Antara Cinta & Luka

Antara Cinta & Luka
Bab 42


__ADS_3

Wira, Joanna dan Maira lalu pulang ke Hotel sekitar Jam 2 malam, saat memasuki kamar Wira menemukan Lila yang sudah tertidur di atas kursi yang mengikat tubuhnya. Saat itu Wira merasa sangat menyesal karena sudah menyekap istrinya berjam jam di sana. Lila terbangun dan perlahan membuka matanya. Saat itu Wira sedang membuka ikatan tali di tangan Lila dan lakban yang menutup mulut Lila.


"Aku sudah pulang penuhi kewajiban mu."


"Kau meminta hak kepada ku sedangkan kamu selalu menyakiti batinku."


" Hal yang mana tidak aku penuhi hah? "


"Emang mas pikir aku bahagia dengan cara kasar mas ke aku? emang mas kira dengan mengajak aku jalan jalan sudah membuat aku bahagia, percuma liburan jauh jauh jika kamu menahan amarah saja tidak bisa. Aku juga wanita sama seperti anakmu, Aku juga butuh perhatian lebih dari kamu mas."


"Perhatian apa sih La, Ku beri kamu uang yang banyak tempat tinggal yang mewah dan sekarang kamu masih saja ngeluh kepada aku."


"Aku cemburu mas. "


"Cemburu sama siapa sih La, orang dekat wanita lain juga nggak."


"Sama Anakmu mas. "


"Hahaha, kadang sikap kamu kayak Anak anak yah, yang cemburu pada semua orang yang ada didekat orang yang dia sayang."


"Kamu tidak mengerti perasaan aku mas, didepan Maira kau buat aku malu dan tidak berguna. Seakan aku hanya sampah, didepan calon minantu kamu kau terang terangan mengatakan kau tak akan membawaku pergi bersamamu apa harus kau buat aku malu mas."


"Maaf sayang aku khilaf dan aku nggak bermaksud membuat hatimu sakit kayak gini Sayang. Besok kita jalan berdua yah, nggak ada lagi orang yang bisa ganggu kita."


"Mas janji? "


"Iyah sayang."


Wira lalu memeluk Lila di atas ranjang empuk mereka sampai pagi. Dengan pelukan hangat yang tidak beranjak Lila merasa Segar hingga pagi. Bangun lebih awal yang sudah dandan rapi dengan pakaian yang begitu menggoda. Lila juga sudah meletakan pakaian yang akan dipakai Wira saat itu, Lila meletakan baju itu di atas Kasur dan segera membangun Wira.

__ADS_1


"Bangun Mas, udah pagi kita jadikan jalan jalan. "


"Iyah sayang."


"Yaudah bangun dong mas."


"Iyah sayang."


Wira lalu menarik tangan Lila dan langsung memeluk Lila yang sudah rapi dan wangi. Wira yang masih dengan mata tertutup memeluk istrinya yang sudah rapi untuk ikut bersamanya. Dengan pelukan hangat yang diberikan Wira membuat Hati yang semalam mulai hancur kini membaik kembali.


"Kita mau jalan kemana sayang."


"Ham nggak tau penting kita keluar aja dulu dari sini mas."


"Ham yaudah bagaimana dengan hal semalam? "


"Maksud mas? "


"Apa sih mas, nggak jelas deh."


Wira lalu Naik ke atas tubuh Lila dan menarik pakaian Lila ke atas, Lila yang memakai dress hingga lutut itu membuat Wira dengan mudah menarik pakaian Lila kebawah. Dan saat hendak membuka Pakaian kecil di bawa sana, Wira melihat Darah yang mengalir di bawah sana. Lila tertawa dan Wira cemberut karena tidak dapat jatah lagi hari ini.


"Sejak kapan kamu Halangan? "


"Tadi pagi mas."


"Coba aja semalam kamu nggak marahan sama aku mungkin aku udah bisa main semalam Lila."


"Absen sehari kenapa sih mas."

__ADS_1


"Sehari sehari besok kalo udah keluar kota aku bakal absen berminggu minggu Lila."


" Ah udah lah mas kayak Anak kecil nggak dapat susu aja."


"Aku masih mau sayang."


"Iyah sini mas, Naik lagi."


Wira yang sempat beranjak lalu Naik lagi mendekati Lila yang sudah bersiap dengan service andalannya dulu saat masih bekerja. Lila membelai bagian tubuh dibawa sana dengan jari jemarinya, Posisi Lila yang duduk di atas Wira dengan rambut yang menutup Lehernya. Wira hampir lupa dengan itu semua karena selama ini Lila halangan pada saat dirinya tidak sedang bersamanya.


Wira mengalikan peperangan di bagian atas yang cukup memuaskan. Menarik biji kecil itu dan menikmati remesan demi remesan di sebelahnya. Karena sudah tidak tahan lagi wira akhirnya mendorong tubuh Lila ke belakang dan Naik ke atas. Dengan sedikit mendorong dorong di bawah sana dengan Menikmati tubuh di atas sana membuat Otak wira cukup berhayal jauh.


Tidak lama kemudian cairan miliknya keluar dengan mudah dan langsung beranjak ke kamar untuk bersih bersih. Meninggalkan Lila yang masih terkapar di atas kasur. Lila duduk dan kembali membenahi pakainnya yang kusut akibat ulah Wira. Orang yang tak pernah mengenal tempat saat ingin menjelajah. Semua tempat dia ingin lakukan saat otaknya tak ingin beranjak ke lain arah.


Hidup jauh tempat kelahiranya sudah membuatnya terbiasa mengikuti kebiasaan orang disana yang kurang adab. Meski sudah memiliki pangkat tinggi, Wira juga orang yang haus akan itu yah maklum saja ditinggalkan istri bertahun tahun membuatnya sekarang tidak ingin kurang akan hal itu lagi.


Ponsel Maira berdering, Maira yang bergadang semalaman membuat matanya sangat sulit dibuka. Beberapa menit kemudian ponsel Joanna juga berbunyi, Joanna yang juga bergadang juga tidak mendengar ponselnya berbunyi. Ponsel mereka berulang kali berdering, panggilan suara dari Wira itu tidak angkat sama sekali.


Wira akhinya pergi dan mengirim pesan kepada Maira dan memberi tau kalau dirinya sudah duluan pergi jalan jalan bersama Lila ke luar. Wira meninggalkan satu nama lokasinya kepada Maira yang sudah dihapus dalam ponselnya. Wira sangat ingin berlibur berempat saat itu namun Lila tidak mau bergabung karena rasa cemburu terhadap anak Maira yang lebih disayang oleh Wira.


"Mas aku mau duduk disini."


"Iyah silahkan sayang."


"Kita pesan makanan apa mas. "


"Terserah kamu aja Lila aku nggak lapar."


"Yaudah mas tunggu disini yah."

__ADS_1


Lila lalu pergi membeli makanan meninggalkan Wira yang sedang duduk di pondok kecil yang memperlihatkan indahnya pemandangan buatan tangan manusia yang sungguh memanjakan mata. Tidak beberapa menit kemudian Lila datang membawa makanan dan minuman untuknya, Lila menyuapi Wira makanan sambil menikmati pemandangan.


__ADS_2