
Maira dan Joanna tidur dari senja hingga pagi di kasur berasalan kain Sarung yang di robek. Paginya Joanna berencana memperbaiki rumah tersebut hingga nyaman di tempati. Mengumpul kan sedikit tenaga dengan beristirahat lebih lama mungkin akan membuat nya sedikit segar.
Maira tidur dengan posisi membelakangi Joanna yang tengah menghadap ke arahnya.Mereka tidur dengan obat nyamuk dan satu selimut tipis. Saling menarik selimut dan akhirnya menempel jadi satu agar bisa tertutup selimut dengan nyaman.
Malam itu begitu dingin dan membuat Maira sering bangun dan mengatur posisi yang nyaman. Joanna yang berada di sebelah merasa terganggu yang akhir nya memeluk Maira sambil menutup mata.
"Kamu kenapa lagi sih sayang." memanggil dengan suara lembut.
"Gatel mas, banyak nyamuk dan juga sangat dingin."
"Sabar yah sayang, besok pagi pagi kita beli selimut yang tebal."
"Ham... "
"apa sayang."
"Peluk.. "
Joanna tersenyum saat Maira melakukan aksi manja kepadanya. Joanna lalu memeluk erat Maira sambil menempelkan bibirnya ke kening Maira yang tidur berhadapan dengan nya. Akhirnya Maira tertidur hingga pagi dengan wajah sudah segar dan ceria.
Pagi pagi ponsel Joanna sudah ribut dan membuat Maira terbangun. Maira membangunkan Joanna hingga memanggil sebanyak lima kali. Joanna tidak kunjung bangun dan akhirnya maira melakukan aksinya yaitu naik ke tubuh Joanna dan memeluk bangat.
" Apa sih sayang."
"Bangun.. "
"Nanti yah sayang."
"ponsel mas dari tadi berdering mas."
"Am benar?"
"Iyah mas."
Joanna lalu mengangkat telfon dan langsung merapikan barang. Dengan sedikit tergesa dirinya lalu menelfon ke bandara untuk menyiapkan tiket untuk nya dan Maira. Joanna memakai topi hitam dan baju yang berbeda dan mengeluarkan kain panjang hitam yang akan dikenakan oleh Maira.
"Kita akan ke Indonesia, kamu siap siap dan letakan makanan di depan untuk kita makan nanti." dengan tegas.
" baik mas."
Maira lalu berlari mengambil makanan yang dibeli kemaren dan memasukan ke dalam mobil. saat ingin turun ke garasi, Joanna melarang maira untuk jalan sendiri dan menyuruh Maira untuk meletakan semua barang hingga pintu saja.
Maira dan Joanna sangat sibuk dan lupa makan siang dan sarapan. Disaat sedang beres beres,Jena dan suami datang membantu mengemasi semua barang meski mereka tak tahu Maira akan pergi kemana.
Setelah semuanya beres, Joanna meninggalkan kunci rumah tersebut dengan santai kepada Jena dan suami. Dengan kepercayaan penuh Joanna menitipkan rumah nya dan semua yang ada di dalamnya.
Kulkas, mesin cuci serta barang lainya. meski Rumah tinggal Joanna masih membeli kebutuhan dan perlengkapan seisi rumah agar dirinya tidak kesulitan nantinya saat ingin pergi ke rumah tersebut.
"Mas Joanna, ini benar diberikan untuk kami? "
"Saya titipkan klian jaga kalian bersih kan dan kalian rawat, jika ada yang kalian butuh kan ambil aja disini bawa ke rumah kalian yang saya pinjamkan."
"Makasih mas, makasih banyak."
Yuda memeluk erat Joanna yang tengah berdiri di depannya. Joanna lalu pamit untuk pergi ke Indonesia sambil memberikan sedikit uang kepada Yuda untuk usaha di sana. Joanna juga memesan beberapa bibit tanaman untuk ditanam sekitar rumah itu untuk mencukupi kebutuhan Yuda dan Jena.
__ADS_1
Meski Jena dan Yuda bukan bagian dari keluarganya, namun Joanna simpati dan merasa jadi keluarga saat didekat mereka. Joanna lalu naik ke mobil sambil menggandeng sang kekasih yang terlihat sangat lelah.
