Antara Cinta & Luka

Antara Cinta & Luka
Bab 39


__ADS_3

Joanna mengajak Maira untuk duduk di meja yang berbeda dengan Ayahnya, dengan wajah terpaksa Maira mengiyakan keinginan Kekasihnya itu dan duduk di tempat yang berlawanan dengan Ayah dan ibu tirinya. Maira mulai merasakan cemburu karena Ayahnya lebih mementingkan Ibu tirinya ketimbang dia anak kandungnya.


"Kamu kenapa sih nggak ngajak aku makan di samping Ayah."


"Aku kan juga mau berduaan sama kamu sayang." Menggandeng tangan Maira masuk ke dalam.


"Tapi aku juga mau ayah mas."


"Jadi nggak mau aku Nih, yasudah kamu pergi aja sana aku disini aja."


"Ih mas jangan gitu dong."


"Gitu gimana, orang kamu juga gak mau makan bareng aku."


"Bukan nggak mau tapi."


"Tapi apa Sayang tapi apa? " Mendekatkan mulutnya ke wajah Maira.


"Tapi aku mau lama lama dekat ayah Mas, besok juga ayah akan pergi ke luar kota mas."


"Kamu kan bisa lihat Ayah setelah ayah pulang sayang."


"Kalo ayah nggak lagi peduli sama Aku gimana, kalo ayah nggak kembali gimana."


"Jangan ucapin hal bodoh lah ucapan adalah Doa loh."


Joanna mengecup kening Maira dengan hangat dan penuh kasih, Wira memperhatikan gerak gerik Joanna dari kejauhan tanpa sepengetahuan Joanna. Joanna juga memijit baju Maira yang katanya pegel pegel kerasa mau retak. sambil menunggu hidangan Maira mengajak Joanna membayangkan Suasana Rumah yang diinginkannya.


Mulai dari taman luar hingga Bagian dalam yang dia tak mau terlalu besar dan penuh dengan aksesoris Mewah. Maira yang sudah bosan dengan barang mahal menginginkan Rumah yang sederhana dan dipenuhi tanaman bunga. Maira juga tak menginginkan Pembantu di rumah nya nanti.


Maira hanya membutuhkan Tukang cuci dan gosok yang bisa dibawanya ke Laundry jika suatu saat Dia capek atau malas nyuci baju. Keinginan Itu di langsung diiyakan oleh Joanna yang saat ini sudah ngebet ingin menikahi Maira. Rasa sayang untuk Maira semakin bertambah apalagi rasa takut akan kehilangan Maira yang sedang jadi incaran Juna saat ini.


Meski belom ada tanda tanda Juna yang sedang mencarinya namun Joanna harus waspada dan hati hati. Anjing penjaga sekaligus penjaga masih ditumpangkan di vila yang pernah disewanya bersama Maira dulu. Untungnya Orang di sana baik hati dan tidak menanyakan Soal anjing tersebut.


Mereka hanya menanyakan makanan dan cara penjagaannya saja. Dan disaat sedang menunggu makanan datang, Joanna dan Maira lagi lagi bertemu dengan Aluna yang membuat Sakit hati Maira tumbuh lagi. Namun keberadaan Aluna membuat Maira heran karena Aluna memakai Baju pelayan dan menyajikan Makanan Untuk Maira dan Joanna.

__ADS_1


"Silahkan makan Joanna dan istri."


" Aku bukan istrinya."


" Lah kata Joanna kalian udah nikah."


"Oh jadi dibelakang aku kamu sering jalan sama Dia mas."


"Aduh sayang, kenapa sih kamu akhir akhir ini suka mikir negatif sama aku."


"Bukan gitu Ra, Semalam dimana kamu pergi meninggalkan Kami di restoran, Joanna mencari aku dan minta penjelasan soal Aku memeluknya tiba tina. Aku reflek aku bahagia karena Joanna yang sudah lama menghilang kini kembali lagi."


