Antara Cinta & Luka

Antara Cinta & Luka
Bab 19


__ADS_3

Pagi itu Maira bangun lebih awal untuk pulang ke rumah dan membawa Joanna ke dokter untuk memeriksa kesehatan nya. Maira ingin membuktikan bahwa dia masih perawan dan masih suci. Meski Joanna tak mementingkan itu namun kepastian harus tetap ditegakkan.


Tepat pukul 6:00 Maira mendapatkan bingkisan makanan dan minuman pagi. Seorang ibu ibu memberikan nya saat Maira sedang melihat lihat bunga di halaman Rumah tersebut. Ibu itu memakai baju seperti pelayan makanan yang mungkin saja pemilik kedai makanan di ujung sana.


Tempat ini memang jauh dari kemewahan namun pemandangan yang asri dan begitu indah memanjakan mata dengan makanan yang super enak dan lezat. Buah - buahan yang segar menambah kenyamanan di sana di hembusan angin yang menyejukkan mata.


Rasa tak ingin pulang namun Maira harus tetap pulang karena ayah nya hari ini datang untuk menginap meski hanya semalam. Entah kenapa ayah Maira pulang tiba tiba yang biasanya selalu memberi kabar jika ingin pulang.


Namun sebelumnya ayah pernah berkata jika dia akan pulang dia akan membawa wanita yang akan jadi ibu sambung Maira itu pun jika Maira setuju. Namun saat menelfon Terakhir kali ayah Maira tak membahas itu sama sekali melainkan membahas sekolah Maira yang sempat terputus dengan alasan Maira yang tak betah dan tidak nyaman.


Maira sayang oh sayang Joana ...


gadis mungil rambut keriting yang bikin pangling aku....


Joanna menyanyi sambil membawa segelas susu di tangan kanannya. Berjalan menuju arah Maira yang sedang duduk sambil menyisir rambut yang sudah panjang dan sulit di atur. Rambut nya yang ikal membuat Maira susah untuk menyisir nya yang biasanya dilakukan oleh Naim selaku pembantu dan teman Maira di rumah.


Joanna lalu mendekat dan meletakan susu di atas nampan lalu mengambil sisir di tangan Maira lalu menyisir rambut Maira dengan pelan dan penuh kasih sayang. Sesekali merayu Maira di depan kaca sambil tersenyum berdua. Joanna juga sesekali mencium kening Maira dengan langkah cepat.


"Manis sekali kamu pagi ini Ra, lebih manis dari bidadari di sungai sana."


"Mang ada sungai disini mas? "


"Eh ada dong yang, masa gak ada sih."


"Mana coba mana."


"Ntar yah aku ajak kamu ke sana sambil kita mandi berdua."


Maira mengangguk sambil tersenyum. Joanna menyanggul rambut Maira agar tak basah kena air nanti. Setelah menyanggul rambut Maira Joanna mengambil makanan dan diberikan kepada Maira yang masih fokus di depan cermin. Menyuapi Maira semangkok sup dan nasi. Sesekali menyuap ke mulutnya dan kembali lagi ke mulut maira hingga habis.


Joanna memegang tangan Maira saat ingin berangkat menuju sungai itu. Melewati sawah dan jalan setapak yang begitu indah dikelilingi buah buahan dan pegunungan yang menjulang tinggi. Maira yang memakai dress pendek diterbangi angin kencang yang membuat aura cantiknya semakin terpancar.


Karena sudah terlalu tinggi terbuka ke atas, Joanna akhirnya memegang baju bagian belakang dan dililitkan ke pinggang Maira yang seksi, lalu memegang pinggang Maira lebih rapat dan lebih hangat di sampingnya. Tangan yang tadi saling berpegangan kini berpindah ke pinggang yang seksi milik Maira.


Jalan yang licin dan banyak bebatuan membuat Joanna terpaksa menggendong Maira hingga ke tepi sungai dekat air terjun yang jadi incaran wisatawan yang berkunjung ke sana. Maira yang tak bisa memakai kain selempang terpaksa harus dipakaikan Joanna di dalam kamar ganti yang disediakan.


