Apa Salahku Ibu?

Apa Salahku Ibu?
bab 67


__ADS_3

Sesampainya Nirmala dan Tuan Wisnu masuk ke dalam Mansion, mereka berdua telah Ditunggu oleh semua orang. hal itu tentu saja membuat Nirmala sempat merasa terkejut.


Bahkan dirinya beringsut mundur menghampiri tubuh kekar ayahnya, kemudian bersembunyi di balik tubuh kekar itu. hal itu sontak saja membuat semua orang yang ada di sana, seketika tertawa karena melihat tingkah Nirmala yang begitu lucu.


" Oh Wisnu, anakmu ini begitu lucu." ucap seorang wanita sepuh yang memakai kursi roda. tampak sekali, wajah yang keriput itu tertawa terkikik Seraya menatap ke arah Nirmala. hal itu tentu saja membuat Nirmala yang melihat dan mendengarnya, seketika semakin ketakutan.


" Sayang jangan takut, mereka itu adalah keluarga Ayah. itu Om sama Tante kamu, dan itu Oma sama Opa." ucap Tuan Wisnu Soraya menunjuk satu persatu dari orang yang ada di hadapannya itu.


Nirmala yang mendengarnya, masih menundukkan kepala karena merasa takut. dengan perlahan, Tuan Wisnu menuntun putrinya itu untuk menghampiri semua keluarga besar Hutama itu.


Kemudian, mendudukkan Nirmala di tengah-tengah keluarga itu. hal itu tentu saja membuat Nirmala yang menjadi pusat perhatian, menjadi tambah gemetaran. karena seumur hidupnya, Baru kali ini Nirmala ditatap sedemikian rupa oleh seseorang.


" anak kamu ternyata cantik ya Wisnu," ucap seorang laki-laki paruh baya Seraya menatap ke arah Nirmala dengan mengulas senyum tipis.


" Iya loh, aku nggak nyangka kalau ternyata Wisnu punya anak. hampir saja aku mengira dirinya itu tidak normal." ucap seorang wanita paruh baya yang duduk di samping laki-laki itu.


Puk


satu geblakan keras mendarat mulus di lengan wanita itu. hingga membuat si empunya meringis kesakitan. siapa lagi pelakunya jika bukan Tuan Wisnu.


" enak aja Mbak Mira ngatain aku nggak normal." ucap tuan Wisnu Seraya menatap sinis ke arah sang kakak itu.


wanita yang bernama Mira itu, hanya meringis saja. Kemudian, kembali menatap Nirmala dengan tatapan lembut. hal itu tentu saja membuat Nirmala menunduk kecakutan.


" tidak usah takut, kami di sini tidak akan ada yang menyakitimu." ucap tuan Wisnu yang seakan tahu apa yang dirasakan oleh Nirmala.


" Memangnya apa yang terjadi Wisnu?" tanya wanita sepuh itu Seraya menatap Tuan Wisnu secara bergantian bersama Nirmala.


" Nirmala dengan keluarga yang dulu, selalu mendapatkan perlakuan yang tidak baik. Bahkan dia sering tidak mendapatkan makanan." ucap Tuan Wisnu Seraya menghela nafas panjang.

__ADS_1


hal itu tentu saja membuat semua orang yang ada di sana, seketika membulatkan mata karena merasa terkejut. dengan apa yang mereka ketahui itu.


" Astaga Siapa yang berani melakukan itu?" tanya wanita paruh baya yang Nirmala ketahui bernama, Oma Michelle.


" ibu kandungnya sendiri," ucap Tuan Wisnu Seraya melirik ke arah sang putri. terlihat sekali Nirmala sangat merasa tegang.


Mendengar hal itu semua orang yang berada di sana, Malah semakin membulatkan matanya karena merasa tak percaya.


" Jangan biarkan dia, Kembali lagi bersama keluarga itu. kalau memang wanita itu tidak ingin merawat Nirmana, Kenapa tidak dari dulu saja di kasihkan kita?" tanya Nyonya Mira dengan ekspresi wajah geramnya.


Tuan Wisnu yang mendengarnya, seketika terdiam. Karena laki-laki itu seperti tersadar dari apa yang ia lakukan. keluarga besarnya itu sangat membenci dengan perlakuan kasar. jangan sampai dirinya keceplosan untuk memberi tahukan jika Nirmala tengah bertengkar dengan suaminya.


