Antara Cinta & Luka

Antara Cinta & Luka
Bab 36


__ADS_3

Maira berlari ke luar tanpa membawa ponsel bersamanya. malam itu menjadi malam paling sakit bagi Maira, dimana dia sudah mengharapkan keindahan bersama Joanna yang dicintainya namun luka yang didapatinya. Lingerie indah itu berubah jadi baju dingin yang tak ada artinya.


" Kau undang aku, kau rayu aku hingga rasaku ku berikan untukmu, kini disaat Aku sudah mengharapkan kamu menginginkan kamu tuk jadi kembang dari bungaku kau malah jadikan Rasa ku jadi Luka yang tak aku sangka sangka. Untuk apa kau menabur manis jika Hanya sesaat kau tahan kan, buat apa kau ciptakan Bulan jika bintang yang sanggup kau berikan."


Bergumam sendiri sambil berjalan di tepi jalan yang dipenuhi kendaraan yang sedang melintasi kota.


Maira memilih duduk di sebuah Taman yang tak jauh dari sana. Sambil duduk di atas kursi Taman, Maira menatap Bintang yang jauh di atas sana yang mengelilingi satu bulan dengan cahayanya. Disaat sedang duduk sendirian tiba tiba ada seorang laki laki datang mendekatinya dengan tujuan ingin menggodanya.


Maira menepis godaan itu dengan tangannya dan pergi ke arah keramaian dengan sedikit jalan cepat. Disaat Maira hendak beranjak Joanna datang namun tak saling melihat. Joanna yang hendak mencari keberadaan Maira sedangkan Maira tak ingin ditemani Joanna.


Mereka berada di dalam satu Tempat namun tak saling menyadari, Karena tak tahan udara yang dingin, Maira akhirnya pulang ke rumah dengan berjalan kaki sedangkan Joanna Naik angkutan umum meski lokasinya tak jauh dari Penginapan. Alhasil Maira kembali lagi kecewa karena dia merasa Joanna tak mengikutinya sama sekali.


Maira yang masuk langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur sambil mengeluarkan air mata. Joanna mendekatinya sambil merayu. Dengan sentuhan lembut di bagian Gundukan membuat Maira terangsang dan beranjak pergi dari atas kasur.


"Sampai kapan kamu akan diam kayak gini Ra, Apa aku nggak bisa dapat kata maaf dari kamu ra! "


"Aku nggak mau bahas Mas."


"Terus kamu maunya apa Ra."

__ADS_1


"Aku mau kamu tidur Mas."


"Aku nggak bisa tanpa kamu Ra."


"Dulu gimana bisa kan."


"Itukan dulu Ra, bukan sekarang."


"Lah kemaren kemaren gimana, bisa kan."


"Apa kamu lupa Ra, kita kan sudah satu ranjang beberapa hari ini sayang."


"Peluk aku dan sini dengarkan penjelasan aku sayang. "


Joanna mengembangkan tangannya duduk di atas kasur, dan setelah beberapa menit setelah itu menarik tangan Maira untuk naik ke atas kasur bersamanya. Maira yang mendapatkan. perlakuan baik akhirnya tergoda dan naik ke atas kasur mendengar Joanna menjelaskan Hal terjadi tadi di restoran.


"Kamu kemana aja sayang, aku cari cari nggak ketemu."


"Aku duduk di taman mas." Menyandarkan kepala ke dadanya Joanna.

__ADS_1


"Ngapain Sayang."


"Nggak ada mas cuma duduk aja mana tau bisa hilangin stress mas."


"Terus kenapa kamu tadi datang sambil menangis."


"Aku kecewa mas."


"Ra, makanya coba kamu kalo aku ngomong tuh didengerin sayang jangan langsung ambil kesimpulan dong ra. Gini kan jadinya kita saling nyalahin dan ujungnya waktu terbuang percuma sayang."


"Kenapa kamu nggak cariin aku mas."


" Aku cariin kamu Ra, Aku cari hingga aku naik bus untuk pulang karena aku mengira kamu sudah sampai rumah sayang."


"Kamu nggak cari aku kan mas."


"Aku cariin kamu Ra, aku cari hingga aku telfon kamu nggak kamu angkat dan disaat aku melihat kamu dari balkon, aku melihat ponsel kamu berada di balkon di atas meja."


Maira pun memeluk erat Joanna sambil melukis Love di dada bidang Joanna dengan jarinya. Nampaknya suasana saat itu sudah mulai mendingin dan sedikit aman.

__ADS_1


__ADS_2