Kain berukuran cukup luas dan panjang di jual di sana untuk pengunjung yang ingin mandi di air terjun sebagai penambah kecantikan dalam foto. Corak bunga sakura dan daun kecil membuat maira semakin cantik dan anggun. Kain yang dijahitkan tali di ujung atas membuat maira kesulitan untuk memakainya.


Joanna terpaksa membantu dengan membuka dress Maira dan meninggalkan pakaian dalam saja. Memasangkan kain tersebut ke tubuh maira dengan penuh hati hati. karena reski terbentang di depannya yang membuat hasrat naik dan tak tahan lagi, Joanna lalu mengangkat ke atas kain tersebut dan menarik kebawa pakaian dalam Maira dan menyentuh tubuh yang tidak tertutup kain dengan penciuman nya.


Memutar tubuh Maira membelakanginya dan menggenggam gundukan padat sambil menyesap lembut di lekukan leher Maira. Mendorong tubuh Maira ke depan bersandar ke meja yang ada di depannya. Mengangkat pakaian yang terpasang di tubuh Maira ke atas dan memperlihatkan bantalan empuk yang saling berebut tempat.


Naik ke tubuh Maira dan menyesap ke seluruh tubuh Maira dengan bibir dan lidahnya. Setelah becek dibawah sana Joanna dengan perlahan mendorong pohon nya ke dalam gua bantalan empuk itu sambil mengajak Maira berbicara dan mengalihkan pikiran Maira dengan memberi kenikmatan di atas sana dengan bibir hangat dan nakalnya.


Maira sempat teriak yang langsung di bungkam dengan bibirnya oleh Joanna. Joanna main cepat agar orang tak curiga, menghentak, mendorong dan menarik bagian agar cepat selesai serta tak lupa memuaskan diri di atas sana dengan jari jemarinya.


Setelah beberapa menit dan Maira sudah mulai rileks, Joanna membenamkan seluruhnya ke dalam sana yang membuat ekspresi Maira sangat lucu menahan sakit yang membuat kepuasan untuk joanna. Joanna merasa puas dengan yang diberikan Maira dan puas karena miliknya sudah membuat Maira merasakan gedenya miliknya yang akan jadi jatah setiap malamnya.


ah.. huh.... ham.... auh.... mas udah stop..


suara Maira keluar sangat halus membuat Joanna semakin bersemangat beraksi di atas sana hingga menit ke tiga puluh barulah tumpah seluruh nya. Maira terduduk lesu dan lelah sementara Joanna asyik menciumi tubuh Maira yang terlentang di lantai dengan memakai kain selempang tadi yang memperlihatkan Aurat bawahnya yang terbuka dihiasi rumput Jepang yang jarang jarang dan terlihat aura di sana sangat putih dan bersih membuat Joanna menelan saliva nya ke dalam.

__ADS_1


Joanna dan maira lalu keluar dari tempat ganti baju tersebut sambil menatap hangat penuh keromantisan. Berjalan dengan pelan melewati bebatuan yang terjal sambil memegang kantong makanan di tangan kanannya Joanna. Bungkusan makanan yang disediakan setiap ingin menuju air tarjun yang menyediakan mie, minuman dan air panas.


Duduk di bebatuan sambil menghirup udara segar di sekitar. Saat ingin masuk ke dalam air, maira merasakan darah mengalir di bawah sana yang membuatnya ragu untuk masuk dan mandi bersama Joanna. Maira lalu bingung dan melihat sekeliling untuk memeriksa keadaan di dalam.tanpa berpikir panjang Joanna lalu menerobos masuk jarinya dan tidak mendapatkan darah sedikit pun yang menempel pada jarinya.


Joanna lalu pergi ke depan dan menanyakan kondisi air terjun untuk saat ini yang ternyata hari ini adalah hari yang sepi pengunjung dan biasanya hari seperti ini digunakan untuk liburan pengantin baru. Karena belom banyak yang tau dan jalannya yang sedikit jauh membuat akses ke sana membuat pemilik lokasi ragu untuk mempromosikan ke rakyat luas.


