Apa Salahku Ibu?

Apa Salahku Ibu?
BAB 66


__ADS_3

" sabar Mahendra, biarkan istrimu tenang dulu." ucap Tuan Adi Seraya menarik tangan putranya untuk masuk ke dalam rumah.


sementara Mahendra yang mendengarnya, tak menghiraukan ucapan sang papa. laki-laki itu tetap berlari mengejar mobil yang membawa istrinya.


" Nirmala tolong jangan tinggalkan aku!" teriaknya dengan lantang. Seraya sesekali berlari mengejar mobil yang tengah melaju kencang itu.


Beruntungnya, rumah Mahendra ini berjauhan dengan rumah tetangga yang lain. Sehingga, Apa yang dia lakukan, tentu tidak akan menimbulkan kegaduhan untuk orang lain.


" Sudahlah Mahendra, ini terjadi juga karena kamu kan?" tanya Nyonya Calista dengan ada ketusnya.


Hal itu tentu saja membuat Mahendra yang tengah terduduk di tengah jalan, seketika mendongak menetap sang ibu. Kemudian, dengan segera bangkit berdiri.


" Aku tahu aku salah, tapi aku nggak mau kehilangan dia." ucapnya Seraya meraup wajahnya dengan kedua tangannya dengan sedikit agak kasar. dan dengan segera, menjambak rambutnya sendiri.


" sudah, lebih baik kita kembali ke rumah. Siapa tahu, nanti kita bisa mencari jalan keluarnya." ucapkan Adi Seraya menarik tangan Sang putra.


Mahendra hanya dapat menurut saja. laki-laki itu seperti tak ada tenaga untuk melangkahkan kakinya. Entahlah, yang jelas saat ini, Mahendra merasa seperti tak ada gairah kehidupan dalam tubuhnya.


Setelahnya, Mahendra segera menuju ke kamarnya tanpa menghiraukan kehadiran orang tuanya. hal itu tentu saja membuat Nyonya Calista yang melihatnya, seketika menyenggol lengan sang suami.


"pah, apa sebaiknya Papa tidak ingin membantu anak kita,?" tanya Nyonya Calista Seraya menatap ke arah suami serta anaknya secara bergantian.


Tuan Adi yang mendengarnya, seketika menghela nafas panjang." Biarkan saja lah Mah, biar Mahendra belajar untuk menghargai Nirmala. Papa yakin, setelah Kejadian ini, pasti Mahendra akan banyak menemukan pelajaran hidup." ucap Tuan Adi Seraya menatap sang istri sekilas.


" tapi, mama merasa kasihan dengan Mahendra." ucapnya Seraya menundukkan kepala. Nyonya Calista memang sangat merasa keren saat mendengar Mahendra berbuat semena-mena terhadap Nirmala.


Namun, bagaimanapun juga, Mahendra adalah putra kandungnya. dan sudah pasti, rasa sakit yang dimiliki oleh Mahendra pasti akan langsung menembus ke hatinya.


Namun apa yang dikatakan oleh suaminya itu ada benarnya juga. Mahendra tidak akan pernah bisa belajar jika tidak mengalami suatu masalah seperti ini.

__ADS_1


Nyonya Calista sebenarnya sudah mengetahui jika Mahendra menyukai Nirmala dari kecil. Bahkan, wanita paruh baya itu juga mengetahui jika Mahendra tempat akan berbuat jahat kepada Nirmala.


Namun, dengan sekuat tenaga, Nyonya Calista mencoba untuk mengingatkan putranya kembali. hingga akhirnya, usahanya pun berhasil. dan Mahendra berhasil membuang semua rasa dendamnya pada Nirmala.


Sekarang saat Mahendra sudah merasakan apa yang namanya cinta sejati, laki-laki itu malah kembali menyakiti Nirmala. Dan saat ini wanita paruh baya itu tidak dapat melakukan apapun lagi. Karena, semua itu tergantung Nirmala dan juga keluarganya.


****


sementara itu di dalam kamarnya, Mahendra tampak termenung. di atas ranjang. dan sesekali, menatap sebuah foto yang terpajang di dinding kamarnya.


" apa kau akan selalu membenciku?" tanya Mahendra Seraya mengusap sebuah bingkai foto yang terletak di atas nakas. kemudian dengan segera, memeluk bingkai foto itu. dan sesekali, terdengar Isak tangisnya.


