
mereka kini tengah menyusuri koridor sekolah dengan sekali tertawa bersama. Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang menetap pergerakan dua manusia berlawanan jenis itu dengan tatapan membunuh,
"sepertinya Gadis itu ingin bermain-main denganku" gumamnya Seraya menatap Nirma dengan tetapan bengis.
" apa kita kerjain gadis bodoh itu?" tanya salah satu teman dari Catlyn itu. seketika gadis cantik itu menggelengkan kepala.
" nggak perlu biar gue aja yang ngadepin dia," ucapnya dengan sorot mata dingin.
Membuat siapa saja yang melihatnya, akan merasa merinding. tak terkecuali teman-teman Catlyn. setelahnya mereka bergegas kembali ke kelas.
entah apa yang akan dilakukan oleh gadis terpopuler di sekolah itu. yang jelas, Nirmala dalam keadaan bahaya.
****
sementara itu di kantin sekolah, Nirmala dan Mahendra tengah berjalan menuju ke arah meja yang biasanya laki-laki itu gunakan untuk menikmati makanannya.
" Kak Mahendra Aku di sini aja," ucapnya Sera yang menunjukkan ke arah meja yang kosong.
hal itu, tentu saja membuat Mahendra seketika menoleh ke arah samping." nggak papa kamu ikut aku aja" ucapnya datar.
Nirmala ingin sekali menolak ajakan dari laki-laki yang ada di depannya ini. karena selain Dia merasa tidak enak, dirinya juga takut ketahuan oleh sang ibu.
bisa-bisa dirinya akan mendapatkan masalah yang lebih besar daripada yang kemarin. jika berani melanggar perintah yang satu ini.
" tapi Kak,.." ucapannya menggantung di udara saat melihat tatapan dari Mahendra yang sangat mengerikan menurutnya.
Nirmala yang melihat itu, menghembuskan nafasnya kasar. karena dirinya tahu, jika laki-laki di depannya itu telah menatap dirinya dengan tatapan demikian, itu pertanda jika ucapannya tidak bisa diganggu gugat.
Nirmala dan Mahendra segera mendudukkan diri di tempat itu. namun tiba-tiba, Marissa dan kedua temannya datang menghampiri Nirmala.
" Nirma kita cariin tahu nggak," ucapnya Seraya mengatur nafas yang ngos-ngosan. Hal itu membuat Nirmala, merasa kebingungan.
" kalian kenapa cari aku,?" tanya Gadis itu dengan polosnya.
hal itu tentu saja membuat Marissa dan kedua temannya, secara serempak menepuk keningnya. mereka bertiga merasa gemas pada gadis cantik yang ada di hadapannya itu.
__ADS_1
hal itu semakin membuat Nirmala kebingungan karena dirinya memang tak mengerti dengan apa yang dibahas oleh Marissa dan teman-temannya.
" Kenapa sih kita bisa temenan sama anak sepuas ini?" tanya Agnes dengan ekspresi wajah gemasnya.
" dan sialnya gue malah mulai sayang sama dia" ucap Alexandra Seraya menatap ke arah Nirmala.
sementara Nirmala yang mendengarnya, menatap keempat orang yang ada di depannya itu dengan tetapan bingung.
" kalian semua itu ngomongin apa sih Aku tuh nggak ngerti tahu nggak." ucapnya Seraya menggerutu.
Marissa dan kedua temannya yang mendengar ucapan Nirmala, sejenak Saling pandang." kita sayang sama lu" satu kalimat itu, mampu membuat Nirmala terdiam.
setelahnya tiba-tiba saja, air mata Nirmala mengalir tanpa permisi. sontak saja hal itu membuat Marissa dan teman-temannya, terkejut bukan kepalang.
" Nirmala, Lu kenapa nangis?" tanya Marisa dengan cemas.
karena Marissa dan teman-temannya, sudah mulai menyayangi Nirmala seperti adik mereka sendiri. padahal dulunya, ketiga gadis itu sering melakukan perundungan pada Nirmala.
memang benar apa kata pepatah. jangan membenci seseorang dengan berlebihan. Karena rasa benci itu akan berbalik menjadi rasa sayang.