Bisa-bisa, Nirmala akan langsung disuruh berpisah dengan Mahendra saat itu juga. Apalagi, wanita sepuh yang bersama Michelle Hutama itu.


" sudah lebih baik, kamu ajak anakmu istirahat." ujar Oma Michelle Seraya menatap hangat ke arah cucu yang baru ia ketahui itu.


Nirmala yang mendengarnya, hanya melakukan kepala. kemudian mengikuti langkah sang ayah untuk masuk ke kamarnya.


Hal itu tentu saja membuat Nirmala yang melihatnya, seketika terperangah. karena Baru kali ini melihat kamar yang begitu mewah dan juga indah.


"i-ini kamar aku?" tanya Nirmala Seraya menatap kamar itu dengan tatapan tak percaya. Tuan Wisnu yang mendengarnya, hanya mengangguk caranya tersenyum kecil.


" sekarang, kamu istirahat. jangan mikirin apa-apa dulu." voucher Tuan Wisnu Soraya mengusap kepala Sang Putri.


Nirmala yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala. kemudian, masuk ke dalam ruang kamar itu.


" Akhirnya aku bisa ngerasain bahagia." ucapnya Seraya mengusap deraian air mata yang membasahi pipinya.


Setelahnya, Nirmala segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. seketika itu pula, dirinya melupakan sesuatu.

__ADS_1


" Astagfirullah aku lupa," ucapnya Seraya manapuk keningnya sendiri. Setelahnya, Nirmala segera keluar dari kamar untuk mengambil semua baju yang masih berada di dalam bagasi mobil.


setelah selesai mengambil, Nirmala kembali menaiki anak tangga untuk menuju kamarnya. Sesaat, dirinya berpapasan dengan Uma Michelle dan juga tante Mira.


Nirmala yang melihatnya, hanya menyapa kemudian masuk ke dalam kamar. Setelah selama setengah jam membersihkan diri, Nirmala segera keluar dari kamar mandi.


Dengan segera, Nirmala keluar dari kamar saat dirasa sudah segar karena sudah mandi. kemudian Gadis itu menghampiri sang ayah yang sedang membaca koran bersama Om Nicolas.


" sayang, kau ingin makan?" tanya Tuan Wisnu Seraya menatap ke arah sang putri yang baru saja duduk di sebelahnya.


"nggak usah, Aku mau cemilan ini aja ya, boleh kan?" tanya Nirmala meminta izin.


"ya tentu boleh dong sayang, ini kamu ambil semua." ucap Oma Michelle Soraya menyerahkan piring yang berisi kue basah itu.


Nirmala akhirnya bisa bergabung dengan mereka. Ternyata, tidak seperti dugaannya. Ternyata, keluarga ayahnya sangat welcome kepadanya. dan akhirnya, Nirmala dapat berbaur dengan keluarga itu.


******


Sementara itu di lain tempat, lebih tepatnya di sebuah restoran, seorang laki-laki muda Tengah duduk bersama tiga orang wanita muda.


Sepertinya, mereka berempat Tengah berbincang-bincang dengan sangat serius. siapa lagi jika bukan Mahendra dan juga Marissa dan teman-temannya.


" Iya kan loe kan udah gue wanti-wanti dari dulu kan, sekarang lu nyesel sendiri." ucap Marissa Soraya menatap nyalang ke arah Mahendra.


" Emang dia ngelakuin apa sama Nirmala, Mar?" tanya Alexandra dan juga Agnes. karena mereka berdua, memang tidak mengetahui hal ini.


" biasalah berantem, namanya juga pasutri." ucapnya Seraya melirik sinis ke arah Mahendra.


Alexandra dan Agnes yang mendengarnya, seketika merasa terkejut." Hah, bukannya Nirmala itu tipe orang-orang yang akan diam aja gitu kalau disakitin?" tanya Agnes yang merasa kebingungan.

__ADS_1


" huh entahlah, tapi sepertinya, Nirmala sudah mulai lelah dengan keadaan ini. karena dia terus-menerus tak merasa bahagia." ucap Marissa


__ADS_2