Antara Cinta & Luka

Antara Cinta & Luka
Bab 52


__ADS_3

Sudah pukul 2:30 Joanna belom kunjung pulang, Maira terbangun pada jam segitu dan tidak menemukan Joanna dalam kamar tersebut. Maira pun turun kebawah setelah mengganti baju dengan baju tidur. Saat hendak turun kebawah, Maira melihat Naim dan suami yang stay duduk di sofa menunggu Joanna pulang untuk mengunci pintu.


" Loh Buk, Pak kenapa belom tidur? "


" Tuan Joanna belom datang Nona."


" Oh Yasudah buk Naim masuk aja sama bapak ke dalam biar aku yang tungguin Joanna pulang."


" Eh jangan Non, besok kan acaranya Nona, Nona harus terlihat cantik dan segar."


" Bagaimana aku bisa tenang buk, sedangkan calon suami aku masih diluar sana."


"Kamu yang tenang yah Non, Mungkin Tuan lagi ada masalah diluar sana makanya belom bisa pulang."


" Ham iya buk, Yasudah buk Naim masuk aja dulu biar aku yang tungguin Mas Joanna pulang."


" Ham yasudah Saya pergi yah Non."


" Iya Buk."


Maira mondar mandir di depan pintu sambil memegang ponsel dengan tangan kanannya. Berulang kali menelfon Joanna namun tidak ada jawaban. Maira menunggu sekitar satu jam di depan pintu namun Joanna tak kunjung pulang.


Maira yang sudah lelah berdiri sejak tadi akhirnya duduk hingga tertidur di atas sofa. Saat waktu menunjukan pukul 4:15 Joanna datang dan melihat keadaan rumah lewat sela jendela, Untungnya saat itu Naim bangun dan melihat kondisi di depan.


Naim segera membukakan pintu meski dengan jalan yang agak pelan. Dia memaksa kakinya untuk berjalan cepat agar Tuan Wira tidak terbangun. Joanna yang penuh keringat langsung masuk dan mengunci pintu Rumah yang ditinggalkan Naim dalam keadaan terbuka.


Joanna mengeluarkan air mata saat di depannya terpampang wanita yang tulus mencintainya sedang tertidur menunggu dirinya pulang di waktu yang hampir pagi. Joanna menggendong Maira ke dalam Kamar dan menyelimuti Tubuh Maira dengan Selimut.

__ADS_1


Saat Joanna ingin memeluk Maira dan mencium kening Maira, Maira terbangun dan langsung duduk mengambil kopi dan air panas yang ada di lantai bawah atau dapur. Meninggalkan Joanna yang sedang ingin menghabiskan waktu malam bersamanya.


Kamar yang sudah rapi dan indah membuat perasaan Joanna semakin merasa bersalah terhadap Maira yang saat ini akan jadi istrinya. Saat melihat ke arah jendela, Joanna melihat baju Nikah miliknya dan Maira berdiri dengan patung di sana. Baju yang sangat indah dan mahal itu akan dikenakannya untuk menikahi anak gadis seorang jenderal yang sangat perkasa.


Saat Joanna hendak memegang pakaian itu, Maira datang membawakan kopi yang diletakkan di atas meja. Dengan gerak cepat Maira mengambil Handuk dan diberikan kepada Joanna. Setelah memberikan handuk itu Maira langsung membuka lemari mengambil pakaian tidur untuk Joanna.


" Kamu nggak harus memperlakukan aku seperti raja Maira, aku ini sampah. "


" Mas bilang apa."


" Aku nggak pantes bersanding dengan mu yang sungguh luar biasa."


" Mas kamu jangan becanda mas, aku nggak mau dihari pernikahan kita kamu lari yah mas."


" Aku nggak bisa lari maira aku sangat mencintaimu dan sungguh tidak bisa kehilangan kamu."


" Kamu ingat, saat di rumah pohon kamu pernah bilang tidak akan menerima aku jika aku mencintai orang lain."


" Yah aku ingat mas, apa saat ini kamu sedang mencintai orang selain aku mas? "


" Nggak Maira, nggak sama sekali."


" Yah lalu apa masalahnya mas, apa? "


" Aku telah melakukan kesalahan besar Maira aku telah melukaimu."


" Melukai apa sih maksud mas? "

__ADS_1


" Aku telah mendonorkan darah untuk anak orang yang tidak kamu sukai Maira."


" Jiwa maksud kamu mas? "


" Yah bagus dong mas, jiwa sudah bisa sembuh sekarang."


" Dia mengira Aku ayahnya dan aku membohongi kamu dengan mengatakan kalau aku pergi melihat anak temanku padahal dia adalah anak Aluna sayang."


" Iyah nggak masalah mas, yang penting kamu nggak pernah duakan aku apalagi membagi hati dengan wanita selain aku mas."


" Dia memanggilku Dady sayang."


" Nggak masalah kok sayang, kasihan Jiwa tidak mendapat kasih dari ayahnya."


" Thank you sayang."


" Iyah sayang, sekarang mas mandi dan minum kopinya dan kita tidur karena besok jam 9:30 kita akan melangsungkan pernikahan mas."


" Iyah temani yah sayang."


"Temani ngapain? "


" Yah mandilah masa buang air."


" Yah mas jangan lah mas."


Joanna menarik tubuh Maira dan mengajak Maira mandi berdua dengan nya."

__ADS_1


" Eh gimana dengan Anak kita sayang dia nggak nakal lagi kan? "


__ADS_2