Apa Salahku Ibu?

Apa Salahku Ibu?
Bab 10


__ADS_3

Mendengar hal itu. Ny.Kania menatap tajam kearah Nirmala. Seakan kebencianya telah mendarah daging dan membesar sebesar gunung es.


" kamu kenapa malah membelanya,?"tanya Ny.Kania dengan menatap berang pada gadis di depanya itu. " seharusnya kamu membantu Mama untuk membencinya. Bshkan, bila perlu, kamu membantu mamah, menyingkirkan dia," Ny. Kania menatap tajam kearah Nirmsla.


Hingga membuat gadis itu menunduk ketakutan. Tubuhnya semakin gemetar di buatnya.


"Mah, mama nggak bisa menyalahkan Nirmala yang hadir di dalam hidup Mama. " ucap Dhelisa mencoba mengingatksn.


"terus Mama harus apa menurutmu, menerima semua ini, bahkan melihat setiap hari wajah dia,?" tanya Ny.Kania dengan wajah berangnya.


"nggak Mah, yang mamah lakukan hanya berdamai dengan masalalumu," ucap Dhelisa dengan mencoba menenangkan sang ibu.


"tidak!! Itu tidak akan pernah terjadi," ucapnya dengan berapi api. hal.itu membuat Nirmala menunduk ketakutan..


"kenapa mamah sangat membenci Nirmala, ?" tamya Dhelisa ysng telah mulai geram


"karena sampai kapanpun, dia akan menjadi benalu dan kuman di hidup Mama," ucapnya dengan nada penuh amarah.


Dhelisa yang mendengarnya, hanya bisa menghela nafas panjangnya.


" Mah, Mamah seharusnya bersyukur karena mamah punya anak yang sangat luar biasa hati dan parasnya. Ia sangat menyayangi mama," ucap Dhelisa seraya mengusap aorata yang tampak mengebun di mata indahnya.


"sampai kapan pun, Mama tidak akan pernah melakukan itu, karena sampai kapanpun, ia akan menjadi ab bagi mama," sentaknya seraya lalu pergi dari sana.


Mendengae hal itu. Seketika membuat tangis Nirmala pecah. " hiks Mah, kenapa Mama selalu membenciku,?" tanyanya dengan berlinang air mata.


Melihat hal itu, Dhelisa menenangkan sang adik ia juga merasa hancur.


"sabar ya Dek,?"ucapnya seraya merengkuh tubuh mungil sang adik.


"kak, apa kakak akan membenciku karena kenyataan ini,?" tanya gadis rwmaja yang baru berusia lima belas taun.


Dhelisa yang mendengarnya, sesaat terdiam dengan ekspresi wajah yang sangat terkejut. Kenapa sang adik bisa berfikiran seperti itu,


Apa dia menganggap, semua orang yang akan ada dirumah ini sama dengan ibunya.


"sampai kapanpun, kakak tidak akan pernah membencimu. Karena kamu, adalah adik tersayang aku," jawabnya seraya mencubit pipu gembul sang adik.


" Makasih ya Kak, kakak udah mau menyayangi Nirma, padahal, kakak tau kalau aku bukan adik kakak," Nirmala berkata dengan sesenggukan.


Dhelisa yang mendengarnya, menangkup kedua pipi adik kesayangannya itu. " kamu itu bicara apa sih Nirma, sampai kapanpun, kamu akan menjadi adik kesayangan kakak." ucap Dhelisa.


Mereka akhirnya menuntaskan rasa kangen dengan saling bercerita dan bercanda tawa.

__ADS_1


********


Sementara itu, di dalam kamar, Ny.Kania mengamuk seperti orang gila. " aaarrrgghh sialan kamu anak ha**m!!" ucapnya dengan mengobrak abrik isi kamarnya.


Ia merasa anak itu memberikan pengaruh buruk pada anak kesayangannya. Hingga ia berani membantah dirinya.


Keesokan harinya, Ny.Kania membuka paksa pintu Nirmala. Karena masih merasa mutka dengan anak itu.


" hey kau bangun!!" bentaknya dan mengebrak pintu dengsn sangat keras. Hal itu membuat Nirmala seketika tersadar.


Dengan segera, Ny.Kania menyeret gadis itu dan menghempaskanya di kamar mandi.


