
" Sayang... kamu dimana aku bawain makanan nih, kamu makan yah."
" Iyah mas aku lagi mandi."
" Oh lagi mandi yah sayang.... "
Menyelinap masuk diam diam ke kamar mandi.
" Ah mas Joanna.... "
" Apa sayang.. "
" Jangan dong mas aku udah selesai mas."
" ulang lagi dong sayang, kan masih dalam kamar mandi."
" Gak mau. "
__ADS_1
" Mau yah sayang."
" Nggak mas. "
" Yasudah kamu cepetan mandinya karena aku ada sesuatu buat kamu."
" Apa mas."
" Nanti aku kasih tau sekalian saat ada ayah."
" Okeh mas."
Dia melihat lihat foto Dirinya bersama Maira saat acara pernikahan berlangsung. Saat sedang asyik melihat foto, Naim mengetuk pintu kamar tiga kali. Joanna langsung membukakan pintu dan menyuruh Naim menunggu sebentar karena Maira sedang mandi.
Naim lalu duduk di sofa depan kamar Maira dan Joanna. Sambil Membawakan kue kering dan Susu untuk Maira. Naim sengaja membawa makanan agar Wira tidak curiga. Naim begitu tegang saat Dirinya menemukan Lila yang sudah menyalakan bara Api dimatanya.
" Waduh Apakah Mas Joanna gagal yah lakuin misinya? "
__ADS_1
" aduh aku pasti kena pecat nih."
" Gimana bilangnya yah sama Raja kalo tau dipecat tiba tiba."
Naim terus saja melamun dan ngedumel sendiri di ruang depan Kamar Maira itu. Wajah Lila yang seram sempat membuatnya takut, namun. Untung saja datang Wira yang membukakan pintu kamar untuk Lila dan segera mengunci pintu saat Lila masuk. Pakaian Lila yang sudah robek membuat Wira heran dan merasakan sedikit kejanggalan pada diri Istrinya.
Wira melupakan hal itu sejenak, Dia langsung mendorong tubuh Lila ke atas kasur dan naik di atasnya. Tubuhnya yang hanya ditutupi handuk hingga pinggang langsung dibukanya dan mengangkat Kedua kaki Lila dan diletakkan di bahunya. Karena akan pergi besok pagi yang di undur sehari, Wira ingin memuaskan dahaganya untuk puasa beberapa hari ke depan.
Dia tidak bisa mengajak Lila karena dia akan nginap di rumah Dinas untuk beberapa hari sebelum Dia diberikan Fasilitas Rumah sendiri.Lila yang tau gerak gerik suaminya hanya Diam dan pasrah. Apalagi melihat Wira yang sudah memperlihatkan Rudal perkasa nya di depan mata Lila membuat lelah itu hilang dan berganti bahagia.
huh... ah.. ah.. ah... ah.. mas.. pelan pelan dong..
Lila mendesah di hentakan pertama yang tidak diberi penetrasi di awal oleh Wira. Wira langsung saja mendorong Miliknya ke dalam sana dengan 5 hentakan langsung terbenam. Lila menggenggam lengan Wira saat menahan hentakan demi hentakan yang dia dapatkan. Wira ingin rasa baru dari Lila dan menginginkan permainan itu hari itu juga.
Saat Cairan milik Wira ingin keluar, Wira berhenti sejenak dan memutar tubuh Lila membentuk nungging, Wira menggerakkan kembali Rudalnya di dalam sana. keluar masuk Sarang kesayangannya. Tubuh Lila bergoyang sangat kencang hingga Gundukan harus dipegang Wira agar tidak terlalu bergerak.
Beberapa saat setelah itu, Wira memutar kembali tubuh Lila dan naik di atasnya. Menggenjot dibawah sana sementara Kepalanya sudah berada di bagian Dada Lila yang cukup Besar. menikmatinya dengan sangat Lembut tanpa ada sisa. Pada menit ke 15,Cairan itu menyembur di dinding rahim Lila yang terasa sangat hangat.
__ADS_1
Dengan posisi kaki masih seperti tadi, terbuka lebar dan Ada tubuh Wira ditengahnya, Wira tenang di sana menjilati seluruh yang ada dia bagian atas itu hingga memutar tubuh Lila hingga berbentuk nungging kembali. Wira Naik dan meremas gundukan Lila dari bawah.
Wira terus memainkan tubuh di atas sana dengan lihai hingga digantikan Lila yang berada di atasnya dan dia tidur. Dengan sigap Wira mendorong Miliknya ke dalam sana Saat Lila sibuk memainkan Lehernya.