"Kita langsung bandra yah sayang, hubungi ayah mu dan bilang kalo kamu sedang bersama Joanna anak pradipta."
"Ham iya sayang."
Maira menelfon ayahnya sambil mengelap wajah dengan tisu basah. Wajah pagi yang belom dibersihkan membuat wajahnya sedikit gatal dan berminyak. Maira juga kumur kumur dengan air hangat dan Makan permen agar mulutnya seger.
Joanna dengan fokus mengendarai mobilnya sambil menghisap vape dengan aroma Wangi permen. Joanna sesekali menyapu rambut Maira dengan jarinya yang panjang. Joanna juga melirik ke arah Maira ketika jalanan sedikit sepi.
"Kamu sudah siap sayang. "
"Siap sayang."
"Yakin? "
"Yes sayang."
Joanna mengecup bibir dan lalu menambah laju mobilnya. Joanna mengejar target agar tidak ketinggalan pesawat. Di perjalanan yang mendesak, Maira dan Joanna masih saja Romantis dan saling memadu kasih.
Kriuk.... kriuk....
"Bunyi apa tuh."
"Cacing guling, hehehehe."
"Ham lapar yah sayang, yasudah kita berhenti makan dan lanjut lagi."
"Nggak usah mas, kita makan ini aja dan nanti di pesawat baru kita makan enak."
"Ham.. oke."
Suasana begitu indah saat Maira menyuapi Joanna nasi dan sambel yang cukup pedas sesuai dengan selera joanna. Makanan yang dibeli oleh Jena kemaren dimakan dengan lahap karena perut mereka sangat keroncongan.
Setelah makan Joanna dan Maira saling menempel dan mengobrol hal yang lebih romantis. Maira begitu sangat bahagia sedangkan Joanna sedang berusaha menutupi masalah yang ada pada otaknya kali ini.
Indonesia negara yang sudah lama tak dijajah nya membuatnya akan canggung berada di sana dan melanjutkan hidup dengan suasana baru. kembali bergabung dengan karyawannya dalam perkebunan buah buahan yang selama ini ditekuninya.
usaha yang banyak masih membuatnya miskin dunia, kemana pun dia pergi masih diikuti para musuh. Joanna mengalami kesulitan bergerak setelah mantan kekasihnya meninggal dunia dan tak ditemukan jasadnya.
Kini Joanna sudah mulai bahagia dan melupakan masa lalunya. Mantan kekasih yang pernah diperkosa juna saudaranya entah diperkosa atau sengaja bermain gelap dia tak tahu pasti yang jelas juna adalah pelaku pembunuhan Mantan kekasihnya dulu.
"Mas, Celana kamu bolong."
"Hah, mana? "
"tuh Baby mu terpampang jelas di balik celana hijau tuamu." Maira mengatakannya sambil menutup mata dengan jari dan mengintip di balik sela sela jari.
"Aduh din, din jangan lah kau bikin malu ah."
"Mas, ayok dong tutup baby nya nanti terbang lagi."
Maira menghibur Joanna yang terlihat pusing dan sedikit dingin kepadanya. Wajah yang kurang semangat dan kurang gairah membuat Maira ikut pusing dan hanya melamun menatap jalan yang penuh dengan kendaraan.
Joanna lalu mengambil celana baru dalam tas nya yang sengaja diletakan di bawah kursi tempat duduknya. Celana yang memang sudah lama tak digunakan memang akan lapuk dan rusak.
__ADS_1
Joanna lalu berhenti di tepi jalan untuk mengganti celananya. Maira yang dari tadi tersenyum ngeledek Joanna membuat Joanna tertawa malu dan mencubit pipi Maira hingga merah. Joanna mengganti celana di depan Maira yang sepertinya tidak marah dan menghindar.
Maira hanya melihat ke arah depan sambil tertawa bahkan membuat Joanna malu hingga tak berani menatap lama wajah Maira. Joanna hanya mencubit wajah Maira dan langsung memegang setir mobil.
