
Semua sudah berkumpul di bawah, Namun Maira masih tetap saja berdiam diri di atas sambil menangis dan merusak Make up nya. Saat MUA datang, Dia kesulitan memperbaiki Make up Maira yang berulang kali luntur oleh air matanya. Karena sudah terlalu lama tidak turun juga, Wira akhirnya naik untuk menjemput anak gadisnya itu dan dibimbing ke bawah.
" Kamu kenapa Nangis sayang? "
" Tidak ayah aku hanya sangat bahagia hingga air mataku jatuh."
" Oh syukurlah kalo gitu."
Wira menggandeng sang anak yang akan di lepasnya kepada laki laki yang baru dia kenal. Saat itu Wira sudah mulai batuk berdarah dan nafasnya sering sesak. karena tidak mau merusak mute anaknya yang sedang berbahagia, Wira meminum obat secara berlebihan sebelum acara dimulai.
Tangannya gemetar saat menggandeng Maira ke bawah, dengan langkah sigap Joanna datang dan menggantikan Wira menggandeng Maira ke meja yang ditentukan untuk kelangsungan pernikahan. Saat itu Joanna sudah merasakan hal aneh pada wira yang sepertinya kurang sehat.
Tatapan tajam pada mata wira seakan ingin menyampaikan sesuatu kepada Joanna yang sangat penting dan tertutup. Sambil memegang tangan Lila, Wira menahan sakit di dadanya yang mulai kambuh. Karena Semua orang sudah datang, Wira langsung mengumumkan maksud dia mengundang para koleganya untuk datang menghadiri pernikahan anaknya.
Dalam kata kata yang diucapkan wira mengandung makna dan pesan yang tertuju pada Joanna yang akan jadi pelindung Maira sekaligus tempat maira bersandar menikmati hidupnya. Joanna meneteskan air mata saat Wira menangis menceritakan Kehidupannya membesarkan Maira tanpa seorang istri disampingnya.
__ADS_1
" Aku besarkan dia, Anak perempuan ku satu satunya, aku didik dia, aku besarkan dia tanpa belaian seorang ibu, kini dia tumbuh dewasa dan ingin mencari tempat bahagia nya sendiri. Meski aku tidak sempurna tapi selama hidupku aku takkan pernah bosan mencintai anakku hingga Tuhan mengambil nyawaku."
" Untuk mu joanna orang yang dipercaya Untuk jadi kebahagiaan anakku, kau jaga Maira jika kau tidak bisa kau tolong kembalikan dia kepangkuan ku atau tidak kau berkata jujur kepadanya tanpa kau menyakiti hatinya."
"Aku tak akan tau hal apa yang kalian alami di luar sana, apakah itu luka atau bahagia, tapi aku mohon untukmu tolong kau jaga dia anakku baik baik hingga kau mati, tapi jika cintaku tak lagi untuknya kau bisa kembalikan dia kepadaku tapi jangan kau sakiti hatinya."
Kata kata itu terus terdengar di telinga Joana hingga air matanya tak bisa ditahan lagi. Berbeda dengan Maira yang termenung menatap jarinya yang penuh Riasan indah berukiran nama Joanna dan namanya. Tak lama setelah itu terdengar Suara anak kecil yang tak lain adalah Anak Aluna yaitu Jiwa yang menyahut memanggil Sebutan Ayah.
Untung saja Aluna langsung mengambil anaknya yang sempat ingin berlari ke arah Joanna. Dan untungnya lagi Wira dan para tamu tidak sadar sautan itu tertuju pada Joanna yang sedang menyaksikan pesan yang diucapkan oleh Wira untuknya.
Setelah itu acaranya pernikahan pun berlangsung dengan lancar dan para tamu bergantian memberi ucapan selamat serta ada juga yang berfoto dengan Maira dan Joanna. Aluna dan Jiwa pun ikut berfoto dengan Mereka. Saat Aluna naik ke atas panggung, Maira langsung menarik tangan Aluna untuk berdiri disampingnya bukan disamping Joanna.
" Selamat yah Maira dan Joanna semoga cepat dapet Buah hati yah."
" Iyah thank buat doa nya Aluna."
__ADS_1
" Tante selamat yah. "
" Iyah sayang."
" Yasudah kami kesana dulu yah Ra, Joanna."
" Okeh sekali lagi thanks yah udah datang."
" Iyah sama sama Ra."
" Ay."
" Jiwa ayok kita pergi."
" Tapi mah."
__ADS_1
" Ayok sayang."
Aluna lalu menarik tangan Jiwa untuk segera pergi dari sana karena tak ingin merusak Kebahagiaan Maira. Maira yang sebelumnya sangat kagum dengan Aluna berubah jadi monster yang sangat membenci Aluna. Maira melihat kan Wajah tidak sukanya kepada Aluna disaat Aluna memberinya ucapan atas pernikahannya.