Joanna yang hebat dalam dunia traveling hasrat mendapat ide bagus untuk pemotretan foto prewedding nya dengan Maira nanti yang akan dilangsungkan di bali tempat tinggalnya bersama sang opa sky. Menikah secara sah di negara kelahiran istrinya dan tinggal menetap di maldives adalah impian Joanna saat ini. jauh dari orang politik dan perjudian ilegal.


Joanna lalu kembali lagi ke dekat Maira yang sedang berfoto dan memotret pemandangan sekitar dengan kamera milik Joanna yang dibawa saat ingin ke sana. Maira juga tak tahu itu milik siapa karena Joanna sama sekali tak membawa kamera dari rumah.


Joanna mendekati Maira sambil mengecup kening dan leher Maira yang terlihat bening dan bersih. Rambut yang tak terlalu panjang disapu angin yang kencang menambah keindahan rambut itu. Joanna memeluk Maira dan berfoto berdua dengan sangat Romantis. Joanna yang duduk di belakang Maira memeluk dengan hangat dan intim.


Sesekali mencuri perhatian Maira dengan menggigit lembut leher Maira yang berada di depannya. Joanna sesekali menyentuh gundukan itu dengan jarinya hingga nyaman di bagian bawah sana tanpa mengabaikan foto. Mereka tetap mengambil foto meskipun Joanna lebih fokus dengan mahkota milik Maira.


Tangan yang tak terlalu jelas dan seakan lebih intim membuat Maira ingin menjadikan itu foto prewedding mereka nanti dan di cuci untuk di pajang di kamar mereka. Joanna lalu menarik tangan maira yang sibuk dengan kamera ke arahnya, mengecup seluruh lekukan tubuh Maira hingga nyaman di bibir Maira yang beralih ke bawah dan memperlihatkan Joanna yang sudah manjat di atas tubuh Maira.


Joanna mengajak maira untuk mengikat janji di sana dan meminta miliknya saat itu dan akan ditebus satu minggu setelah semuanya beres. Joanna tak ingin kecolongan lagi dan dia menginginkannya hari ini tepat di tempat yang sangat romantis dan indah yang dikeliling hutan yang rimba yang bagus untuk mengabaikan kenangan.


Ingin berbuka madu di sana yang terlihat berbeda dari orang orang di luar sana yang melakukan bulan madu di hotel atau tempat yang mewah. joanna mulai merayu Maira dengan ucapan ampuh nya sambil menikmati tubuh mungil yang terpampang di depannya


"Apakah kamu tak ingin mengambil momen indah disaat kamu bisa menikmati alam luas tanpa ada orang lain disini ? "


"Ham nggak mas, aku malu."


"Kenapa harus malu tak ada orang yang akan mengenali kita disini, palingan hanya di anggap sebagai bonus bulan madu."


"Ham yah mas."


"Aku ingin menikmati bersama mu hanya denganmu hingga kita menikah nanti."


" nggak disini, tapi di bali sayang."


"Kita akan pulang besok sore dan menemui ayah mu untuk mempersiapkan acara yang sesuai dengan keinginanmu."


"Bagaimana dengan keluarga mas ? "


"Aku sudah siapkan waktu untuk itu kamu tenang dan berdoa semoga lancar dan tanpa hambatan."


"Ham Iyah mas."


"Bagaimana ? "


"Bagaimana apanya ? "


"Apa kita mulai dari sekarang."


" yah apa mas."


"Iya, oke sayang aku mulai yah."


"Apa sih mas gaje deh."

__ADS_1


"Yah bikin bayinya lah masa bikin tikus sih."


"Gak mau belom siap."


"Kenapa sayang."


"Sakit."


" sedikit kok sayang, buktinya yang belakang kamu nggak terlalu menjerit."


" Sedikit gimana mas, perihnya lama. "


"Nggak bikin mati kan? "


"Mas... "


"Pelan pelan kok sayang."


"Aku nggak mau mas."


