Antara Cinta & Luka

Antara Cinta & Luka
Bab 30


__ADS_3

Perang Tanpa batas.


Malam itu hujan begitu deras, Joanna tidak bisa pulang karena jalan menuju rumahnya ada pohon tumbang yang butuh waktu lama untuk memindahkannya. Joanna menunggu begitu lama ditemani Maira dan Wira di Ruang tengah.


Maira menyuguhkan Makanan dan secangkir Kopi untuknya, Suasana Rumah begitu adem dengan perlakuan baik Wira dan Maira kepada Pembantu di rumahnya. Saat Maira ke depan membawa kopi untuk Joanna dan Wira, Maira juga mengajak Naim dan suaminya untuk ikut gabung bersama mereka di ruang tengah.


Naim tak seperti Pembantu di sana, terlihat dari cara duduk dan sapaan yang diberikan untuk Wira. Terlihat santai dan seperti seorang teman. Wira yang duduk di kursi menjawab dengan santai sambil menyuguhkan Kue di atas meja. Kue yang dibeli Joanna sebagai bingkisan tadi.


Joanna diperlakukan dengan baik di sana, tidak ada hal yang membuatnya ragu kecuali Lila yang telah menjadi bagian dari keluarga itu. Joanna terus saja menatap ke atas melihat lihat Lila yang tiba tiba saja turun kebawa. Joanna merasa tak nyaman akan keberadaan Lila di sana.


" Uda Joanna kamu tidur disini saja, lagian besok kita juga akan pergi liburan. kamu juga butuh latihan untuk Tinggal disini bersama kami."


"Saya mau Maira ikut dengan saya pak, Kami sudah mencari tempat tinggal yang tak jauh dari sini pak. "


"Dimana? "


"Daerah anggrek Blue Eyes pak."


"Vila."


"Yes."

__ADS_1


" Ham kapan kalian akan melangsungkan pernikahan? "


"Kalau bisa segera pak, karena saya tak ingin Maira di ambil orang."


"Haha yah nggak mungkinlah Maira tak mudah mencintai orang saat ada cinta dalam hatinya."


"Ham begitu yah pak."


"Apa yang bisa saya pegang dari kamu agar Anak saya aman denganmu."


"Ambil nyawa saya jika suatu saat Bapak menemukan saya selingkuh dibelakang Anak bapak."


"Saya sangat mencintai Maira, tanpa bapak minta pun saya akan menjaga Maira orang yang sangat saya cintai. Mungkin kata kata tak mampu meluluhkan hati bapak, namun Bapak akan tau bagaimana Saya mencintai anak bapak melebihi Cinta saya untuk diri saya sendiri. Saya akan perlakukan Anak bapak seperti Ratu yang tinggal di sebuah istana sederhana yang disewa dalam waktu yang tak tau sampai kapan, namun Saya akan menjaga hati dan kehidupan Anak bapak sebisa saya karena saya, mencinta anak bapak tanpa syarat dan mengenal tahta bapak."


"Apa pekerjaan Ayahmu, ibumu dan apa pekerjaan kamu yang bisa menunjang kehidupan anak saya. "


"Sebut saja saya anak yatim piatu yang tak memiliki Orang Tua, karena Keluarga saya sama sekali tak memperhatikan Saya dan hanya meninggalkan Harta untuk saya kelola hingga saat ini. Saya memiliki Mall, pabrik tekstil dan beberapa tokoh baju yang lumayan terkenal."


"Saya selama ini tak pernah memperhatikan keinginan Maira tanpa diberi Tau oleh pembantu yang selalu setia menemani Maira. Saya yang membesarkan Maira seorang diri membuat saya lupa akan hal yang harusnya Maira dapatkan. Saya selalu berusaha membahagiakan Maira namun saya gagal saat usianya sudah mulai menginjak Remaja seperti sekarang ini. Saya sudah mulai lupa akan tanggung jawab saya untuknya dan sibuk memikirkan Dunia saya sendiri. Saya yang sudah lama menduda jadi gila Wanita saat hal yang dulu Ibu Maira berikan, kini saya dapatkan dari wanita yang bernama Lila."


