Antara Cinta & Luka

Antara Cinta & Luka
Bab 66


__ADS_3

"Aduh mas lukanya parah mas,gimana ini mana P3K ketinggalan di mobil yang dipakai pak edward lagi."


"Nggak papa sayang nih cuma luka kecil dikasih handiplas juga nantinya sembuh."


" Ham tapi mas."


"Suf udah yah yok beresin barang bawaan kamu nanti ayah keburu berangkat lagi kita kan juga mau bungkus kado hadiah perpisahan buat ayah sayang.'


" Tapi lukanya mas."


" Luka nggak nih nggak seberapa ketimbang luka yang telah kuberi kepada kamu maira sayang."


" Ham yasudah mas aku pake bedak dan kita turun kebawah yah sayang."


" Iyah sayang kita berangkat jam 9 nanti jam keberangkatan di undur karena ada halangan perjalanan."


" Kamu tau dari mana sayang?"


"Lah kan aku yang bantuin ayah pesan tiket sayang,udah kamu nggak usah dandan gini aja udah cantik kok istri abang."


"oH abang yah abang..."

__ADS_1


"Iyah sayang dipanggil abang juga seru deh."


" Ham yasudah panggil abang aja."


" mueheheh."


Joanna lalu menggandeng tangan maira menuju lantai bawah sambil berbincang soal kado untuk ayah. Maira yang sejak tadi merasakan sedikit keanehan pada perutnya akhirnya meminta joanna untuk menggendongnya melewati tangga rumah. Meski dengan kaki yang sedikit nyeri, Joanna mengikuti kemauan istri tercinta dan menggendongnya hingga pintu luar.


Joanna terus saja menatap mata maira yang jernih dengan riasan sederhana diwajahnya. Maira yang tidak menggunakan bedak begitu cantik hingga membuat joanna pangling bukan main. Joanna mengajak maira naik motor agar bisa menikmati udara pagi yang sejuk itu.Tanpa malu maira memeluk pinggang joanna dari belakang sambil menatap wajah sang suami yang sedang mengendarai motor.


Motor vespa tua itu dikendarai joanna sangat pelan karena takut bayinya sakit. Joanna juga tak lupa memegang perut maira berulang kali memeriksa keadaan maira yang tadinya merasa sakit. Ketulusan cinta itu terlihat nyata dimata mereka yang sedang berbahagia diterpa haura panas dari orang jahat yang ingin merusak hubungan keluarga kecil mereka.


Dan saat hentak mengambil barang yang sama,Aluna tiba tiba mendekati joanna yang langsung dibatasi oleh Maira yang berpura pura tidak melihatnya. Jiwa yang sedari tadi melihat joanna selalu dihalangi maira dengan tubuhnya agar joanna tidak melihatnya. Maira begitu marah hingga rasa sayangnya kepada jiwa berubah jadi benci kepada jiwa.


" Bang yok bayar bang."


" Iyah ayo sayang."


memeluk dan mencium pucuk kepala maira sambil berjalan untuk memanaskan aluna.


" Mama kok papa nggak sapa aku?"

__ADS_1


" Nggak sayang papa lagi sibuk sama temannya lagi butuh bantuan papa sayang."


Aluna mendekati meja kasir yang di sana juga ada maira dan joanna. Aluna sengaja mendekatkan tubuh jiwa ke joana namun selalu dihalangi oleh maira dengan pegangan erat pada tangannya. Maira sengaja membuat aluna kesal atas apa yang telah diperbuatnya.


" Daddy lagi bantuin tante maira belanja yah."


" Siapa yang kamu panggil daddy nak,suami saya belom pernah punya anak tuh."


" Kasian anaknya bapaknya kemana mbak,kok panggil daddy sama suami orang sih malu nggak tuh." kata seorang kasir yang sedang melayani.


" Oh mungkin nggak punya bapak ayah kali mba,anak jualan tempe kali." kata seorang tamu yang datang mengantar barang ke toko itu.


" Ih kasian mbak dicari tuh bapaknya,kenapa nggak di gugurin aja dulu pas hamilnya kan jadi kasia lahir tanpa bapak.


" Suami saya teman ibunya makanya tuh anak panggil suami saya dengan panggilan itu,ditambah lagi suami saya juga bantu donor darah untuk dia karena kasian eh malah disangka suami saya bapaknya."


" Oh gitu yah mbak."


" Iyah mbak.yasudah saya duluan mbak."


Maira lalu pergi dengan joanna sambil bergandeng mesra. Joanna terus saja menatap jiwa yang terlihat sedih karena ucapan orang orang tadi. Joanna ingin mendekati jiwa namun dia tidak bisa karena tidak ingin membuat maira terluka lagi. Joanna mencoba melupakan kejadian tadi sambil mengajak maira bercanda di atas motor tuanya.

__ADS_1


__ADS_2