Antara Cinta & Luka

Antara Cinta & Luka
Bab 71


__ADS_3

Perpisahan terjadi saat maira dipeluk oleh sang ayah sambil meninggalkan kecupan manis di pipi kanan dan kiri masing masing. Wira tidak ingin melepas pelukannya hingga maira terpaksa mengantarkan sang ayah kedalam sampai pintu pesawat. Tanpa ditemani sang suami dan ibu sambungnya.


Sebelum hendak masuk, Wira berpesan kepada joanna untuk menjaga maira dengan baik tanpa ada luka sedikit pun apalagi luka tak berdarah. Wira juga berpesan untuk mengembalikan maira ke pelukannya jika suatu saat nanti joana tidak menginginkan maira lagi.


" Ku titipkan anak gadisku untuk kau jaga, Jangan pernah kau sakiti dia apalagi kau lukai hatinya. Mungkin luka itu tak berdarah namun aku tau pasti anak ku saat hatinya tersakiti meski kau tak menyentuh tubuhnya sama sekali."


" Dan jika suatu saat nanti dia anakku tidak kau inginkan lagi, kau bisa kembalikan dia kepadaku tapi jangan sampai kau menyakiti hatinya sebelum dia benar benar kembali ke pelukan ku."


" Kau, orang asing yang ku beri kebebasan untuk memiliki dan membawa pergi dia anak gadisku, kau sudah tau sifat buruknya? Apa kau sudah tahu gimana kelakuan buruknya?


sebelum kau bawa dia jauh dariku, kau pelajari dulu dia anakku yang memiliki sejuta kekurangan yang mungkin sulit kau temui dari wanita diluar sana."


" Kau jaga dia meski terkadang sifatnya buat kau marah atau pun kecewa,jika kau tidak sanggup lagi, kau temui aku atau kau hubungi aku agar ku jemput anakku sebelum kau melukai hatinya."


Joanna hanya diam dengan mata berkaca kaca memandang alam sekitar yang begitu indah dan masih terjaga. Didalam hatinya terbesit perkataan wira yang sangat menyentuh hatinya. Wira pun pergi dan menepuk pundak joanna dan mengucapkan salam perpisahan dan pamit untuk waktu pertemuan selanjutnya.


Wajah Wira pun basah oleh air mata yang disaksikan oleh maira dan Lila. Maira yang memang dari awal menahan tangis sengaja menyembunyikan wajahnya dari Wira dan Joanna. Karena tidak ingin meninggalkan kesedihan di hari perpisahan mereka yang tak tahu kapan akan berkumpul kembali.


" Dah ayah,aku dan abang akan nyusul kesana tunggu kami yah ayah see you i love you my father."


" I love you too sayang."


Wira kembali memeluk maira yang sempat menjauh dari pintu akan masuk pesawat. Perpisahan itu begitu mengandung bawang hingga air mata tak bisa dibendung lagi. Entah kenapa maira dan wira sangat berat berpisah yang biasanya terlihat biasa saja.

__ADS_1


Ini bukan perjalanan yang pertama kali untuk mereka berpisah namun ini menjadi hari perpisahan yang sungguh berat karena maira tak akan bisa ditemui lagi sama seperti dia masih jadi anak ayah satu satunya. Kini maira sudah jadi istri orang yang akan mengabdi seumur hidupnya yang mungkin akan jauh dari ayahnya.


Pintu akan segera ditutup Wira akhirnya melepaskan pelukannya masuk kedalam pesawat. Maira melepas ayahnya sambil melambaikan tangan ke arah atas saat pesawat yang ditumpangi ayahnya lepas landas. Karena sangat lama didalam,Joanna lalu masuk menyusul maira kedalam yang diperbolehkan oleh petugas meski dalam hitungan menit.


" Ayo kita pergi sayang, kita nggak punya waktu sekarang."


" Ham iya bang."


" Kita pulang istirahat dan besok pagi kita lihat mas edwar sama buk naim ke rumah sakit."


" Ham iya bang."


" Okeh sekarang kita berangkat pulang dan duduk dulu di pantai kamu suka pantai kan sayang."


" iyah mau sayang."


' Ham apa kita nggak langsung pulang aja bang abis dari pantai."


" Nggak sayang kita nginap dulu dan besok kita pulang."


" Gimana dengan mami?"


" Udah ah mami kan bisa masukin ke bagasi mobil."

__ADS_1


" Ham abang."


" Apa sayang."


" Masa bagasi sih."


" Lah terus?"


" Buk Lila maksud aku sayang."


" Oh udah balik sayang tadi naik moxim katanya ada keperluan mendesak."


" Hamm baik pak bos,adek di dalam mau refresing katanya."


" oke baik tuan ratu."


" Yok dady kita jalan.'


" Baik tuan ratu."


Joanna menggendong maira hingga pintu mobil, saat hendak masuk mobil dia melihat sebuah kertas bertuliskan namanya dan maira yang akan celaka. Joanna membuang kertas itu ke tong sampah dan membuka pintu mobil dan langsung pergi. Tanpa memikirkan orang menulis, pikirannya sudah tertuju pada Lila dan Aluna yang belom kapok.


" Sayang, aku ingin kita segera pergi dari rumah dan langsung berangkat ke bali."

__ADS_1


" Kenapa bang?"


" Disini tidak aman."


__ADS_2