
Pagi pagi Wira sudah bangun dan menyiapkan pakaian Lila dan makanan hangat untuk Lila. Perhatian itu terpancar penuh cinta untuk Lila, jika Lila melihat ini mungkin sakit dalam hatinya dapat berkurang rasa takut akan kehilangan cinta Wira akan hilang.
Namun Lila saat itu belom bangun karena obat tidur yang diberikan kepadanya membuat matanya tidur lebih lama lagi. Sepi datang menyelimuti perasaan Wira, Wanita yang biasanya mengambilkan dan menyiapkan makanan dan pakaian untuknya sekarang terbaring di rumah sakit akibat ulahnya yang terlalu kasar dan egois dalam bercinta.
Wira sekarang sudah merasakan betapa sanga dicintai Lila hingga Lila mampu menahan sakit saat Bh dalam keadaan tubuh lemah dan penuh rasa keram di bagian perutnya. Dokter mengatakan bahwa ibu hamil akan rentan merasakan sakit saat Pasangannya memberi jatah yang terlalu lama akan menambah rasa sakit bagi wanita hamil tersebut.
Wira memijit tangan Lila dengan penuh kasih sayang. Mengelap kaki dan tangan Lila menggunakan Sapu tangan bertuliskan namanya. Lila yang hanya fokus mengurus dirinya kadang kadang bosan hanya berdiam diri di rumah. Lila memilih menyibukkan diri dengan menjahit tulisan nama suaminya di sapu tangan milik Wira dan kain lainnya.
Wajah bersalah terpancar dari raut muka yang kusut, Wira terdiam dan tidak makan sejak semalam. Untungnya Naim yang baru pulang dari kampungnya datang membawa makanan dan buah buahan untuk Wira. Naim datang dengan mengajak suaminya untuk menyetir mobil Wira nantinya.
Wira hanya membawa sang istri dan tidak membawa satu pun baju untuknya ke rumah sakit. Naim berinisiatif untuk menggantikan Wira menjaga Lila di rumah sakit namun di tolak Wira dengan alasan Naim juga butuh istirahat yang banyak agar anak dalam kandungan sehat.
Naim mengikuti maunya Wira dan kembali pulang mengambil pakaian untuk Wira. Dengan jalan sedikit pelan dan agak pincang, Naim berjalan menuju pintu luar ditemani sang suami yang siap jaga setiap saat. Wira memperhatikan perut Naim dan membayangkan itu adalah Lila yang sedang berusaha keras menjaga anak yang ada dalam perutnya agar tetap aman dan tidak terguncang.
Setelah beberapa lama terbaring, Lila akhirnya bangun dan menatap wajah suaminya yang lusuh penuh keringat. Wira saat itu masih menjalani cuti agak lama dan akan menjaga Lila hingga Lila sembuh. Wira berniat untuk meresmikan pernikahan mereka di depan publik agar Lila aman keluar rumah dengannya.
" Mas, Kamu dah makan udah mandi."
"Belom sayang Aku kan lagi jagain kamu, sudah kamu diam di sana nanti aku panggilkan dokter untuk memandikan kamu."
"Kamu mau mandi mas, Aku siapin dulu baju untuk kamu sekarang kamu mandi yah nanti aku siapin makanan." Lila turun dari kasur ingin mendorong gantungan infusnya. Wira langsung mendekati Lila dan memeluk Lila dengan hangat.
"Sudah sayang, Kamu tidur aja di sana Aku bisa lakuin itu semua sendiri lagian disini ada perawat juga sayang."
" Sejak kapan kamu bisa mas, orang selama ini kamu Aku yang ngurus."
"Sejak aku tau gimana rasanya jadi kamu yang tidak pernah aku perhatiin sayang." Mengajak Lila duduk di sofa dan menyuapi Lila makanan yang disediakan perawat tadi pagi.
"Makasih yah sayang, sudah mau menjaga Aku meski Anak kita sudah pergi."
"Hey sayang jangan diingat lagi kita bisa usahain lagi anak itu, anak hanya titipan dan bahagia itu anugrah sayang, jadi jangan kami sesali hal yang sudah pergi dan takkan kembali lagi."
"Tapi mas." Wira lalu mendekat mengecup bibir Lila dengan hangat.
"Kita bisa bikin lagi anak sayang, Saat kamu bisa pulang aku akan siapin acara besar untuk pernikahan kita dan kita akan program bayi di tempat yang jauh dari sini."
