Antara Cinta & Luka

Antara Cinta & Luka
Bab 72


__ADS_3

Villa demar broto.


Joanna dan maira sampai di vila sekitar pukul 22: 35, dengan tubuh begitu lelah maira memaksakan diri untuk mandi dan menyiapkan pakaian suaminya yang akan digunakan. Sambil tersenyum Maira mengambil satu persatu pakaian suaminya, bangga memiliki suami yang siap siaga akan segala keperluan hingga kebutuhan sang istri juga.


Itu terlihat dari barang bawaan joanna yang tak terpikirkan oleh maira sama sekali. Maira sama sekali tak berpikir tentang ide jalan jalan tersebut yang bisa menghemat waktu untuk mereka berdua. Karena sudah terlalu malam, joanna memutuskan untuk mengundur waktu melihat pembantunya di rumah sakit.


Sambil menunggu joanna mandi, Maira menelfon edwar menanyakan keadaan naim yang masih berada di rumah sakit. Maira sudah berulang kali menelfon namun tak kunjung di angkat oleh edwar, akhirnya maira menelfon pihak rumah sakit menanyakan keadaan naim saat ini. Untungnya maira memiliki nomer rumah sakit tersebut dan langsung menghubunginya.


Pihak rumah sakit mengatakan anak yang dikandung naim tidak bisa diselamatkan karena mengalami kekeringan dan kemungkinan juga mengalami keracunan dari cairan yang terlalu banyak masuk kedalam ****** atau makanan yang dicernanya.


Mendengar itu maira jadi takut dan ingin menjaga baik baik anak yang ada di dalam rahimnya. Maira langsung mencari info tentang anak agar dia tak keliru dan mengancam keselamatan anak yang ada dalam kandungannya. Maira duduk di kursi sambil melihat lihat ke arah kamar mandi yang tak kunjung kebuka.


Sambil menikmati sepotong roti dan air putih Maira menunggu joanna selesai mandi, Maira juga tak lupa minum obat yang diberikan oleh dokter untuk anak yang ada dalam kandungnya. Setelah meminum obat Maira langsung tertidur di ujung kasur sambil memegang handuk untuk dia mandi. Maira terlihat sangat lelah hingga tertidur pules dengan tubuh yang kurang sempurna terletak di kasur.


" Sayang aku dah siap nih kamu mau makan dimana sayang?"


" Yah sayang kenapa tidurnya gitu sayang, kan badanya jadi sakit."


" Aduh sayang nih nggak mau dimanja nih, nggak mau dipijit nih perut gedenya..."

__ADS_1


Joanna mengajak maira ngomong sambil mengangkat tubuh maira ke atas kasur dengan benar. Meski maira tak menjawab sama sekali, tapi joanna masih saja berusaha mengajak sang istri ngomong. Karena melihat tubuh maira sedikit kotor dan berkeringat, Joana mengambil tisu basah dan mengelap tubuh maira sampai bersih.


Joanna tak sungkan menyentuh kaki maira yang cukup kotor kena air hujan saat turun dari mobil tadi. Maira yang memang terlihat sangat lelah tak memikirkan badanya sama sekali yang dia ingat hanya mandi dan tidur hingga pagi karena dia merasa sangat lelah hari ini. Tak biasanya maira gampang lelah dan kecapean namun hari ini maira sangat berbeda dan gampang berkeringat.


Joanna yang sejak tadi menyentuhnya sama sekali tak membuatnya bangun dan berganti posisi sama sekali. Hingga joanna membuka bajunya pun maira tak bangun sama sekali. Maira bangun saat joanna menyentuh pakaian dalam nya yang angat ketat karena perutnya yang sudah mulai membuncit. Joanna akhirnya mengajak maira berbicara sambil melanjutkan tugasnya membuka pakaian maira.


" Udah bang biar aku aja aku juga mau mandi."


"Jangan gak usah mandi sayang nanti makin lemes badannya."


" Gak bang aku gerah banget bang kalo nggak mandi nanti tidurnya gak nyaman."


" ih apa sih bang malulah."


" Lah kenapa harus malu sih sayang, orang dah sering lihat juga kok."


" Ham abang..."


" Apa sayang..."

__ADS_1


Joanna lalu mendekat ke maira yang sudah berdiri dan mau jalan ke arah kamar mandi. Joanna menggendong maira dan membantu maira membuka handuk serta menyabuni tubuh maira dengan sabun. Maira memeram kan matanya menahan geli.


" Ham bayi gede aku mandinya minta di sabu nin."


" ih orang abang yang mau tadi."


" hehe iya sayang abis ni bisa nggak sayang, abang lagi pengen dah penuh nih."


" Iyah mas boleh mas."


" Thank you honey wife, sekarang?"


" iyah boleh sayang."


Joanna langsung menyiram tubuh maira dengan air dan memasangkan handuk ke tubuh maira dan langsung menggendong maira ke atas kasur. Memberi sensasi nyaman terlebih dahulu dengan menjilati tubuh maira hingga menyesap kan bibirnya ke bibir maira. Sambil menikmati isapannya, joanna membuka perlahan ikatan handuk maira hingga memperlihatkan gundukan yang makin membesar dan montok.


Joanna meraba bagian bawah sana dengan jari manisnya hingga terbenam seluruhnya. Joanna dengan perlahan menarik kebawah celana pendeknya hingga memperlihatkan rudal yang sudah berdiri tegak dan panjang. Dengan perlahan menenggelamkan rudalnya ke ruangan sempit bawah sana yang mulai meminta makan dari pohon gede yang lumayan besar itu.


Auh bang yang pel an bang.

__ADS_1


Ah ah..ah..ah..ah.auh bang.


__ADS_2