Byur


" gara gara kamu anakku jadi anak pembantah," sentaknya


Byur


"itu balasan karena kamu sering mempengaruhi dia," lagi dan lagi, Ny.Kania meyur Nirmala dengan air yang madih sangat dingin


" ampun Nyonya, ampuni saya," Nirmala memohon untuk menghentikan sang ibu.


Namun, alih alih menghentikan tindakan ibunya. Namun, sepertinya semua sia sia saja.


Hal itu tentu saja membuat gadis malang iti mengerang kesakitan


" arggh, ampun Mah, sakit," ucapnya dengan berlinang air mata. Sementara itu, Nirmala merasakan tarikan di rambutnya semakin kuat.


" jsngan panggil amu Mama karena aku bukan mamamu," bentaknya dengan berapi api.


Setelahnya, ia segera menyuruh Nirmala segeraasak dan membersihkan rumah. Karena sebentar lagi, Dhelisa akan segera bangun dan akan msnuju ke mari.


" ayo, cepat kau bersikan ini semua," ucap Ny.Kania seraya menoyor kepala gadis itu.


"iya Mah," Nirmala segera mengerjakan apa yang di perintah oleh sang Ibu.


Tak lama kemudian, Nirmala telah selesai mengrrjakan apa yang di perintah sang ibu. Dengan langkah gontai, gadis itu masuk ke dalam kamarnya kembali.


Satu bulan kemudian,...


Semenjak kejadian itu, Dhelisa benar benar pulang ke tanah air dan menetap di rumah itu. mengawasi setiap gerak gerik sang Mama. Hingga Ny.Kania tak leluasa meluapkan amarahnya.


Karena setiap saat, Ny.Kania selalu di pantau oleh Dhelisa. hal itu membuat Wanita paruh baya itu, tak leluasa melampiaskan amarahnya.

__ADS_1


"saya sepertinya tidak bisa mengambilnya.karena saya harus menjaga adik saya," ucap Dhelisa dari bslik pintu.


Hal itu membuat Nirnala semakin merasa bersalah saja. karena karena dirinya, Dhelisa menjadi kesusahan.


Tiba tiba saja, tanganya ditarik oleh seseorang membuat Nirmala hanya bisa mengikuti langkah ibunya itu.


"semua inu gara gara kamu anak sialan!!" bentak Ny.Kania berapi api.


Plak


Tiba tiba saja, satu tamparan keras mendarat mulus di wajah Nirmala.


"kamu memang tidak tau di untung sudah bagus aku kasih makan," ucap Ny.Kania meradang.


Sementara itu, Nirmala yang mendengarnys, hanya bisa menunduk dan mengusap cairan bening yang terus saja mengalir seoerti anak sungai.


Tak lama berselang, Ny.Kania berlalu dari sana dan meninggalkan Nirmala yang masih tertunduk sedih.


Kemudisn, ia bangkit dan segera menuju kamar sang kakak.


tok tok tok


Tiga ketukan di layangkan oleh Nirmala menuju kepintu Dhelisa. Dan tak berselang lama, gadis cantik segera menyembul dari balik pintu.


"ada apa dek,?"tanya Dhelisa saat melihat sang adik berada di depan pintu kamarnya.


"aku masuk ya kak,?" tanya Nirmala seraya mengulas senyum tipis. Semrntara Dhelisa,,yang merasa heran, hanya bisa mengangguk dan mengikuti sang adik yang telah terlebih dulu duduk di tepi ranjang.


"ada apa Nir,?"tanya sang Kakak pada Nirmala.


Nirmala yang mendengar pertanyaan sang kakak, sekitaka memeluk dan menggenggam tangan itu."kak, kalau kakak mau pergi ke lua4 kota,,nggak papa, jangan menghiraukan aku," ucapnya dengan air mata mengalir.


hal itu membuat Dhelisa yang mendengarnya, menjadi kebingungan.


"dek, kamu nggak lagi kenapa kenapa kan?" tanya Dhelisa seraya menyentuh pipi adiknya itu.


Hingga dirinya terperangah kaget saat melihat dan mendapati pipi sang adik yang telah memar itu.


"dek, ini kenapa,?" tanya Dhelisa dengan cemasnya. " pasti ini dari Mama kan,?' tanya Dhelisa yang beranjak dari duduknya.


BERSAMBUNG.........


Nb" mampir yuk di karya author kece yang lain.di jamim memukau ceriranya judulnya Istana Impian. By: santi suki

__ADS_1



__ADS_2