
Sepanjang perjalanan Joanna dan Wira saling becanda bareng. Mereka berhenti untuk Makan di sebuah Restauran yang pernah dikunjungi Joanna dulu saat masih jadi anak liar. Joanna sengaja mengajak Wira untuk makan di sana karena makanannya yang enak dan bersih.
Selama menikmati makanan Joanna tak henti hentinya menawarkan makanan yang ada di atas meja untuk Maira. Maira disuapi setiap hidangan yang datang oleh Joanna tanpa memikirkan Perutnya yang juga kosong. Wira dan Lila sibuk menikmati hidangannya dan tak melirik ke arah Joanna dan Maira.
Saat sedang makan, Maira tiba tiba kebelet pipis yang maunya ditemani Joanna karena takut. Joanna lalu mendampingi Maira untuk ke Toilet dan menunggu di pintu toilet tersebut. Saat Maira hendak keluar, tiba tiba ada seorang wanita yang membawa anak kecil yang memeluk Joanna sangat erat.
Joanna sontak mendorong wanita itu hingga terpental ke dinding. Joanna tidak menyangka kalau akan bertemu wanita itu di sana. Dulu Joanna memang pernah mengajak wanita bernama Aluna untuk makan di sana hingga akhirnya mereka terpisah karena kecelakaan yang dilakukan Joanna kepadanya.
Maira hanya melihat saat Joanna dipeluk wanita itu saja dan tidak melihat saat Joanna mendorong Wanita itu. Awalnya Joanna memang membiarkan Aluna memeluknya karena Dia mengira itu adalah Maira, saat melirik ke bawah, ternyata bukan Maira dan Joanna langsung mendorong Aluna hingga terpental ke Dinding.
Untungnya Maira tidak masuk kembali ke dalam mendekati Ayahnya, Maira lebih memilih masuk mobil duluan dan mengirim pesan ke Ayahnya dan mengatakan untuk menunggu didalam mobil saja. Saat hendak memanggil Maira, Joanna merasa bersalah saat dirinya melihat Maira yang menunduk masuk kedalam mobil.
__ADS_1
Joanna masuk mobil dan mencoba menjelaskan apa yang sedang terjadi. Maira sama sekali tak mendengar Joanna berbicara dia menyumbat telinganya dengan Headset yang ada didalam mobil tersebut. Maira membuang wajah dari Joanna untuk menutupi Air mata dan kesedihan dalam hatinya.
"Ini nggak seperti yang kamu bayangkan Ra, Aku sama sekali tak ada hubungan dengan Aluna."
"Hey ayolah Ra, kamu jangan gini dong Aku jadi bingung mau lakuin apa lagi."
"Ra kamu coba lihat aku, Aku beneran nggak ada hubungan dengannya lagi, Dia hanya masa lalu ku yang kelam dan kami juga gak pernah pacaran."
Sambil berlutut di atas pahanya Maira Joana Masih mencoba menjelaskannya hingga air mata Maira jatuh ke telinganya. Air mata Maira tak terbendung hingga membasahi seluruh wajahnya dan juga telinga Joanna. Joanna lalu duduk dan mematikan lampu belakang agar Wira tak curiga dengan apa yang sedang terjadi.
Joanna memegang wajah Maira dan menjelaskan atas hal yang dilihatnya tadi, Joanna menjelaskan secara rinci semua hal yang membuat Aluna memeluknya tadi. Dia sungguh sungguh tak mengira Aluna berada di sana dan menemukannya saat Joana berada di toilet.
__ADS_1
Saat Maira hendak membuka mulut dan ingin bicara, Wira dan Lila tiba tiba datang dan masuk kedalam mobil. Untungnya Wira dan Lila tidak melihat ke arah belakang dan fokus mengendarai Mobil. Wira hanya meminta Joanna untuk menggantikan Dia mengendarai mobil saja.
Joanna pindah ke depan bersama Maira yang menundukkan kepalanya saat berjalan. Maira menutupi Wajahnya dengan rambut agar Lila tak curiga. Setelah semuanya naik, Joanna langsung jalan menuju lokasi yang akan dituju. Wira dan Lila tertidur di belakang sambil berpegangan tangan. Wira sempat bertanya soal Kain penutup jendela yang dipasang yang membuat ruang belakang gelap tanpa cahaya.
Setelah Joanna menjelaskan Alasannya, Wira kembali tidur bersama dengan istrinya di belakang. Wira tidur sangat nyenyak hingga tak mendengar suara Maira menangis. Mungkin Juga karena Joanna yang menyalakan lagu di depan agar Suara Maira tak membuat Wira dan Lila curiga.
Dua jam mengendarai mobil akhirnya mereka sampai dan langsung Naik ke Atas untuk beristirahat di kamar masing masing. Wira awalnya memesan Tiga kamar dalam satu tempat,namun tak ada tempat untuk satu keluarga yang tersisa, Wira memesan Dua kamar yang tersisa untuk dirinya dan Maira.
"Tak ada Kamar yang tersisa Joanna, Saya sudah coba pesan Tiga kamar namun tidak dapat, Saya juga sudah bertanya untuk satu kamar dalam satu ruangan juga sudah habis. Kamu bisa kan, tidur bersama Maira kalian kan juga akan menikah." Wira menepuk Pundak Joana dan lalu pergi.
"Oh ya nak, Kamu satu ruangan yah dengan Calon suami kamu. Ayah capek ayah Rehat dulu yah." Mundur satu langkah dan pergi kembali.
__ADS_1