"Maaf sebelumnya pak, Kalau saya boleh nanya bapak dapatkan Dia dari mana? "

__ADS_1


"Dia dulunya Saya temukan duduk di pinggir cafe saat saya hendak mengajak Maira dinner di sebuah Cafe."


Hati Joanna menggebu saat Wira menjawab dengan santai dan seperti menutupi hal yang menurutnya Joanna tidak mengetahuinya. Joanna terus mendengarkan Wira bercerita hingga tak terasa waktu sudah larut malam. Wira akhirnya menyuruh Joanna tidur dirumahnya hingga pagi dan langsung bersiap siap untuk berlibur dengan Wira dan keluarga.


Malam itu hanya ada satu kamar yang tersisa, Naim sudah mengantarkan Joanna ke kamar tersebut dan ternyata kotor dan penuh debu. Joanna akhirnya diajak tidur Wira di atas bersama dengan Maira yang sudah direstui nya jadi pendamping Anaknya.


Joanna akhirnya ke atas menyusul Maira yang sudah Naik duluan saat Ayahnya berbicara dengan Joanna di bawah. Joanna berjalan dengan Wira yang kebetulan kamarnya juga berada di atas. Wira masuk kamar dan langsung mengunci pintu agar tak terdengar suara perang di dalam sana. Kamar Wira diberi Alat kedap suara agar tak terdengar suara yang ada didalam.


Joanna dan Maira bisa saja membuka pintu dan melihat adegan panas mereka di ranjang. Saat Joanna Membuka pintu Kamar Maira, Dia tak sengaja melihat Maira yang sedang membersihkan wajahnya dengan menggunakan Dress kimono pink hingga lutut dan menampakkan Dada putih bersihnya.


Joanna pergi ke kamar mandi untuk bersihkan diri, Saat ingin menuju kasur maira sudah menyiapkan Baju bersih dan celana untuk Joanna beserta handuk untuk mandinya nanti jika Joanna mau mandi kembali. Wajah natural Maira terpancar indah saat memakai kimono tersebut dengan kunciran Rambut yang sederhana.


Setelah Menyiapkan Baju Joanna dan meletakkan di tepi kasur Maira langsung Berbaring dan menatap Joanna yang hanya memakai handuk hingga pinggang memakai Celana dan baju yang diberikan Maira. Saat hendak mengenakan baju ke tubuhnya, Joanna terhenti dan menarik kembali baju keluar.


Joanna meletakan baju tersebut di atas kursi dan langsung Naik ke atas kasur mendekati Maira sambil menghisap bau wangi dari tubuh Maira. Joanna memeluk Maira yang menghadap ke arah kaca yang menampakan wajah mereka berdua. Maira yang hanya pasrah menerima sentuhan Joanna terlihat jelas di kaca tersebut.


Joanna menghisap Leher Maira dan hampir meninggalkan bekas di sana yang langsung ditepis dengan jari oleh Maira. Joanna lalu memutar tubuh Maira ke arahnya dan menyesatkan bibirnya ke bibir Maira sambil menyentuh dan memainkan butiran kecil yang membuat candu itu dengan jari tangan kirinya.


Joanna lalu beranjak ke bawah sana menyesatkan lidahnya menyentuh Lubang kecil di bawah sana dengan lihai. Tangan yang meremas gundukan dan lidah yang masih fokus menjelajah dibawah sana. Joanna memasukan lidahnya menyusuri Lubang yang masih sempit dibawah sana.


karena sudah tak tahan, Joanna akhirnya Naik ke atas perut Maira dan memainkan tubuh bagian atas Maira dengan tangan dan lidahnya. Saat Maira sudah mulai tenang dan menikmati, Joanna menekan Rudalnya kedalam ****** Maira dengan sangat pelan hingga robek bagian luarnya. Joanna lalu menahan rudal agar tak menembus bagian dalam lagi, Dia ingin menikmati Malam pertama yang indah bersama Maira nanti dan lebih memilih untuk perang belakang seperti kemaren namun lebih indah lagi karena suasana dan ruangan yang lebih tertutup dengan ruangan kamar yang kedap suara.

__ADS_1


__ADS_2