Apa Salahku Ibu?

Apa Salahku Ibu?
Ba 15


__ADS_3

Mendengar hal itu, Nirmala malah semakin berusaha menggoda Dokter muda itu.


"kenapa nggaik pacaran sama kakak cantik yang kemarin saja kak?" tanya Nirmaa seraya menaim turunkan alisnya.


Hal itu membuat Dokter Bani seketika menghentikan aktivitasnya. dan menatap lekat wajah gadis yang masih berada di hadapanya itu.


" kenapa malah lihatin aku kayak gitu,?" tanyanya dengan menautkan dua alisnya.


Dokter Bani tak menjawabnya. Ia malah melangkahkan kakinya mendekat kearah Nirmsla.


" karena aku, sangat terrarik padamu," ucapnya dengan mengelus kepala Nirmala.


Deg


Jantung Nirmala seakan ingin lepas dari tempatnya saat mendengar ucapan dari orang yang pernah ada dalam hatinya.


" kenapa kakak bicara begitu,? Kita kan adek kakak,?" tanya Nirmala yang merasa gugup.


Bani mendongak dan tersenyum tipis. " kau pasti sudah tau kan jawabanya,?" bukanya menjawab peetanyaan Nirmala, Bani malah mengajukan pertanyaan batu untuknya.


Hal itu membuat Nirmala seketika membulatkan matanya dengan sempurna karena merasa kaget. " itu kan dulu waktu kita masih kecil," jawabnya dengan menundukan kepala.


Entah mengapa, ia merasa malu saat membahas hubungan msmereka di masa lalu.


Yap, dulu, Nirmala dan Dokter Bani, pernah menjalin hubungan. Ya bisa di bilang cinta monyet. Karenamemang, pada saat itu, dirinya masih sangat kecil.


Ia juga bingung kenapa dulu ia bisa melakukan cinta cintaan seperti itu. Padahal, waktu itu ia baru berusia delapan taun.


Sementara Mahendra, laki laki itu hanya bisa mendengarkan percakapan tanpa tau apa yang mereka bahas.


Sementara Bani yang menyadari ekspresi laki laki yang ada di samping gadis kesayanganya, semakin memanas manasi, dengan terus mengguda Nirmala.


" kamu mau ngak nikah sama aku,?" tanya Dokter muda itu dengan menggenggam tangan gadis itu.


Seketika itu pula, Niemala membulatkan matanya. Ia tak percaya jika ia swdang dilamar oleh Dokter terkensl di kotanya itu.


" Kak Bani nggak usah bercanda deh," ucapnya seraya mencoba mengelak. Walaupun ia tau jika mata Dokter muda itu memancarkan keseriusan.


Sementara itu, Mahendra yang mendengarnya, juga ikut terkejut.


"siapa yang bercanda saysng, setelah kamu lulus nanti, aku akan bertandang kerumahmu," ucapnya dengan berlalu dari sana..


Bersamaan dengan itu, Pintu ruanga, di buka dari luar dan mendapati kedua orang tua Nirmala yang telah berdiri di sana.

__ADS_1


" eh, Om Tante, kebetulan kita ketemuan di sini," Dokter tersenyum tipis.


" ada apa Nak Bani,?" tanya laki laki paruh baya itu dengan perasaan tidak menentunya.


" saya berniat untuk melamar Nirmala jika nanti ia sudah lulus sekolah," jawab Dokter muda itu.


Seketika itu pula, Nirmala semakin membulatkan matanya. Apalagi, laki laki itu kini mengeluarkan sesuatu dari kantung celananya.


" Dokter!" tegur Maira karena tsu jika laki laki itu akan melakukkan hal yang menurutnya sangat konyol.


Ia memang menaruh rasa pada Dokter tampan itu. Tapi, ia juga sadar diri apalagi dengan kenyataan yang sekarang ia dapati.


Semakin jauh saja jurang pemisah di antara mereka. Namun alih alih mendengarkan Nirmala, Dokter Bima menyerahkan kotak itu pada Tn.Seno.


"kasih ini ke gadis csntik itu ya Om, jangan biarka. Ia lolos," jawabnya seraya berlalu dari sana.


Sementara itu, Ny.Kania yang merasa terkejut dengan reaksi tak terduga Dokter muda itu, mendadak tubuhnya kaku.


