Antara Cinta & Luka

Antara Cinta & Luka
Bab 67


__ADS_3

" Maafin aku yah sayang karena masa laluku kamu jadi orang yang jahat seperti ini."


" Nggak masalah bang,nih juga jadi resiko buat aku yang mau nerima laki laki seperti kamu yang pernah hidup liar."


" ham istri aku emang paling the best."


" Ah kamu lebai bang."


" Buat istri apa salahnya kan."


" Iyah sayang."


Oh kaulah bidadariku...


Menemani hingga hari tuaku,


kaulah ratuku pemilik istana


ku yang akan ku jaga hingga akhir hayatku.


temani aku..cintai aku...


seperti aku mencintaimu...


Joanna bernyanyi sepanjang jalan sambil menatap wajah maira tersenyum ke arah depan. Senyum indah itu kembali muncul dibibir maira yang sempat hilang kemaren, untungnya joanna mampu merubah itu kembali tanpa ketahuan oleh ayah mertuanya. Wira tidak tahu sama sekali soal air mata anaknya sudah terbuang dimalam pertama anak gadisnya jadi seorang istri orang.


Karena masih ada waktu, joanna mengajak maira ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungannya. Maira tidak tahu sama sekali dan hanya mengikuti maunya joanna saja,hingga masuk rumah sakit pun maira tidak menyadari kalau suaminya akan memeriksakan kandungan yang ada dalam perutnya.


" Apa kabar dokter adiyaksa?"

__ADS_1


" Oh kabar baik joanna."


" Oh saya ingin memeriksa perkembangan anak saya dok."


" Oh baik silahkan tidur di sana yah buk."


" Oh maaf dok, apa bisa dokter cewek?"


" Oh oke pak maaf saya tidak tahu kalau bapak sangat cemburu."


" oke pak dokter nampaknya perbicangan kita sudah seperti orang lain yah."


" Oh maaf joanna karena ini rumah sakit,jadi saya harus konsisten."


" Oh oke oke pak dokter adiyaksa."


" Bisa diperiksa sekarang?"


Sambil menunggu dokter datang, Joanna memijit tangan maira yang sedang berbaring di atas tempat tidur menunggu dokternya datang. Maira terlihat ketakutan saat melihat layar besar yang ada didepannya. Dia sudah membayangkan alat itu akan ditempelkan di badannya yang akan membuat tubuhnya sakit.


" Kanu kenapa sayang?"


" Nggak sayang."


" Terus kenapa wajahnya pucat gitu"


" Aku takut sayang sama alat itu kayaknya mengerikan."


Trak trak trak...

__ADS_1


Bunyi sepatu seseorang datang keruangan tersebut,Joanna segera melihat keluar yang ternyata seorang perempuan bersama Adiyaksa yang ingin memeriksa kandungan maira. Narnia namanya,seorang dokter yang akan memeriksa kandungan maira. Belom di pegang maira sudah berteriak histeris seperti orang ketakutan.


Joanna mencoba menenangkan maira dengan mengusap usap kepala maira. Karena seperti akan lama,Narnia akhirnya mendahulukan orang lain untuk memberikan contoh kepada maira. Maira dipersilahkan melihat sambil ditemani oleh joanna dan dokter adiyaksa. Joanna memegang tangan maira di atas kursi roda yang sengaja dibawakan oleh dokter adiyaksa tadi untuknya.


" Tuh kan sayang nggak sakit sama sekali buktinya ibu itu nggak kenapa napa."


" Ham iyah sayang abis nih aku lagi sayang."


" Ham gitu dong sayang."


" Kayaknya istri nggak akan kuat melahirkan normal bro, Lo persiapkan tanggal untuk operasinya agar nggak bentrok sama jadwal dokter yang lain karena buk Narnia sangat laris."


" ham gue sama maira akan tinggal di bali bro,dan mungkin nggak tau akan kembali kesini lagi."


" Jadi semua barang sudah diangkat?"


" Nggak akan banyak dibawa,palingan baju sama barang pribadi milik maira."


" Jadi barang perabotan beli lagi?"


" Yah begitulah."


" Buk maira apakah sudah siap?"


" Udah dokter."


Joanna mendorong kursi roda maira ke dekat kasur sementara adiyaksa pergi duduk didekat meja tunggu. Joanna terus saja memegang tangan maira sambil melihat perkembangan anak mereka didalam layar. Senyuman joanna terpancar saat melihat dan mendengar kalau keadaannya anaknya sehat di dalam perut maira.


Hanya saja dokter berpesan agar maira tidak boleh stres dan kecapean apalagi sedih yang berlebihan karena akan merusak pertumbuhan anak dalam kandungannya. Maira juga harus banyak minum air putih dan istirahat yang cukup. Tidak boleh terlalu banyak pikiran dan tidak boleh terlalu banyak gerak apalagi mengangkat yang berat berat.

__ADS_1


Joana menyimak dengan baik dan meminta catatan agar dirinya tidak keliru dan lupa akan tugasnya sebagai suami yang siap siaga. Narnia juga memberi resep vitamin yang harus diminum maira setiap mau tidur. Joanna terus saja menyimak ucapan Narnia sambil mengusap tangan dan kepala maira secara bergantian.


Joanna mendorong kursi roda maira keluar karena pemeriksaan sudah selesai. Narnia keluar dan memberikan catatan resep dan hal yang harus dilakukan oleh joanna. Setelah itu Narnia masuk kembali keruangan USG karena banyak pasien yang akan diperiksanya. Sementara adiyaksa menemani dan mengajarkan joanna sebagai calon ayah dan suami siaga karena melihat keadaan maira yang sangat penakut dan tidak tahan sakit.


__ADS_2