Antara Cinta & Luka

Antara Cinta & Luka
Bab 21


__ADS_3

Pagi pagi wira sudah stay di depan rumah dengan majalah dan secangkir kopi panas. Naim membuatkan wira kopi dan sepiring kue hangat yang diletakkan di atas meja. Kue itu dilempar ke halaman oleh wira yang tak sejak semalam ingin marah marah dan emosi.


Naim yang sedang hamil muda cemas terjadi apa apa dengan kandungannya dan memilih untuk izin ke kampung menemui orang tuanya. Naim yang sudah lama menginginkan anak tak mau anaknya kenapa napa di dalam perut sana.


Saat Naim berjalan lewat pintu samping dia tak sengaja memukul wanita dengan menggunakan sapu karena wanita itu berjalan seperti maling. Wanita itu berteriak hingga membuat wira berlari keruang samping karena di tau itu adalah suara Lila yang sudah lama menghilang.


Lila berlari ke arah wira dan langsung memeluk wira di depan Naim, Naim lalu mendekati Lila dan meminta maaf kepada Lila yang sedang memeluk wira sangat erat seperti orang yang sudah lama tak bertemu.setelah meminta maaf Naim lalu pergi sambil memegang perutnya yang keram.


Wira memanggil Naim dan memberikan sejumlah uang ke tangan Naim sambil mengajak Naim duduk dan berbincang soal Maira di sofa ruang tengah. duduk di kursi yang sama dengan wira membuat Lila terkejut karena tidak menyangka wira memperlakukan pembantunya seperti keluarganya sendiri.


"Mau pergi berapa hari Naim? "


"Satu minggu pak."


"Suami mu juga ikut? "


"Tidak pak."


"Kenapa? "


"Jika kami pergi berdua siapa yang akan mengurus bapak dan rumah."


"Pergilah aku bisa ngurus rumah ini yah palingan kurang bersih di ruangan tertentu."


" jangan pak nggak usah."

__ADS_1


"Kamu kenapa saya perhatiin sejak tadi memegang perut, apa kamu hamil? "


" Iyah pak saya hamil muda pak."


"Oh bagus itu selamat yah."


"kalo capek nggak usah kerja di rumah ini ada alat otomatis kamu tinggal tekan tombol ini dan alat itu akan bekerja mengangkat debu disekitarnya. "


"Iya Pak Terima kasih pak, Nona juga pernah memberi tahu saya sebelumnya."


wira lalu pergi ke atas meninggalkan Lila yang duduk bersama Naim di bawah. karena tuannya sudah pergi, Naim lalu pamit ke belakang untuk beres beres. Lila lalu naik ke atas menemui wira yang sedang lelah dan terlihat lemas. Wira sama sekali tak menghiraukan Lila padahal dia juga sangat merindukan Lila.


Saat Lila masuk kamar itu, tiba tiba wira mengunci pintu dan memaksa Lila untuk berbaring di atas ranjang. Lila mencoba melawan karena ada bayi yang harus dia jaga di dalam sana namun karena Wira sangat buas dan kuat Lila akhirnya menerima serangannya karena itu adalah suaminya yang sudah lama puasa akan itu darinya.


Wira merobek pakaian dalam Lila karena tak tahan. Mendorong Rudal ke dalam dengan tiga kali hentakan, Lila berteriak sangat keras karena tanpa pemanasan dan cairan di bawa sana belom keluar yang membuat tubuh bawahnya kering dan sakit jika di sentuh benda keras dan padat.


Wira bermain sangat lama di gundukan besar itu dengan jari dan mulutnya. Dengan senam di bawah sana yang masih terpasang dan bergerak maju mundur. Bibir yang tak berhentinya menikmati tubuh di atas sana. satu minggu menghilang membuat wira stres karena tak dapat jatah malam.


Hal yang selalu di dapatkannya setiap hari bahkan tiga waktu dalam sehari kini tak didapatkannya. hal itu membuatnya gila dan mengambil cara paksa agar dirinya puas. Wira menarik Rudal keluar dan memutar tubuh Lila ke samping. posisi Lila yang telungkup dan sedikit menungging di hajar wira dari belakang yang membuat Lila mendesah tak karuan.


Kini Lila sudah terbawah suasana dan ikutan panas. Lila membalas serangan Wira dengan mencoba duduk dan memutar tubuh menghadap ke wira dan duduk. Lila duduk di atas tubuh wira yang sedang duduk juga. saling berhadapan dan bertautan di bawa sana. Wira menggenjot di bawa sana yang membuat gundukan Lila bergoyang dan menyentuh tubuh wira.


posisi kali melebar di pinggang wira membuat rudal semakin leluasa masuk dan keluar dengan mudah. wira menggenjot dengan buas dengan wajah penuh hasrat. permainan itu Berlangsung lima belas menit.Wira berhenti sejenak dan membuka seluruh pakaian yang menutupi tubuhnya.


