Antara Cinta & Luka

Antara Cinta & Luka
Bab 29


__ADS_3

Maira masuk rumah dengan hati gembira dan deg degan, Dia amat sangat merindukan Ayahnya namun sekarang dia juga lagi takut kalau ayahnya tidak memberikan Restu untuk hubungannya dengan Joanna. Maira menelisik ruangan kamar ayahnya yang penuh dengan Perlengkapan make up wanita. Maira terduduk Lesu di sofa kamar ayahnya.


Joanna menghampiri dan menarik tangan Maira ke luar kamar dan duduk di ruang tamu menunggu Wira kembali. Maira tiba tiba berdiri dan memanggil Ayahnya, namun Joanna langsung mengatakan kalau Dia bertemu Ayah Maira di depan gang komplek tadi. Maira langsung berlarian keluar saat Dia mendengar suara ayahnya yang sedang tertawa bersama wanita yang tak asing baginya.


"Ayah... "


"Iyah nak, kamu udah pulang sini peluk Ayah."


Wira mengembangkan tangannya memeluk sang buah hati yang sudah remaja. Wajah bahagia terpancar saat Wira memeluk Maira dengan penuh kasih sayang. Joanna pun mendekati Wira dan memberikan Salam hangat beserta bingkisan kecil yang sengaja dibelikan untuk Wira.


Wira lalu mengajak Maira dan Joanna untuk masuk kedalam Rumah. Sambil melepaskan Rindu, Wira mengajak Maira dan Joanna untuk Makan di ruang Tamu dengan menu yang disiapkan oleh Lila sebelum Wira bangun tadi pagi. Ada juga menu yang dibuat oleh Naim namun selalu di bantah oleh Lila yang tidak mau Wira memakan masakan orang selain dia.


"Ayah, kok menu nya beda dari biasanya."


"Beda gimana kan biasanya Mas Wira juga makan ini." Lila menjawab dengan nada tinggi.


"Kamu jangan pernah bentak anak saya." Wira menjawab sambil memukul meja.


"Tapi mas."


" Sudah." Wira lalu merangkul tangan Maira dan lalu pergi.


Lila sakit hati dengan perlakuan Wira kepadanya yang berani mempermalukan dirinya di depan anak dan calon Menantunya. Lila menatap sinis ke arah Joanna yang dengan santai menyantap makanan yang dibuat Naim. Dia mengikuti kata hatinya untuk memakan makanan yang menurut dia bukan masakan Lila.


Dan pada saat enak makan, Wira memanggil Joanna untuk duduk di ruang depan sambil menyantap sarapan pagi yang dibelinya di luar tadi. Makanan yang seharusnya diberikan kepada Lila sekarang malah dimakan oleh anak dan menantunya. Wira lalu memanggil Lila dari Ruang tersebut untuk duduk disebelahnya.


Lila datang dengan pakaian yang semua laki laki tertarik untuk melihatnya. Wira tercengang dan mengalihkan pandangan dari sana. Setelah berpikir panjang, Wira akhirnya membatalkan pernikahan Resmi mereka karena tak mau menyakiti hati maira. Wira lebih memilih menjalin hubungan seperti ini saja hingga dia kembali mengubah jalan otaknya.


"Iya ada apa mas." Lila


"Kamu duduk dulu yah, duduk di sebelah Joanna." Wira


" Dia siapa ayah? " Maira


"Aku Ibu tiri kam Maira." Lila.


" ham." Maira.


"Kami nikah sirih enam tahun yang lalu dan hampir memiliki anak namun pergi sebelum dilahirkan."

__ADS_1


"Iyah yah mas aku sangat sedih sekali." Lila mengeluarkan air mata buayanya.


Wira lalu berdiri dan mengambil tangan Lila disampingnya. Dengan ragu dan sedikit marah karena telah berbicara kasar kepada anaknya Wira semakin berat hati untuk menikahi Lila secara resmi dan memilik untuk melanjutkan hubungan diam diam itu.


"Pak Wira, sebelumnya saya minta maaf karena saya lancang ingin menikahi anak gadis bapak dalam waktu dekat ini." Joanna memberanikan diri.


"Menikah? "


"Iya pak."


" Saya belom siap."


"Beri saya waktu untuk membuktikan bahwa saya sangat mencintai anak bapak."


"Oke saya kasih waktu satu bulan untuk itu sebelum saya berangkat ke luar negeri."


"Oke Terima kasih pak."


Maira lalu berdiri dan menolak usulan itu dan tetap ingin menikah dengan Joanna dalam waktu dekat dan segera pergi dari rumah itu karena tak ingin serumah dengan Lila.


"Aku tak setuju dengan usulan ayah aku Mau menikah dengan Joanna sebelum Ayah pergi."


"Itu tidak mungkin sayang."


"kamu belom kenal dia sayang."