Ada rasa marah yang ia rasakan. saat mendapati kenyataab yang tak sesuai dari ekspektasinya.


Ia lalu menatap tajam kearah Nirmala yang memang tengag menatapnya.. Seketika itu juga, gadis cantik itu segera menundukan kepalanya.


" sia sia saja aku mengompori Bani," gumamnya dengan segera membuang muka ke arah lain.


Sementara itu, Nirmala yang mengetahui tatapan ibunya, hanya bisa menundukkan kepala.


Seketika itu, gadis cantik itu segera mengangkat wajahnya dan menggelengkan kepalanya. " aku nggak apa apa kok kak, lagi ngerasa pusing aja," ucap Nirmala sedikit meringis.


Hendra yang mendengarnya, segera menyuruh gadis itu untuk berbaring kembali.


" makanya, jangan di paksain kalau memang belum.benar benar kuat," Omel Hendra pada gadis yang ada si hadapanya saat ini.


Nirmala yang mendengarnya, hanya bisa mendenggus kesal. Namun, percayalah jika gadis itu hanya berpura pura saja.


Mana mungkin gadis seperti Nirmala berani bersikap demikian


Apalagi, dengan setatusnya yang sekarang. Nirmala Semakkn merasa kecil saja.


" apa kau mau makan buah?," tanya Mahendra dengan lembut seraya menyentuh pundak gadis itu.


Nirmala yang me dengarnya, hanya mengangguk dan sesikit tersenyum. Kemudian, kembali menunduk.


Mahendra yang melihatnya, sebemarnya merasa sedikit heran. mengapa dia bisa bersikap demikian,? Apa yang sebenarnya terjadi?.

__ADS_1


********


Sementara itu, di tempat lain, Dokter Bani terlihat tengah melamun di ruanganya ia memikirkan apa yang baru saja di katakan oleh Ny.Kania.


Flasback On..


Dokter Bani sedang menuju kekantin dengan benerapa Dokter yang lainya. Sesampainya dikantin, Dokter Bani segera menuju tempat yang biasanya ia tempatnya.


Tak lama kemudian ada seseorang yang menghampirinya. " pagi Dokter," sapanya dengan duduk di hadapan laki laki muda itu.


" eh, tante Kania, ada apa,?" tanya laki laki itu yang merasa heran. Karena melihat wanita paruh baya itu menghampirinya.


" emm tante boleh bicara kan ya,?' tanya Nyonya Kania.


" boleh Tan," jawabnya dengan tersenyum tipis. Ny.Kania mulai memasang wajah sedihmya di hadapan Dokter Bani.


Hal itu membuat Dokter Bani menautkan alisnya karena merasa heran.


" kenapa tant,?" tanya laki laki muda itu dengan wajah cemasnya. Ia berfikir jika Nirmala mengalami hal yang tak mengenakan." apa Nimala Drop lagi ya tan,?" tanyanya merasa tidah sabar.


Bukanya menjawab, Nyonya Kania malah semakin menangis sesenggukan. Hal itu tentu saja membuat Dokter Bani merasa takut.


" tan, jangan buat aku takut tan," tegurnya dengan nada tegas.


" tante hanya msu meminta maaf,.karena mungkin ini akan membuatmu sakit hati," ucapnya seraya menyeka air matanya.


" memangnya, apa yang sebrnarnya terjadi,?" tanya Bani


" kau harus tau, kalay Nirmala itu sudah memiliki kekasih dan terlihat mereka saling menyayangi " terang Nyonya Kania.


Hening,....


Sesaat suaaana menjadi sangat hening. Saat Nyonya Kania baru saja mengatakan hal itu.


Bani menggelengkan kepalanya. Seakan tak percaya dengan apa yang batu saja ia dengar. " enggak mungkin Tan, pasti Tante bohong kan,?" tanya laki laki itu.


Nyonya Kania yang mendengarnya, menampilkan wajah sumringah. Karena apa yang di fikirkanya ternyata adalah benar.


Tak sia sia ia merencanakan hal.itu. Karena setelah ini, mungkin ia tak bisa menyiksa gadis itu kembali. Karena sang suami akan menetap di negara ini.


Karena bisnis yang ada di prancis, telah di tangani oleh asistenya.


Bersambung

__ADS_1


Mampir yuk kak di karya temenya author di jamin nagih,



__ADS_2