"Kalian nggak lagi bohongin aku kan."


"Nggak lah Maira, Joanna sangat mencintaimu, Yasudah aku pergi dulu."


Maira tak menjawab dan fokus menikmati hidangan yang ada didepannya. Joanna yang kembali didiamkan Maira jadi hilang nafsu untuk makan dan hanya menemani Maira makan hingga selesai. Maira yang sedang makan tak bergeming sama sekali dan tidak ingin membahas hal tentang Aluna saat itu.


"Apa kamu akan mendiamkan aku lagi setelah Aluna menghampiri Kita tadi."


"Bisa jadi."


"Sewaktu aku tanya tentang masa lalu kamu apa ada kamu jujur sama aku mas, nggak kan."


"Iyah Aku nggak mau bikin hari indah kita jadi sendu Ra."


" Dan kamu merubah Impian indah aku jadi luka begitu."


"Ra ini semua diluar kendali aku Ra."


"Ini juga nggak masuk dalam kamus kita Mas, sekarang kamu jujur sama aku soal Aluna atau siapa pun itu yang akan jadi perusak hubungan kita."


"Aku akan jujur nanti sayang saat kita sampai ditujuan kita. Aku akan mengajakmu berjalan dengan aku setelah itu baru kita ikut ngumpul dengan ayah dan Lila."


"Kenapa kamu memanggil mami dengan sebutan Nama? "

__ADS_1


"Yah dia kan seumuran dengan Aku Ra dan dia mantan PSK."


"Hah, masa iya mas."


"Iyah sayang dan Aku tau gimana sifatnya kamu jangan gampang terbujuk oleh omongan dia karena Dia pintar bersandiwara."


"Ham iya mas."


****


Lila yang masih ngambek dengan Wira tak menyentuh makanan sama sekali dan lebih memilih melihat pemandangan sekitar. Lila mulai mengeluarkan isi hatinya dan mengekspresikan keinginannya di depan Wira. Saat ini dia sudah merasakan Kasih sayang Wira untuknya mulai dari perhatian hingga kasih sayangnya.


Terlibat dari caranya memperlakukan Lila, Wira juga sudah mulai membagi perhatian untuk Lila dan juga Maira. Saat Wira tau hal yang membuat Lila ngambek, Wira langsung meminta Joanna untuk mengajak Maira makan dimeja yang berbeda dengan dirinya. Dan juga menambah waktu libur untuk berbulan madu untuk kesekian kalinya.


Sikap Wira saat ini berbeda dari sebelumnya, Hal itu juga dirasakan oleh Maira. Namun Maira menyangkal ini karena keberadaan Lila yang membuat Hari hari Wira jadi lebih berwarna dan ceria. Namun berbeda dengan Naim yang merasakan aura buruk dari Wira yaitu Wajah Wira yang bercahaya seperti orang yang akan pergi jauh dan takkan kembali lagi.


" Kamu mau apa sayang, mau apa nanti aku ikuti maunya kamu kita liburan berdua ke hongkong, china atau kemana nanti aku ikuti."


"Aku mau ikut kamu ke luar kota mas." Memutar wajah ke arah Wira.


" Kalau yang itu aku nggak bisa Lila."


"Yasudah gimana kalau bulan madu lagi."


"Buat apa sih Sayang kan kita sudah tiap hari lakukan itu."


"Aku mau hamil anak kamu mas."


"Yah sayang buat punya anak jika kita bisa minta sama Maira dan joanna."


"Aku mau dari rahim aku mas."


"Aku nggak bisa Lila."


Lila lalu pergi tanpa pamit sama Suaminya sendiri. Pergi membawa tas dan ponselnya dengan wajah yang terlihat kesal melewati Maira dan Joanna.

__ADS_1


"Ini semuanya gara gara kamu Maira, Suamiku tak lagi ingin memiliki anak dariku."


Setelah mengucapkan kata kasar itu Lila berlari ke luar sambil menangis.


__ADS_2