"hiks hiks, aku mohon Maafkan Aku, Aku menyesal." ucapnya Seraya menenggelamkan kepalanya di bawah bantal. dan tak terasa, akhirnya Mahendra tertidur karena mungkin merasa lelah dengan apa yang telah terjadi.


****


Sementara itu di tempat lain, lebih tepatnya di dalam mobil, Nirmala tampak menoleh ke belakang, di mana sang suami baru saja masuk ke dalam rumah.


Tuan Wisnu yang melihatnya, seketika segera mengelus kepala putrinya itu." sudah, berikan dia pelajaran, Ayah yakin, suamimu pasti akan lebih baik setelah ini." ucap Tuan Wisnu mencoba menenangkan Sang Putri.


Nirmala yang mendengarnya, seketika menganggukkan kepala." Terima kasih yah," ucapnya Seraya tersenyum tipis.


Percayalah, walaupun Nirmala mengatakan ingin berpisah, namun itu hanyalah kamu ceritakan sambil Semata. Karena sebenarnya, Nirmala takkan pernah tega untuk melakukan itu.


tak lama berselang, mobil yang ditumpangi oleh Tuan Wisnu dan juga Nirmala, kini telah sampai di depan pekarangan rumah laki-laki itu. dan dengan segera, Tuan Wisnu mengajak Nirmala untuk segera masuk ke dalam rumah.


Saat Nirmala turun, mata gadis Itu tampak tak terlepas dari bangunan yang begitu mewah sebuah museum itu.


" ini rumah Ayah,?" tanya Gadis itu dengan ekspresi wajah polosnya. hal itu tentu saja membuat Tuan Wisnu yang mendengarnya, seketika terkekeh pelan.

__ADS_1


" Tentu saja Ini rumah Ayah, dan sekarang menjadi rumahmu," ucapnya dengan masih mengulas senyum tipis.


Mendengar hal itu, Nirmala malah menundukkan kepala dengan menampilkan wajah sedihnya. hal itu tentu saja membuat Tuan Wisnu yang melihatnya, seketika menatap putrinya penuh dengan keheranan.


"kenapa kau bersedih sayang,?" tanya Tuan Wisnu Seraya menatap putrinya penuh dengan keheranan.


" aku tidak apa-apa, Aku hanya tidak ingin, membuat istri dan anak Ayah menjadi sakit hati karena ini." ucapnya Seraya menundukkan kepala.


Mendengar hal itu, Tuan Wisnu malah semakin tertawa terbahak-bahak. bahkan sampai mengeluarkan air mata dari ujung matanya.


Hal itu tentu saja membuat Nirmala yang melihatnya, semakin merasa keheranan." Kenapa ayah malah tertawa?" Nirmala dengan wajah bingungnya.


" ayah masih single sayang," ucap Tuan Wisnu dengan mengulas senyum tipis. sontak saja, hal itu membuat Nirmala yang mendengarnya, seketika tertegun sesaat.


"jadi, selama ini ayah tidak pernah menikah?" tanya Gadis itu dengan polosnya. dan langsung dijawab anggukan oleh Tuan Wisnu.


" Kenapa bisa,?" tanya Nirmala yang semakin merasa penasaran. Mengapa ayahnya itu, tidak pernah melakukan pernikahan, padahal jika dipikir-pikir, usianya kini sudah menginjak setengah abad.


" karena Ayah yakin, akan kehadiranmu." ucap Tuan Wisnu Seraya mengulas senyum tipis. hal itu tentu saja membuat Nirmala yang mendengarnya, seketika memberalakkan matanya. karena merasa terkejut.


" berarti secara tidak langsung, Nirmala adalah pembawa sial." ucapnya Seraya menundukkan kepala.


"ssstttt, Kamu ngomong apa, semua itu tidak benar sayang," ucap tuan Wisnu yang langsung memeluk tubuh putrinya itu.


Mereka berdua akhirnya masuk ke dalam rumah itu Dan disambut oleh seluruh pelayan yang ada di sana.


****


Sementara itu di kediaman keluarga Dewana, tampak seorang laki-laki baru saja terbangun dari tidurnya dengan keadaan seperti waktu itu. Yaitu, keadaan tanpa benang sedikitpun. dan di sampingnya, Tengah tertidur pulas seorang wanita yang tak lain adalah Delisa.

__ADS_1


" Astaga apa yang aku lakukan, kenapa aku melakukan hal ini lagi?" tanya Arbani Seraya memukul-mukul kepalanya karena merasa bodoh.


Dengan segera, dan juga langkah gontai, laki-laki itu menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


__ADS_2