
Mama Mertua yang cuek.
" Ayok mas kita jalan ke depan sana mana tau Joanna ada di depan."
" Aduh lagi nih ada udah dibilang mau datang jam segini masih aja telat."
" Aduh mas jangan nambah Masalah deh, mas diam aja karena kalau Joanna dengar kita nggak akan kebagian komisi nanti."
" Iyah iyah sayang makanya buruan dong jalannya."
"Iyah nih juga udah buru buru."
" Eh nak, kenapa lama mama udah nungguin dari tadi loh sampai perut mama lapar banget sayang."
" Yasudah mah, Pak kita makan di sana dulu baru kita pulang."
"Loh kok pulang sih, Kamu nggak mau belikan mama Baju sama papah kamu baju baru dulu? "
" Iya nanti nanti kita mampir di toko baju."
" Oh Iyah Nak mama sama papah nginap di hotel aja yah, mama nggak mau ke rumah kamu nanti kalo Papa kandung kamu datang bisa bisa mama di usir lagi."
" Iyah nanti mama nginap di hotel aja."
" Oke makasih nak kamu memang anak mama yang baik."
" Ini siapa mah? "
" Oh itu anak dari papah sambung kamu namanya Erika."
" Oh gitu mah, oh iya Maira calon istri ku mah."
" Oh salam saya mamanya Joanna."
" Iyah mah."
"Saya bukan mamah mu jadi jangan panggil mama."
__ADS_1
"Iyah tante."
" Jangan tante lah gimana sih,Panggil saya Madam."
" Iyah madam."
"Mamah sekali lagi bentak Maira komisi bulan ini Aku potong yah."
" Ih kamu ngapain sih Joanna belain anak yang mau numpang hidup sama kamu."
" Maksud mama? "
" Iyah dia pasti orang udik yang mau numpang hidup sama kamu."
" Dia lebih kaya dari kita mah,Mamah jangan pandang orang dari mereknya aja pakaian yang maira pakai bisa beli gelang yang mamah pakai."
"Masa."
"Sudah sudah habisin aja makanannya mas, madam sama pak Gavin."
" Kami pernah bertemu saat berlayar ke pulau dewata bali."
" Apa benar papah kenal Maira? "
" Iyah mah, dia anak bos papah saat Papah bekerja di salah satu usaha Tekstil milik Pak wira ayahnya Maira."
" Makanya mah, jangan nilai orang dari luarnya aja sekarang mamah kan jadi malu."
" Alah palingan juga Orang kaya baru."
" Maira ayok kita pindah makan ke meja ujung sana tinggalkan mama dan keluarga kecilnya disini."
Joanna lalu pergi menggandeng tangan Maira meninggalkan Buk Nadin dan pak Gavin. Maira yang sudah mulai emosi di bawa pergi oleh Joanna yang tidak mau hati Maira semakin sakit oleh mulut berbisa mamanya. Buk Nadin menggerutu sambil memakan makanan hingga habis.
Saat dirinya hendak melirik ke arah Joanna dan Maira, Dia tidak menemukan Joanna dan Maira lagi. Joanna diam diam mengajak Maira pergi dan membayar seluruh tagihan makanan yang dihidangkan di meja Buk nadin. Maira yang sedang kurang enak badan hanya diam dan mengikuti keinginan Joanna untuk pergi yang sebenarnya perutnya masih lapar dan sakit.
" Kita mau kemana mas? "
__ADS_1
" Kita akan cari hotel untuk mama sayang."
" Kenapa mamah nggak tinggal di rumah kamu aja."
" Itu kan rumah papa sayang jadi mama nggak mau tinggal di sana."
" Papa kapan datang sayang? "
" Belom tau sayang, kita tunggu aja yah sayang."
" Iyah mas."
" Mungkin saat kita di bali papah datang sayang."
" Ham Iyah mas."
" Gimana sayang, anakmu masih nakal didalam sana."
" Nggak tau mas, bawaannya mual aja terus males ngomong."
" Ham sini Yayah gosok yah biar anak Yayah nggak bikin Bubu sakit."
" Ah mas bisa aja."
" Dia gerak sayang."
" Mana mungkin gerak sayang orang masih kecil belom ada bentuknya sayang."
" Oh gitu yah sayang."
" Iyah mas, auh jangan mas."
" Dikit aja sayang yah sayang."
" Auh jangan mas geli."
Joanna nggak berhenti menggelitik perut Maira yang sudah diangkat ke atas bajunya oleh Joanna dan menampakkan perut putih bersih milik Maira. Saat itu Joanna memberhentikan mobilnya dan bermain dengan anak yang ada dalam perut Maira.
__ADS_1