
" aku nggak apa-apa Kak, kita Boleh ketemuan nggak ada hal yang penting yang harus aku bicarakan." ucap Nirmala dengan nada bergetar menahan tangis.
Dirinya tidak tahu apa yang ia lakukan ini benar atau tidak. namun yang jelas, dirinya akan melakukan apapun asalkan Delisa bahagia.
" kenapa memangnya?" tanya Mahendra yang masih tak mengerti dengan maksud gadis yang ada di seberang sana itu.
Nirmala yang mendengarnya, menghembuskan nafasnya kasar." Aku mau ketemu sama kakak, kita ketemuan di restoran Kak Marissa ya," ucapnya dengan nada yang kian melemah.
hal itu semakin membuat Mahendra semakin merasa bingung dengan tingkah gadis pujaannya itu. Karena, tak biasanya Nirmala bersikap seperti ini.
" Oke 30 menit lagi aku akan jemput kamu." ucap Mahendra Seraya menjauhkan ponselnya hendak menutup panggilan telepon itu.
Namun gerakannya terhenti saat mendengar ucapan dari Nirmala." nggak usah kita langsung ketemuan saja" ucapnya dengan tersenyum tipis.
Mahendra yang mendengarnya, akhirnya menganggukkan kepala. Kemudian dirinya bersiap-siap untuk pergi menemui sang gadis bacaan.
Yap, Sampai saat ini pun Mahendra masih saja mengharapkan perasaannya terbalaskan oleh gadis yang bernama Nirmala Albert itu.
Karena, Entah mengapa laki-laki itu merasa tak tertarik Bahkan tak berselera memandangi wajah gadis lain selain Nirmala..
mungkin saja hal itu terdengar lebay untuk sebagian orang. apalagi, untuk orang yang tak pernah merasakan jatuh cinta. Namun, keadaan itu tak berlaku pada manusia yang sedang jatuh cinta.
karena apapun yang menghalangi langkahnya akan ia trabas. Bahkan ada pepatah yang mengatakan, jangan sekali-sekali menasehati orang yang sedang jatuh cinta karena itu adalah pekerjaan yang sia-sia.
Memang Mahendra Sempat ingin membalaskan dendam pada gadis yang bernama Nirmala Albert itu. Karena cintanya tak terbalaskan. Namun, laki-laki itu malah mendapatkan karmanya dengan bertambahnya rasa cinta pada Nirmala.
hal itu membuat Mahendra semakin yakin jika membalaskan dendam itu bukanlah solusinya. dirinya malah akan semakin merasa tersiksa dengan membalaskan dendamnya.
Setelah hampir 15 Mahendra mempersiapkan diri, akhirnya laki-laki itu telah siap dengan pakaian casualnya. yaitu kaos oblong berwarna putih. dan juga celana jeans pendek berwarna Senada.
__ADS_1
Dirinya mematut di depan cermin. terlihat sempurna memang. namun, Sepertinya itu berlaku untuk Nirmala. karena, terbukti Gadis itu tak pernah mendirikan sama sekali.
setelah selesai bersiap-siap, laki-laki itu segera bergegas mengambil kunci mobilnya. dan segera menuju ke garasi.
Kebetulan di rumahnya ini sedang kosong karena kedua orang tuanya Tengah melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri.
tinggallah Mahendra sendiri bersama beberapa pelayannya. laki-laki itu segera masuk ke dalam mobil dan melajukannya meninggalkan kediaman mewahnya.
*****
Sementara itu sama dengan Mahendra, Nirmala juga Tengah bersiap-siap. Gadis itu mengenakan dress selutut berwarna putih disertai jepit rambut yang membuat penampilannya semakin menawan.
Setelahnya, Gadis itu segera menuju ke lantai bawah. di mana Delisa dan nyonya Kania berada.
" mau ke mana kau?!" tanya Nyonya Kania sedikit membentak. Hal itu membuat Nirmala seketika menoleh ke sumber suara.
" Maaf mah aku mau ketemu sama temen aku." ucap Nirmala Seraya menundukkan kepala.
Sakit hatinya Semakin menjadi saat melihat Delisa yang biasanya membelanya, kini hanya terdiam Seraya menatap datar ke arahnya.