"Aku pengen sayang."


"Kenapa? "


"Yah karena aku gak mau Kecolongan lagi Ra, cukup untuk waktu itu yang aku harus merelakan dia pergi dihabisi orang yang ku kenal hingga meninggalkan bekas darah disekitar perut bawahnya. "


" sakit mas."


"Yasudah Iyah sayang kita lanjut ambil foto tapi aku maunya lebih ingin yah sayang, buat hiasan kamar kita nanti sayang sekalian kita bikin untuk foto saat acara pernikahan kita nanti."


"I love mas."


"I love you too my honey."


Joanna mengambil foto dengan tangan kirinya yang posisinya di atas tubuh Maira dengan satu kaki Maira membentuk siku yang di dalam kungkungan nya tubuh Joanna yang sedang mencium bibir Ranum nya dengan satu tangan di posisi gundukan padat Maira.


Joanna lalu turun, memposisikan foto dengan timer gerakan jarinya agar hasil fotonya bagus sesuai dengan yang diinginkan. Semua gaya dilakukan Joanna bersama Maira yang memperlihatkan tubuh Maira yang sedang perang dengan Joanna.


Joanna sengaja mengambil adegan seperti itu untuk kenangan baginya saat maira tak lagi perawan dan lekukan tubuhnya berubah tak seperti gadis lagi. Mulai dari posisi dalam kungkungan Maira hingga Joanna berpindah ke samping Maira yang memperlihatkan rudal yang masuk ke area milik Maira. foto yang di ambil dari bawah membuat seakan akan Joanna sedang menerobos bawa sana yang sudah digauli nya.


Maira pasrah tubuhnya harus berpindah pindah sekian kalinya di atas baru yang cukup luas itu agar Joanna bahagia. Saat rudal itu menyentuh area sana, Joanna tak sengaja menekan sedikit ke dalam saat mengambil foto yang ke tiga kali karena wajahnya melihat ke arah kamera untuk memposisikan foto yang bagus.


Joanna lalu pindah ke bawah yang di atasnya ada Maira yang sedang duduk dengan kedua tangan memegang rambut dan kedua tangan Joanna berada di gundukan padat Maira. Dengan selendang yang menutup tubuh bawah mereka membuat Maira seakan sedang melakukan peran sebagai ratu di sana.


Mereka lalu berganti posisi dengan membuka selendang yang menutup tubuh Maira dan naik ke atasnya dengan kedua kaki melingkar di pinggang Joanna. Posisi Joanna yang berada di kungkungan Maira sedang mencium salah satu gundukan padat dengan satu tangan berada di bawah tepat di paha kiri Maira seperti menahan gerakan paha Maira yang sedang menahan sakit perang mereka.


Karena sudah tak tahan lagi akhirnya Joanna bener bener menabrak bagian itu hinga Maira terbelalak matanya membulat dengan mulut terbuka nafas tersengal saat Joanna memompa bagian sana dengan sangat lihai dan rakus. Joanna berhenti ke gerakan ke tiga saat Maira berteriak dan mencubit pinggangnya.


Maira terkulai lemas saat dirinya tak tahu Joanna akan melakukan itu saat dirinya belom siap. Joanna lalu memberhentikan permainan itu dan menahan rudal di dalam dengan beralih ke atas hingga membuat Maira mendesah parah selama lima belas menit.


Setelah sudah mulai tenang, Joanna kembali menggerakkan rudal nya dalam sana yang membuatnya Maira sedikit lemas dan akhirnya menikmati hingga cairan itu keluar dalam tubuh sana yang terasa hangat di dinding bawah.

__ADS_1


Joanna lalu menggendong Maira ke bawa sana ke tempat yang lebih dangkal dan bisa bersih bersih. Mereka berenang dan mandi berdua tanpa mengenakan selendangnya Maira dan Joanna mengambil video dalam air yang memperlihatkan dirinya sedang berhubungan dengan sang ratu pemilik hati dengan tempat dan suasana yang berbeda.


mohon Like, komen and vote yah teman teman


__ADS_2