Antara Cinta & Luka

Antara Cinta & Luka
Bab 68


__ADS_3

Joanna mendorong maira hingga dekat motor tuanya, sambil menyapa para gadis yang lewat, joanna membantu maira untuk berjalan melewati tangga rumah sakit. Setelah itu,joanna mengantarkan kursi roda ke tempat semula. Joanna begitu terlihat bahagia dengan keberadaan anak bayi yang ada dalam perut maira, sehingga dia berhentinya mencium pipi maira.


Sepanjang jalan dia tak berhenti membuat maira marah dan cemburu, mulai dari menggoda wanita yang dihampirinya sampai memberi senyuman manis yang membuat para wanita cantik tersenyum manis. Wanita wanita yang dihampirinya tersenyum manis dan setiap melihat ke arah maira terkejut karena tersadar kalau joanna sudah ada yang punya.


Karena kesal maira menghampiri joanna dan menarik telinga joanna di depan orang rame. Joanna hanya tersenyum dan meletakkan tangannya di bahu maira. Sambil melambaikan tangan ke para gadis kampus yang ditemuinya, joanna melempar senyum ke arah maira karena ingin melihat wajah cemberut karena cemburunya maira.


" Hay manis.."


" Hay juga tampan."


" Apa kabar manis.."


" Oh baik ganteng."


"Ih.. Abang genit..."

__ADS_1


Maira menarik telinga joanna kembali dan menyalakan motornya, joanna terpaksa mengendarai motor karena sepertinya maira sudah ngamuk. Joanna terus saja mengganggu maira di atas motor sampai ditertawai oleh polisi yang sedang bekerja di jalan raya.


"aduh abang..."


"Yah aku kan jadi malu."


" Ngapain harus malu sayang."


" Yah abang kan lihat polisi itu tertawai kita."


" Ham iyalah sayang."


" Ham kita beli basreng dulu yah sayang buat camilan di atas mobil,kita pesan dan nanti pas mau ke bandara kita singgah disini lagi buat ngambilnya."


"Ham bagus juga idenya bang."

__ADS_1


" Oh siapa dulu dong joana."


saat joana dan maira belom datang,wira dan lila menghabiskan waktu mereka karena akan berpisah lama. Wira sudah memaafkan lilla begitu juga dengan lila yang berjanji tidak akan mengganggu rumah tangga maira dan joanna lagi. Wira mulai memuaskan hasratnya dengan mendorong tubuh lila ke dinding dan mendorong rudal kedalam sana dengan posisi nungging.


Lila nungging dengan menahan tubuhnya di tembok dekat jendela. Gerakan maju mundur yang dilakukan wira membuat suara ******* lila tak beraturan apalagi Wira yang tidak menahan sedikit pun rudalnya masuk kedalam sana ditambah lagi dengan hentakan keras yang membuat Lila berteriak berulang kali.


Ah..ah..ah..ah..ah..auk mas pelan dong ma..ah..ah..ahh...ahh.


Setelah semua cairan keluar,wira menggendong Lila untuk duduk di atas meja dekat ruang makan mereka yang ada didalam kamar. Lila duduk di atas meja itu sementara Wira mendorong miliknya kedalam sana dengan posisi Lila terkangkang dan bergantung di besi jendela yang mengarah ke pesawahan tetangga.


Lila meremas rambut Wira karena menahan sakit yang dilakukan Wira tanpa sentuhan dari luar terlebih dahulu. Wira langsung saja mendorong rudalnya dalam kondisi area Lila masih kering. Akibatnya area Lila merah dan luka di bagian luarnya. Meski Lila dulu sering mendapatkan perlakuan itu,namun semenjak dengan wira tidak pernah lagi karena Wira bermain dengan lembut dan diawali dengan sentuhan atas yang membuat hasratnya timbul.


Wira menarik dan menggigit gundukan Lila secara bersamaan dengan genjotan nakal dibawa sana yang buat gaira nya naik. Tubuh Lila berguncang keras dan bersuara lembut yang tercipta oleh suara meja yang mendapatkan gerakan dar gerakan tubuh Wira dan Lila. Suara Lila semakin terdengar jelas apalagi saat Wira menghentak kedalam rudal miliknya.


Sudah mas aku nggak kuat lagi ah..ah ah ah ah ah ah auh mas udah mas.

__ADS_1


__ADS_2