Lila yang masih duduk di atas wira akhirnya di gendong wira ke sofa dengan tubuh tanpa busana.menduduki Lila di sofa dan mengangkat kedua kaki Lila ke atas dan dia menggenjot dengan berdiri. Wira yang duduk di ujung sofa di genjot wira dengan posisi berdiri.

__ADS_1


mencicipi gundukan hangat dan enak sambil tautan bawah yang masih berlangsung. Wira dan Lila memang jagonya dalam bercinta Semua adegan mereka bisa lakoni. Dengan posisi berdiri tenaga wira lebih banyak dan lebih puas. Wira memang suka melakukan hal. itu dengan posisi berdiri karena dulu tak semua tempat dia bisa pakai untuk bercinta.


Ah... huh... ah... ah... ah... mas... ah...


Lila mendesah bercampur dengan suara celup teh di bawah sana yang jelas terdengar saat Wira menarik dan mendorong keras tubuh bawahnya. Wira lalu memutar tubuh Lila membelakangi nya dan menghantam dari belakang dengan posisi Lila bergantung di sofa tempat dia duduk sebelumnya.


Sekarang lidah dan gigitan beralih ke leher Lila yang mudah digapainya. Wira mengelus dengan lidahnya dan menggigit leher wira dengan lembut. Tautan yang masih kuat dan masih bergerak membuat Lila sempat meminta berhenti sejenak karena lelah.


wira berhenti sejenak tanpa menarik keluar. Wira fokus dengan tangan dan lidahnya yang bermain di atas sana. Tangan yang meremas kedua gundukan padat dan lidah yang membuat bekas cinta di leher dan dagu Lila semakin buas dan semakin membuat Lila gila.


Hah... auh.... Ha... ah.... auh...


suara Lila sangat menyentuh dan semakin membuat Wira terbang ingin berlayar kembali jiwa travelling nya muncul kembali dan berlabuh dengan buas di atas sana. karena sudah tak tahan lagi dengan tenaga super wira memegang erat gundukan Lila dan menghantam keras tubuh bawah sana.


setelah Lima menit berhenti, Wira kembali berlabuh dengan sang istri dengan gerakan yang bervariasi. Lila yang sudah lemas hanya menerima guncangan dari wira yang tersenyum bahagia saat dirinya sudah mulai puas dengan apa yang dia dapatkan setiap malam. Seminggu tak mendapatkan nya membuat wira gila dan seperti orang sakau.


Setelah pelepasan, Lila pergi ke atas kasur dan berbaring. Wira mengikuti Lila dan memutar tubuh Lila ke posisi yang mudah dijangkau oleh rudal nya. Wira sekarang ingin bermain di sarang belakang setelah melakukan dua ronde di sarang aslinya. Lila sudah menolak namun tak didengarkan oleh wira yang memaksa Tubuh Lila seperti keinginannya.


Posisi telungkup Wira menekan maju rudal nya ke dalam sarang belakang yang masih terlihat rapat dan menggoda. padat dan berisi semakin membuat Wira mabuk kepayang. Lila menjerit dan meremas alas kasur dan berulang kali meminta berhenti namun tak didengarkan oleh wira yang tinggi hasratnya.


Lila kembali mendesah yang kini suaranya lebih halus dan lebih menggoda lemas akibat hamil muda semakin membuatnya tak ingin lagi bercinta lebih lama namun wira tak akan pernah mengerti hal itu. Lila yang tubuh nya diputar sesuka hatinya oleh Wira seperti bonek yang tak berguna.


Dan saat sedang terbaring yang masih dalam kungkungan nya, Lila melihat sepasang sisi tv yang menyatu dengan kipas yang di pasang di atas loteng. Saat Lila ingin menunjuk ke atas, wira tiba tiba mengangkat tangan Lila ke atas kepala Lila dan bercumbu di mulut Lila dengan hangat dengan kedua tangan wira berkumpul di kedua gundukan tersebut. meremas, menghentak dan menghabisi mulut dan dagu Lila dari atas sana sungguh membuat Wira puas dan berulang kali meminta Terima kasih dan tersenyum manis ke arah Lila.


Dan hanya Lila yang mampu memanjakan hasratnya dalam keadaan apapun. mulai dari tempat kecil dan dalam toilet hingga dalam Gua saat Wira pergi praktek lapangan tempat yang jauh dari hotel. Lila menemani Wira yang pada saat itu memang tak banyak orang ikut dengannya.

__ADS_1


Lila yang selalu memakai pakaian longgar dan dress hingga lutut membuat Wira leluasa bercinta di semua tempat. mulai dari kantor saat bekerja hingga saat meeting di sebuah cafe terkenal di bali dulu. Wira suka duduk dan memeluk Lila dari belakang dan memasukan tangannya ke dalam pakaian Lila yang menutupi biji kecil di bawa sana.


__ADS_2