" aku merasa terharu hiks hiks." ucapnya Seraya menangis sesenggukan.
hal itu tentu saja membuat Marissa Alexandra dan Agnes, juga ikut merasa terharu. karena mereka pernah melakukan kesalahan besar dengan merundung gadis sebaik Nirmala.
" seharusnya kami yang meminta maaf, karena dulu Kami selalu ngebully lu sedari kecil malah." ucap Marissa memeluk erat tubuh Nirmala.
karena memang, di sekolahan ini Nirmala adalah siswa yang paling muda di antara yang lainnya. karena di usianya yang baru menginjak 15 tahun, Nirmala sudah menjadi siswa SMA.
Nirmala yang mendengarnya, melerai pelukan dari Marissa." Nggak apa-apa kok Kak Marisa, semua manusia pernah melakukan kesalahan dan aku udah maafin kalian," ucapnya dengan tulus.
sontak saja hal itu membuat seseorang yang ada di sana, hatinya ikut merasa tercubit saat mendengar penuturan dari gadis manis itu.
siapa lagi orangnya jika bukan Mahendra. laki-laki itu bahkan berniat ingin membalaskan dendam pada Nirmala.
karena merasa sakit hati akibat penolakan dari gadis cantik itu. namun mendengar ucapan darinya membuat Mahendra sadar. Jika cinta itu tidak bisa dipaksakan.
__ADS_1
lagi pula, mereka masih terlalu muda untuk memikirkan tentang cinta. karena dalam hidup ini banyak hal yang harus dipikirkan. dan itu tidak akan pernah cukup hanya dengan cinta.
" lo kenapa,?" tanya Alexandra Seraya berbisik pada Mahendra. karena Gadis itu tak sengaja melihat laki-laki yang ada di sampingnya menyeka air mata.
"gak" ucapnya datar. hal itu tentu saja membuat Alexandra semakin gencar menggoda Mahendra.
"loe pasti udah merasa bucin banget ya sama Nirmala,?" tanya Alexandra dengan terkekeh pelan.
Hal itu membuat Mahendra seketika, menoleh dengan tatapan tajam ke arah Alexandra.
namun alih-alih takut, Alexandra malah tersenyum geli ke arah laki-laki yang ada di sampingnya itu.
" Kak Alexandra ngomongin apa sih kok bisik-bisik itu?" tanya Nirmala dengan raut wajah polos. hal itu tentu saja membuat Marisa dan Agnes juga ikut menoleh ke arah sumber suara.
" eh nggak papa kok" ucapnya tersenyum kikuk. sementara Marissa dan Agnes menyenggol lengan temannya untuk menanyakan hal itu.
" Emangnya kalian bahas apa,?" tanya Marissa Seraya sedikit berbisik.
" nanti aja gue ceritanya," ucap Alexandra Seraya mendudukkan dirinya di kursi kosong." ya sudah kita makan lagi aja, Kenapa juga kalian masih berdiri di situ mau cosplay jadi pelayan,?" tanya Alexandra Seraya terkekeh pelan.
dan akhirnya, Mahendra dan yang lainnya juga ikut melanjutkan menikmati makanan mereka.
*****
Sementara itu di sebuah ruang kelas, terlihat Catlyn Tengah merencanakan sesuatu bersama teman-temannya yang lain.
" ini nggak bisa dibiarin," ucapnya menggeram kesal. seakan amarahnya Tengah dipermainkan oleh gadis ingusan bernama Nirmala.
" gue ada ide gimana kalau nanti setelah pulang sekolah, kita Jagat Nirmala di pinggir jalan raya. karena gue tahu dia pasti akan jalan kaki," ucap salah satu dari mereka memberikan usulnya.
seketika itu pula, wajah Catlyn menjadi sangat menyeramkan." Baiklah kita akan bermain-main gadis kecil" gumamnya Seraya menyeringai lebar.
*****
bel pulang sekolah telah berbunyi 15 menit yang lalu. namun Nirmala masih enggan untuk bangkit dari duduknya.
__ADS_1
hingga seseorang datang menghampirinya." Kamu nggak pulang?" tanya Gadis itu yang tak lain adalah Marissa.