" apa kamu sebenci itu Kak sama aku ? hiks hiks hiks" ucap Nirmala dalam hati. terdengar isakan tangis yang keluar dari mulutnya.
" sudah nggak usah drama, sekarang kamu sudah menjadi bubur kan, kau memang tak tahu diri. apa Delisa padamu sampai kau melakukan hal ini?!" bentak Nyonya Kania berapi-api.
Delisa yang mendengarnya, seketika menatap ke arah sang ibunya." sabar mah, Mamah tenang aja semua pasti akan baik-baik saja ya kan Nirmala,?" tanya Delisa syarat akan makna.
Nirmala yang mendengarnya, ketika hanya menganggukkan kepala. saat mengetahui Makna yang tersirat dari ucapan sang kakak.
" Iya Kak Kakak tenang aja semua pasti akan baik-baik saja dan sesuai sama keinginan kakak." ucap Nirmala tersenyum tipis.
__ADS_1
Sementara itu Nyonya Kania yang tidak mengerti maksud dari Putri kesayangannya itu mengerikan keningnya." Emangnya apa yang kamu lakukan Delisa?" tanya Nyonya Kania heran.
Dengan tenang Delisa membisikan sesuatu pada ibunya. Hal itu membuat wanita paruh baya itu tersenyum puas dan penuh kemenangan.
" bagus, akhirnya kamu sadar juga sayang. kalau dia memang tidak pantas untuk berada di sini. Apalagi, jika harus mendapatkan kasih sayang darimu." ucap Nyonya Kania Seraya menatap tajam ke arah Nirmala.
Sakit
tentu saja hati nirmalab itu sakit saat mendengar ucapan dari ibunya sendiri. entah apa yang Delisa bisikan. Namun yang pasti gadis itu merasakan sakit yang teramat sangat dalam hatinya.
" Kenapa kau masih ada di sini, sana pergi dan selesaikan urusanmu. Aku tidak mau tahu pulang dari bertemu temanmu, kau harus sudah mendapatkan solusinya." ucap Nyonya Kania dengan nada tinggi.
Nirmala yang mendapat bentakan itu, hanya menganggukkan kepala kemudian bergegas menuju ke restoran tempat dirinya janjian bersama Mahendra.
***
Di sepanjang perjalanan, Nirmala tak anti hentinya menyeka air mata yang berjatuhan di pipinya. dirinya terus meratapi nasib buruk yang menimpa sedari kecil. dan saking fokusnya melamun, hingga membuat Nirmala tak menyadari jika ada mobil yang sedari tadi mengintainya.
" Hai calon istri ngapain kamu jalan kaki mau ke mana?" tiba-tiba saja sebuah pertanyaan yang dilontarkan oleh seseorang membuat Nirmala seketika menoleh ke sumber suara.
"ka-kak Bani, kok ada di sini?" tanya Nirmala spontan. hal itu tentu saja membuat dokter Tampan itu seketika tertegun sesaat.
Dirinya merasa ada sesuatu hal yang ditutupi oleh gadis yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu." Kamu kenapa Nirmala, Kenapa kamu terlihat gugup seperti itu?" tanya Arbani merasa heran namun juga khawatir..
Nirmala dengan cepat menggelengkan kepalanya. "aku nggak papa Kak Aku cuma mau ketemu temen kok" ucapnya tersenyum tipis.
Mendengar hal itu, dokter muda itu memicingkan mata. melihat ekspresi gugup dari wanita Pujaan hatinya itu. Sebenarnya, Arbani ingin sekali memaksa Gadis itu untuk menceritakan semuanya. sudah cukup selama ini Nirmala menyembunyikan masalahnya.
Jangan dikira dokter muda itu tidak tahu Apa masalah yang disembunyikan oleh Nirmala. Dirinya memilih untuk diam hanya karena merasa Nirmala belum menjadi bagian dari hidupnya.
__ADS_1
Untuk itulah dirinya tak ingin memaksa gadis cantik itu untuk bercerita semuanya pada dirinya." huh, Ya sudah ikut aku aja." ucap Arbani membuka pintu mobil.