Dan saat perjalanan hujan tiba tiba turun, meski dalam mobil sekalipun tetap saja sulit untuk berkendara karena akan sulit untuk melihat jalan. Joanna lalu membatalkan jadwal penerbangan dan akhirnya menginap di vila dekat jalan mereka berhenti.
Joanna hanya memesan satu vila agar dia tidak kesulitan menjaga Maira. Anjing pelacak yang ada di mobil sengaja tidak dikeluarkan untuk menjaga keamanan mobil dan pengintai.
Joanna memberi makan anjing tersebut agar mereka tidak kelaparan dan banyak energi untuk perang jika musuh mendekat.
"Pak boleh tanya pak, vila yang jauh dari pemukiman warga ada nggak pak? "
" ada mas, cuma jauh kalo untuk akses berbelanja dan lain lain mas."
"Nggak masalah asal aman kan."
"Aman mas, orang yang masuk daerah sini wajib lapor mas di pos sebelah sana."
"Oke makasih pak. Saya mau Vila tersebut untuk besok pagi dan saya akan sewa dalam waktu yang tidak ditentukan."
Joanna lalu pergi ke vila yang baru di sewanya untuk sehari sebelum vila tempat tinggalnya dibersihkan. Joanna menggandeng tangan Maira menaiki tangga vila tersebut yang tidak jauh dari tempat menyewa tersebut.
Mobil dan para anjing anjing diletakan di lantai bawah dan dijaga ketat oleh keamanan penjaga. Wilayah tertib dan penjagaan yang ketat akan aman untuk Joanna meninggalkan binatang Peliharaan nya di sana.
Gempa tiba tiba.
Maira membuka pakaian pada saat dirinya merasa Joanna sedang diluar. Joanna tiba tiba masuk dan melihat Maira yang hanya memakai bra pink muda dan ****** ***** warna crem. Junior naik tiba tiba yang membuat joanna lalu mendekat dan mencium seluruh bagian intim Maira.
Maira hanya menikmati tanpa melakukan perlawanan. Joanna menikmati bau wangi tubuh Maira yang sedang menempel dengannya. Joanna mengikat tubuh tersebut dengan tangannya. Maira hanya diam dan menikmati gangguan hasrat dalam yang berkecamuk.
Joanna menghempaskan tubuh Maira ke atas ranjang lalu menaikinya. Mencium seluruh tubuh Maira tanpa terkecuali. Joanna lalu naik ke atas bermain di bagian atas tubuh Maira yang mulai lincah. Joanna dengan perlahan menarik celana kecil Maira ke bawa.
Menarik tubuh Maira ke atas dan membuka ikatan penutup gundukan hingga memperlihatkan gundukan padat yang sedang perang tempat. Joanna memainkan keduanya sambil menarik terus ke bawah ****** ***** Maira.
Semua pakaian terbuka, Joanna mengangkat kaki maira ke atas dan masuk ke dalam sela sela kaki tersebut. Joanna naik dan sedikit mendorong junior ke depan. Milik mereka beradu dan hanya celana Joanna yang jadi pembatas nya.
Joanna lalu berpindah ke samping Maira sambil memeluk maira yang membelakanginya, Joanna memainkan gundukan itu dari belakang dengan satu tangan. Tangan yang satu lagi menyesap di bawa sana dengan lembut yang membuat Maira mengerang keras dan semakin berirama. Maira tak tahan dengan godaan yang diterima dan akhirnya menawarkan diri untuk di goyang habis habisan.
"Mari kita ulangi mas."
"Kamu yakin sayang."
"Iyah mas."
"Aku jago dalam hal itu jangan kamu goda aku jika nanti aku tak kuat menahan hasrat. saat ini aku sedang menahan yakin kamu mau ngasih secara cuma cuma."
"Kamu kan janji nikahin aku mas."
"Iyah besok pagi kita menikah secara sederhana dan saat ayah mu pulang kita akan nikah secara terang terangan di depan ayah mu."
"Baik mas."
"I love you honey."
"I love you too sayang."
__ADS_1
Joanna lalu mengangkat kaki Maira ke atas.
Like, komen and vote nya teman teman☺