Antara Cinta & Luka

Antara Cinta & Luka
Bab 47


__ADS_3

Malam panas tiga ronde telah membuat Maira lelah sampai pagi. Jam sudah menunjukkan pukul 9:00 namun Maira belom saja bangun padahal dia janji dengan orang salon akan datang pada pukul 9:30 pagi. Alarm berbunyi tiga kali namun tak membuat Maira terbangun, Maira malahan mengganti Gaya tidur nya dengan memeluk Joanna yang membelakanginya.


Joanna terbangun saat dirinya merasakan pelukan hangat dari belakang. Joanna langsung mengambil Ponselnya yang ada di meja yang letaknya di arah tempat tidur Maira. Joanna menjangkau ponsel itu sambil memberi kecupan di bibir Maira.


"Aduh sayang udah jam sembilan kita kan janji mau nyalon sayang."


"Am mas aku masih ngantuk mas."


"Ayok dong Ra, nanti kita telat lo kamu kan janji mau temani aku ke bandara jemput mama."


"Lima menit sayang."


"oh lima menit yah sayang, Oke."


"Ah mas Joanna jangan."


"Masih nggak mau bangun aku tambahin nih."


"Iyah aku bangun mas aku bangun."


"Gitu dong."


Joanna menekan jarinya ke bawah sana yang membuat Maira terpaksa duduk dan mandi berdua dengan Joanna. Mereka masuk kamar mandi berdua memakai Handuk secara bersamaan. Joanna Menatap satu persatu lekukan tubuh Maira yang berada di depannya tanpa ditutupi sehelai benang.


Joanna mencoba mendekat memeluk Maira dari belakang dan dua meremas gundukan yang melekat di tubuh Maira. Memberi sensasi hangat pada leher Maira yang terbuka. Joanna dan Maira saling menikmati peran itu hingga setengah jam lamanya.


"Apa yang semalam masih sakit! "


"Sedikit mas."


"mau Nambah lagi? "


"Nggak mas."


"Kenapa sayang? "


"Kita kan ada acara hari ini mas."

__ADS_1


"Oh iya sayang."


"Mas kamu semalam pakai pengaman? "


"Selalu sayang."


"Kok masih sakit? "


"Yah kan baru sayang jadi masih sempit."


"Kenapa mas masih pakai? "


"Kalo nggak dipake nanti kamu hamil gimana sayang. "


"Iya sih mas. "


"Iya aku masih mau kita hidup berdua aja dulu sayang sampai kita siap gendong anak dan ngurus nya berdua sayang."


"Jadi kita pakai pengaman terus dong mas mainnya."


"ham gitu yah mas."


"Iyalah sayang, Tapi kalo udah ditahan tapi hasilnya jadi yah kita gak boleh nolak sayang."


"Iya sih mas."


"Iya apa sayang iya mau di tambah nih gerakannya."


"Ham jangan mas."


"Kan yang ini sayang nggak bakal sakit juga kok."


"Ah ah ah mas."


"Enak kan sayang sentuhan Jari jemari Suamimu."


"Kerasa di pijit sayang."

__ADS_1


"Iyah pijit plus plus sayang."


"Iyah mas."


"Sudah pakai handuknya dan siap siap buat ke salon sayang."


"Iyah mas."


"Mau dipasangin juga nih handuknya."


"Nggak usah mas."


Maira lalu keluar duluan meninggalkan Joanna yang masih membasahi badannya dengan air. Selama Joanna minta jatah, Maira tak berhenti memberi badannya sabun dan membasahi badannya dengan air shower. Makanya Maira cepat siap sedangkan Joanna belom.


Saat Joanna siap, Joanna melihat Maira yang sudah rapi dengan rambut Di kuncir ke atas melihatkan lekukan leher yang seksi dan putih bersih. Memakai Dress berwarna Abu abu hingga lutut dan tas putih. Riasan yang natural menambah kecantikan Maira apalagi dimata sang pujaan hati yang sejak tadi menatapnya penuh cinta.


"Kamu ngapain berdiri di sana mas? "


"Kamu sungguh cantik Sayang." mendekat dan mencium kening Maira.


"Ah mas bisa aja, jangan terlalu memuji mas nanti aku jadi terbiasa dan jangan suka liatin aku sampai bosan nanti kamu gampang minta gantinya."


"Nggak akan sayang aku nggak akan pergi apalagi lari dari kamu."


"Mas janji? "


"Janji sayang, tapi jangan berubah jangan pernah mendengar hal tentang ku yang membuatmu terluka, tanya baik baik sama aku dengarkan alasan dan pendapat aku baru kamu bisa menilai baik buruknya aku."


"Iyah sayang kamu juga gitu yah sayang."


"Iyah sayang kita saling jaga yah saling menguatkan bareng bareng dan jangan ada yang percaya sama omongan orang diluar sana tentang kita."


"Iyah sayang."


"I love you sayang. "


"I love you more"

__ADS_1


__ADS_2