Antara Cinta & Luka

Antara Cinta & Luka
Bab 14


__ADS_3

Wira Dikta ayah dari Maira Natusia. Seorang Ayah yang selama ini memiliki jabatan tinggi tanpa noda sedikit pun ternyata memiliki simpanan belanjaan yang selama ini dibawanya kemana pun dia pergi.


Wanita yang berumur 3 tahun di atas Maira itu dijadikan Wanita nya selama enam tahun ini. Dinikahi secara sirih agar orang dan Maira tidak mengetahui status pribadinya. Lila nama wanita itu,dibesarkan oleh lingkungan yang begitu bebas dan kotor membuatnya merasakan itulah hidup yang sebenernya.


6 tahun di sewa wira tidak membuatnya miskin harta apalagi harus menggoda ganti pemain setiap harinya. Lila di dapatkan wira saat wira sedang berlayar menghabiskan waktu jenuhnya dengan pekerjaan. Tempat wisata pantai bali mempertemukan mereka hingga saat ini.


Wira tidak mencintainya sama sekali namun tidak mau melepaskan hingga saat ini. Entah apa yang diinginkan wira dari nya. Entah itu fisik yang cantik atau hanya sekedar malas mencari yang lebih baik lagi.


Jendral itu takut akan diketahui orang lain bahwa dia mempunyai simpanan tanpa dinikahi. Meski sekarang sudah dinikahi namun baru berjalan beberapa bulan ini dan sebelum nya hanya sebagai wanita belanjaan saja.


Lila yang setiap hari melayani hasrat wira dan semua kebutuhan wira di maldives membuat rasa cinta mulai tumbuh apa lagi saat ini sudah dinikahi meski hanya sirih Oleh wira. Lila merasa Wira sudah berubah jadi baik kepadanya.


Wira yang ditemuinya dulu selalu kasar padanya apalagi saat menginginkan makan Madu kini sudah mulai berubah jadi lembut dan tidak kasar lagi saat meminta bermain jatah. Dengan gerakan dan sentuhan lembutnya telah membuat Lila jatuh cinta dan mulai ingin memiliki wira seutuhnya.


" Wanita kau dimana. " Wira yang bangun tak melihat makanan tersaji di atas meja.


"Aku lagi mandi mas."


Mendengar itu wira langsung membuka lebar matanya dan berjalan sambil tersenyum nakal. Wira dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi yang tidak kunci. Wira memang tak pernah mengizinkan lila untuk mengunci pintu apapun saat berada berdua di rumah. Wira membuka kancing celananya dan mendekat.


" Wanita ku sangat wangi hari ini. " meraba


leher Lila yang dibasahi air sambil memberikan kehangatan dititik sana dengan bibirnya.


Am... mas.


Suara Lila keluar indah saat wira menyentuh bagian sensitif di bawa sana dengan jari jemarinya. Wira menerobos sarang itu dengan jari telunjuk kirinya. Hal itu membuat Lila mendesah dan menggigit bibir menahan sentuhan nikmat yang tercipta.


"Ah.. mas wira yang pelan dong."


"Iyah baby."


ham... am... hah..


Lila mendesah dan melenguh setiap jari itu menerobos ke dalam hingga basah sejak tadi. Lila mencoba beranjak ke depan yang langsung di sambar oleh Wira dari belakang. Wira langsung mendorong bagian ujung bawah ke tubuh belakang Lila yang mulai sempit.

__ADS_1


Lila menggenggam erat lengan wira menahan sakit yang diciptakan Wira. Lila tidak tahu wira akan menerobos di sana dia hanya pasrah karena sesuai kesempatan Lila harus menerima konsekuensi dan perlakuan Wira padanya.


Wira semakin menambah laju pergerakan Potong kayunya, Lila semakin mendesah semakin membuat Wira melaju maju dan mundur memotong kayu berlobang itu. Lila dan wira lalu saling berhadapan hingga wira harus menggendong Lila yang masih bertaut erat dengannya.


Satu dua tiga....


Wira membenamkan kayunya tepat di bagian lobang nan indah dan bikin ketagihan. Sudah tak lama merasakannya wira Jadi bersemangat hingga melakukan dua ronde di kamar mandi tersebut.


Setelah bermain, Wira menggosok punggung Lila hingga seluruh badan dengan sabun. Wira juga ikutan mandi hingga mereka berdua mandi bersama. Wira lalu menggendong Lila ke dalam bak tempat mereka biasanya berendam berdua.


Wira melumuri tubuh lila dengan busa sabun dan mengusap lembut bagian yang sedikit kotor. Setelah sekian menit berendam wira lalu menggendong Lila ke atas ranjang tanpa sehelai benang. Meletakan lila di atas ranjang tanpa bergerak.


Wira tak memberi jedah sedikit pun untuk Lila memakai baju. Dia langsung Naik perut setelah meletakan Lila di atas kasur. Naik secara perlahan dan dengan rayuan lembut. Mainan yang biasanya menggunakan Pengaman di permainan pertama sekarang bebas tanpa pengaman.


"Sarungnya aku gak pakai yah Wanita."


"Am.. "


"Sekali kali boleh lah kamu bisa jongkok atau telungkup setelahnya."


Wira lalu mengatur posisi dan menekan tombol masuk dengan lancar meski ada hambatan di awal perjalanan. Jalanan gua yang sedikit kecil dan sempit sempat membuat Wira berteriak dan hampir ingin melepas keluar. Wira sempat menarik keluar dan akhirnya mengulang kembali dengan bantuan cairan pelumas alami.


Wira melepaskan kaitan itu dan tidur disebelah Lila yang terlihat sangat lelah setelah bertempur tadi. Mulai dari belakang hingga depan yang di bor habis habisan oleh Wira membuatnya capek dan ingin beristirahat sejenak jika bisa.


"Wanita ku kamu minum ini yah."


"Apa itu mas? "


"Sudah kamu minum aja."


Wira harus menunggu hingga 15 menit baru bisa berekreasi kembali melewati lembah dan gunung kembar. Sambil menunggu waktu, wira bermain terlebih dahulu disebelah Lila dengan hiburan TV yang mulai membuat Lila semangat tempur kembali.


Wira menempelkan bibirnya ke leher Lila yang seksi dan sedikit bekas bekas atas cintanya. Sambil menunggu Wira memainkan semua miliknya tanpa meminta izin kepada Lila. Mulai dari Bibir yang ranum hingga ke gunung kembar jumbo tanpa batas hingga menekan nekan tombol di bawa sana dengan jari jari nakalnya.


"Mas, apa kau mencintai ku? "

__ADS_1


"Mengapa aku bertanya seakan aku menyukaimu"


"Aku suka kamu mas."


"Aku tidak wanita."


"Am yasudah aku tidur dulu mas."


Lila tidur dengan rasa tak bersalah yang membuat Wira kecewa dan akhirnya juga ikutan tidur disebelah Lila. Wira berniat untuk melakukannya besok pagi dan mengambil izin untuk tidak bekerja.


Maira



Joana



Aluna



Lila



Wira



Juna



Baren

__ADS_1



Vote, like and komen ya Guuyss maaf sering telat post, karena saya banyak kerjaan ☺


__ADS_2