
Saat sedang asyik dengan Maira, Aluna menelfon Joanna dan memberitahu keadaan anaknya saat ini. Jiwa sudah siuman dan entah mengapa memanggil Nama Joanna dengan panggilan Dady. Aluna tidak tega mendengar hal itu dan langsung menelfon Joanna saat itu.
Disaat Mendengar ucapan Aluna, Joanna langsung menerka hal itu ke Lila ibu sambung Maira yang sangat jahat. Lila yang tidak menyukai Maira akan melakukan segala Hal untuk menyakiti Hati Maira. Joanna tak bisa menebak Segala hal yang ada dipikiran Lila saat ini yang jelas Lila adalah pelaku masalah yang saat ini datang menimpa hubungan nya dengan Maira.
" Siapa yang menelfon sayang? "
" Oh nggak ada Sayang teman aku, anaknya sudah siuman sayang."
" Siapa mas? "
" . "
" Mas kok Diam? "
" Reno sayang."
" Oh Yasudah setelah cari hotel kita lihat anaknya sayang."
" Nggak usah sayang, biar nanti aku sendiri yang pergi sayang."
" Oke mas."
__ADS_1
" Kita lanjut yah."
Joanna lalu mengemudi mobil kembali sambil mencari info hotel dekat dekat sana yang bagus dan nyaman. Joanna saat itu bingung harus mengatakan apa pada Maira yang masih mempercayai nya tanpa memendam rasa curiga sedikit pun. Satu sisi Joanna ingin jujur tapi hatinya belom sanggup menerima jawaban Maira yang bisa jadi akan pergi meninggalkan Joanna.
Maira yang terpaku pada layar ponsel nya tidak bergeming sama sekali dan sibuk mengundang teman temannya lewat sosial media. Maira juga mengundang Hawa sahabatnya saat masih duduk di bangku SMP. hawa memang beda agama dengan Maira, cara berpakaian pun sangat jauh berbeda dengan Maira.
Hawa memakai hijab selaku orang muslim. Hawa yang bekerja di bagian dekorasi Rumah mewah sering berkunjung ke Rumah Maira yang dulu sebelum Maira pindah ke tempat yang sekarang. Hawa setelah tamat Smp langsung mengambil jurusan Arsitektur dan dekorasi Rumah sesuai Impian nya.
" Oh Sayang."
" Iyah mas, ada apa."
" Kamu tunggu di sini yah, mas mau masuk kedalam untuk memeriksa kamarnya."
" Iyah mas."
" Sudah selesai mas? "
" Sudah sayang yuk pulang."
" Oh iyah mas."
__ADS_1
" Perutnya gimana masih sakit sayang? "
" Udah agak kurang mas."
" Nanti kita mampir beli susu di minimarket depan yah sayang."
" Iyah mas."
Joanna fokus menyetir mobil sementara Maira sibuk dengan Ponsel nya. Maira lalu melirik ke arah Joanna yang fokus tanpa menoleh ke arah nya sejak tadi. Maira lalu menggeser posisi duduknya dekat Joanna dan menyandarkan Kepalanya di bahu Joanna. Rasa manja dan sayang Maira untuk nya menambah rasa sakit dalam hatinya.
Joanna semakin ingin gila harus melakukan apa disaat Didepan matanya ada wanita baik dan tulus yang harus siap tersakiti oleh luka masa lalunya. Seketika matanya berkaca kaca melihat wajah bahagia Maira di kaca spion mobilnya.
" Aku bahagia banget mas, aku ngerasa lagi bermimpi aku bisa menikah dengan kamu besok. "
" Aku juga sayang."
" I love you My Juna."
" Oh I love you to my Princess."
" Selalu jaga hati yah mas dan jangan pernah ada yang ditutupi antara kita."
__ADS_1
Maira lalu mengecup kening Joanna dan menutup matanya yang saat itu sudah mengantuk. Joanna semakin merasa bersalah saat Maira ingin Dia jujur dan tidak ada hal yang ditutupi darinya sementara Saat ini Joanna sedang menyimpan rahasia besar dalam dirinya.
Joanna fokus mengendarai mobil menuju jalan pulang sambil menelfon Mamanya dan mengirim lokasi Hotel untuk mamanya. Aluna yang sudah menelfon berulang kali terpaksa di tolak oleh Joanna yang tidak ingin merusak kebahagiaan Maira saat itu. Setelah sampai di rumah Joanna menggendong Maira ke dalam kamar dan langsung pergi menuju Rumah sakit, Meninggalkan Kecupan manis di kening Maira.