyesal karena meminumnya dua kali yang membuat Wira makin ketagihan dan tak mau turun di atas sana. Biasanya Main Tiga ronde Lila nikmati tapi ini satu ronde Lila sudah lelah dan ingin berhenti setengah perjalanan.
Lila menggenggam erat Punggung Wira yang berada di atasnya. Lila menghadap ke arah kaca yang memperlihatkan Betapa buasnya Wira di atas sana yang menghabisi setengah tubuhnya. Kaki yang terbuka lebar dengan hentakan dan goyangan dari atas rasanya tak sanggup lagi menahannya.
Entah karena siap keguguran entah gimana Lila nggak tau yang jelas saat ini dia sedang menahan Perih di bawah sana yang diberikan Wira kepadanya. Lila yang biasanya mendesah kini digantikan Oleh Wira yang sedang menikmatinya di atas sana yang berulang kali berbisik manja di telinga Lila.
__ADS_1
Wira menikmati malam malam itu dengan kebahagiaan bersama pujaan hatinya. Tidak demikian dengan Maira yang ditinggalkan di larut malam oleh Joanna yang tidak tau kemana arahnya. Hari bahagianya lagi lagi dihancurkan oleh orang yang dia sayangi. Dulunya Baren dan sekarang Joanna pria yang di kira berbeda dengan yang lainya.
Sudah jam 1:35 menit Joanna tak kunjung pulang. Maira terus menunggu di atas kasur sambil mencoba menghubungi Joanna beberapa kali namun tak diangkatnya. Hari semakin malam namun Joanna belom kunjung muncul, Maira yang menyiapkan pakaian dinas untuk Joana malam itu akhirnya terbuang sia sia.
Maira yang emosinya sudah redup dan sudah siap mendengar alasan dari Joanna akhirnya merasa kecewa kembali, dalam waktu sehari sudah dua luka yang didapatkannya. Entah kenapa Rasa sakit yang ada dihatinya tak mengubah dirinya untuk pergi dan membatalkan pernikahan mereka.
Maira masih saja berniat menikah dengan Joanna hingga masih menggunakan baju dinas malam itu untuk memberi Kejutan untuk Joanna. Selama ini Maira tak pernah memakai lingerie saat berhubungan dengan Joana karena tidak mengetahui Situasinya.
__ADS_1
Maira terus menunggu hingga pukul 2:30. Saat Maira hendak ke kamar mandi, Joanna datang dan menyenggol tubuh Maira hingga terjatuh ke sudut Lemari. Joanna masuk kedalam kamar mandi tanpa mendahulukan Maira. Maira hanya duduk di atas kasur menunggu Joanna selesai.
Saat Joanna keluar, Maira yang menyapa dengan senyuman tak dilirik Joanna sama sekali. Maira lalu berdiri jalan ke kamar mandi sambil mengusap matanya yang bengkak karena menangis sejak tadi. Meski tidak terisak isak, Namun air matanya tidak berhenti sejak tadi. Maira melepaskan semuanya dalam kamar mandi karena tak tahan lagi dengan perlakuan Joana kepadanya.
Joanna menunggu Maira yang ada di dalam kamar mandi sambil memainkan ponselnya. Sayangnya Joanna hanya menunggu di atas kasur dan tidak melihat Maira ke dalam kamar mandi, Jika Joanna mau saja berjalan mungkin saja Dia tau kalau Maira sedang menangis di dalam kamar mandi akibat ulahnya.
Maira berada di dalam kamar mandi selama satu jam lamanya, dan saat hendak keluar dan menemui Joanna dan ingin berduaan dengan Joanna, Joanna sudah tertidur sambil memegang ponsel di tangan kanannya. Cahaya ponsel yang masih menyala memperlihatkan wanita yang sedang berfoto mesra dengannya. Wanita itu adalah Aluna wanita yang memeluk Joanna saat di restoran tadi.
__ADS_1
Dengan tidur disebelah Joana sambil melihat wajah Joanna Maira menangis dan memegang dadanya yang mulai sesak dengan hati yang rasa teriris pisau yang teramat tajam. Maira mencoba menahan tangisnya namun tak bisa hingga dia beranjak pergi ke depan jendela dan menjatuhkan Air mata ke pipinya Joanna dengan tidak sengaja.
Joanna sempat terbangun dan lalu tidur lagi, Setelah beberapa saat akan tertidur nyenyak kembali, Dia teringat Maira yang ditunggu di dalam kamar mandi tadi. Joanna sontak membuka ponsel yang ingin diberikannya ke pada Maira. Namun Joana menemukan hal aneh di dalamnya yaitu layar Ponsel Joanna yang sudah berada di menu awal bukan di dalam galeri ponselnya.