"Aku sudah cukup mengenalnya Ayah dan aku ingin Ayah nikahkan aku dengan Dia."


"Ayah pikirkan dulu hingga ayah bisa beri kamu restu."


Wira lalu pergi ke dalam meninggalkan Joanna dan Maira di luar. Dan saat Melirik ke belakang Joanna melihat Lila yang mengikuti Wira sambil memegang pinggang Wira dengan tangan kirinya. Lila yang begitu Seksi membuat Mata Joanna tak berhenti mengedip.


"Kita perang sekarang yah sayang."


"Ah mas nggak tahan lagi yah."


"Iyah sayang."


"Kenapa mas nggak jadi nikahi aku secara resmi? "

__ADS_1


"Kamu kan tau aku tak semudah itu menikahi wanita Lila aku nggak mau kalian hidup menderita."


"Tapi mas."


" Sudah kamu diam saja aku kan nggak berpaling jadi kamu jangan protes."


Wira lalu menggendong Lila ke atas dan meleset ke atas kasur sambil membuka Buah baju Lila yang menutupi Gunung kembar yang super gede. Sambil memainkan Lidahnya Wira juga membuka kancing Bajunya dan menarik baju kimono milik Lila ke atas hingga Lila bugil.


Wira langsung saja menyusup ke dalam Sarang Lila dengan hentakan yang membuat Lila tak sempat menahan suaranya. Lila yang berada dibawah lalu Naik ke atas tubuh Wira dan mengambil Alih memainkan peran di atas sana dengan lihai. Setelah beberapa menit membiarkan Lila berada di atas, Wira pun kembali duduk dan mengambil perannya kembali dengan menahan tubuh Lila dengan Bantal dan menghabisi Lila dengan posisi tubuh Lila duduk dan sedikit memberatkan badan ke belakang.


Lila mendesah keras saat Tangan Wira menggapai Gundukan yang bergerak tak berirama. Kasur yang ikut bergoyang tak henti henti berbunyi yang membuat Maira dan Joanna yang hendak Naik mendengarnya dan lalu melihat adegan itu dengan mata telanjang.


Wira lupa menutup pintu yang akhirnya ditonton oleh anaknya sendiri. Maira yang sedang tinggi nafsunya tak merasa jijik dan malah melihat Ayahnya bertempur dengan Wanita itu meski hanya sebentar. Maira lalu turun kembali dan lebih memilih Duduk dari pada menahan hasrat yang nantinya tak bisa ditahannya.


Ah huh ham ah


"Lagi mas."


"Oke sayang."


Wira mengeluarkan suaranya saat Lila menarik lehernya menjilatinya sambil menggerakkan milik Wira dibawah sana. Lila lalu berbaring dan di goyang Wira dari atas. Wira sengaja tak naik ke atas tubuh Lila dan memilih Duduk dengan lutut mengumpulkan tenaga menghabisi Sarang Lila. Setelah beberapa menit bermain, Cairan Wira keluar di luar tubuh Lila.


Untungnya Lila tak mengetahui dan hanya Terkulai lemas di atas ranjang dengan kaki masih terbuka lebar. Wira pun melemparkan Obat untuk Lila tak menurutnya sudah mulai longgar dan tidak resek lagi. Lila menutupi satu hal dari Wira semalam saat Wira meninggalkannya di rumah sakit.


Setelah mandi dan mengganti baju Wira turun kebawah dan mengajak Surat surat Miliknya yang akan ditandatangani oleh Maira selalu anak tunggalnya. Di depan Joanna Wira memberikan semua hartanya untuk Maira jika suatu saat nanti dia pergi atau meninggal dunia. Maira menandatangani dan menyimpan surat itu dalam Tas yang ada di tangannya saat itu.


Wira mengajak Lila, Joanna dan Maira berlibur ke Pulau untuk merilekskan otak agar tidak stress. Joanna pun setuju dan akan pulang mengambil barang yang akan dibawanya besok. Maira pun setuju yang terlihat jelas di senyuman manisnya. Saat sedang berbincang-bincang, Lila turun dengan wajah lemas dan kecapean.


"Kamu di atas aja Lila."


"Aku mau ikut kamu mas."


"Ikut kemana Lila."


"Liburan yang mas bilang sama Maira lah masa kebun binatang."


"OH iya Maira gimana kalau kita liburan ke Rumah nenek kamu aja sekalian kamu minta restu untuk pernikahan kalian."


"Ide bagus ayah."

__ADS_1


Maira pun mendekati Ayahnya dan memeluk sangat erat hingga Lila yang disebelah Wira jadi cemburu dan kesal. Lila menarik Tubuh Wira saat Dirinya sudah tak tahan melihat Suaminya dipeluk oleh anak tirinya. Wira dengan spontan menepis tangan Lila dengan wajah kesel yang dilihatkan ke Lila.


Like, komen yah Teman teman☺ semoga kalian suka


__ADS_2