__ADS_1
"Bagaimana dengan pekerjaan kamu mas."
"Soal pekerjaan bisa di atur sayang, Aku bisa ambil cuti beberapa bulan dan mengisi kekosongan di akhir bulan."
"Ham makasih yah sayang sudah mau jadiin aku istri sah kamu."
"Aku begitu sangat mencintaimu Lila."
"Aku juga mas."
"Kita jalan jalan keluar cari udara segar."
Wira lalu menggendong Lila ke kursi roda dan mendorongnya ke luar menuju Taman yang tidak jauh dari sana. Begitu banyak anak anak yang berjalan kaki menuju sekolah. Anak anak yang didampingi orang tuanya serta membawakan bekal untuk anaknya. Wira teringat dengan Maira yang sejak kecil selalu ditinggalkan dan tidak pernah mendapatkan kasih sayang darinya hingga saat ini.
Wira tak mau itu terjadi lagi dengan anaknya nanti bersama Lila. Wira akan menjadi ayah yang baik untuk anaknya nanti. Namun sekarang Wira tak ingin menelfon Maira yang sedang marah kepadanya soal Lila yang akan menjadi ibu sambungnya.
Wira tau bagaimana Maira menerima kenyataan pahit tentang Lila yang sama sekali tak dikenalnya dan lalu menjadi ibu sambungnya. Lila yang mengajak Wira berbicara sejak tadi di acuhkan Wira karena dirinya yang sedang melamun panjang.
Lila pun mengigit Tangan Wira yang berada di pundaknya.
"Mas kenapa sejak tadi nggak jawab pertanyaan aku."
"Apa sayang kamu ngomong apa tadi."
"Mas jangan berubah yah, tetap sayangi aku hingga Tuhan ambil nyawaku."
"Hey kenapa kamu ngomong kayak gitu jika kamu mati, Tuhan juga harus ambil nyawaku sedetik setelah Tuhan ambil nyawamu."
"Kamu janji kan mas akan jadi orang satu satunya yang mencintai aku dan aku adalah satu satunya yang ada dalam hidupmu. "
"Aku memiliki Anak sayang, Aku punya satu putri yang usianya tak jauh darimu."
"Punya putri dan selama ini mas nggak kasih tau aku? "
"Iyah sayang aku punya anak dari mantan istriku yang sudah meninggal."
__ADS_1
" Lalu dimana dia sekarang mas."
"Dia berlibur ke pulau bali."
"Ham"
"kamu akan jadi wanita satu satunya yang akan jadi istriku dan tidak akan ada orang yang akan bisa merubah itu."
"Kamu janji mas."
"Janji sayang."
"Jangan berubah, jangan main belakang terus jaga hatimu mas, bilang ke aku jika rasa itu mulai hilang untukku agar aku bisa mengurangi rasa ku sebelum hatiku lebih hancur saat kamu datangkan wanita baru di Kerajaan kita."
"Aku tak mungkin mudah beranjak dari kungkungan mu Lila, sayangku cintaku tak mudah beralih seperti yang kau pikirkan, Jika aku mudah beralih tak mungkin ibunya maira hingga saat ini menjadi satu satunya wanita yang ada dalam hatiku."
"Ham iya sih mas, Aku boleh minta sesuatu mas."
"Apa sayang."
"Beri Aku tempat di hatimu yang sekarang diisi oleh istri kamu sebelum Aku."
"Aku sudah beri itu sayang tak mungkin satu hati memiliki Dua cinta hal gila apa yang sedang kau pikirkan saat ini."
"Ya nggak tau aja mas, banyak orang yang sudah menikah tetapi masih bermain di belakang istrinya."
"Hati hanya memiliki satu cinta, Jika seseorang memiliki Dua istri sekaligus pasti yang satu hanya tempat permainan panas semata."
"Bagaimana mas yakin itu."
"Nggak ada yang seperti itu Lila, Jika dia berani selingkuh dibelakang istri pertamanya percayalah dia bertahan hanya karena terbiasa bersama atau karena balas budi semata.Lalu cinta, mungkin saja sudah pudar dan beralih ke wanita yang lebih wah dari istrinya."
Lila lalu mencium tangan Wira yang sedang mendekati lehernya dengan hembusan nafas hangat dan berbau wangi Vodka.
Like, Komen and Vote yah teman teman☺
__ADS_1