Apa Salahku Ibu?

Apa Salahku Ibu?
Bab 43


__ADS_3

Namun, entah setan apa yang merasuki Delisa,


hingga membuat gadis itu berekspresi seperti seorang Devil yang sangat menakutkan.


" arrggh, sialan semuanya!!" teriak Delisa penuh dengan amarah dan juga nada menggebu-gebu. seakan saat ini dirinya ingin sekali menelan seseorang secara bulat-bulat untuk meredakan emosinya.


" kenapa, Kenapa kamu begitu jahat pada Kakak Nirmala, apa salah Kakak padamu. hiks hiks hiks." tiba-tiba Gadis itu menangis sesenggukan.


" aku harus bicara pada Nirmala." ucap Delisa Seraya bangkit dari Ranjang empuknya. Kemudian, Gadis itu perlahan berjalan menuju ke arah kamar sang adik kemudian mengetuk pintunya.


tok tok tok


tiga ketukan mendarat mulus di pintu kamar Nirmala. Hal itu membuat si empunya kamar, bergegas membukanya dan seketika tercengang melihat ekspresi dari sang kakak yang menurutnya tak biasa itu.


" Dik Dik boleh kakak masuk,?" tanya Delisa Seraya Melambaikan tangan di depan wajah Nirmala. karena sedari tadi, gadis itu hanya terdengar saja saat melihat kehadiran Delisa.


Seketika itu pula, Nirmala segera tersadar dari lamunannya. dan kemudian mempersilahkan sang kakak untuk masuk ke dalam kamarnya.


dengan perlahan dan juga tubuh gemetar, Nirmala duduk di samping kakaknya. kemudian gadis itu hanya terdiam saja.


Jujur, dirinya merasa malu dan merasa tak pantas untuk menatap wajah kakaknya. orang yang telah baik menyayanginya walaupun dirinya tahu jika mereka bukan lah Saudara sekandung.


" apa kamu bahagia dengan lamaran itu?" tanya Delisa dengan senyuman tipis.


Degh


Seketika itu pula, jantung Nirmala segera berpacu dengan sangat kuat saat mendengar pertanyaan lembut dari sang kakak itu. dan tiba-tiba saja, dirinya bersimpuh di hadapan Delisa.


" Maafin aku Kak, aku tidak bermaksud untuk menyakiti hati kakak." ucap Nirmala Seraya menangkupkan kedua tangannya di depan dada.


Delisa yang melihatnya, Entah mengapa tak merasakan iba sama sekali. justru dirinya semakin bersemangat untuk menghancurkan hidup adiknya.

__ADS_1


entah Sejak kapan, sifat iblis dari Delisa itu muncul. karena memang, dirinya sangat menyayangi adiknya itu. Namun, kali ini sepertinya Delisa tak ingin berdamai lagi dengan sang adik.


Ternyata, memang benar jika seseorang yang sedang patah hati dapat melakukan segala cara. bahkan yang menurut orang lain tak masuk akal dan Terlalu kejam dapat dilakukan oleh seseorang yang tengah Patah Hati.


" aku bisa memaafkanmu asalkan kau melakukan satu hal." ucap Delisa dengan nada datar. hal itu sempat membuat Nirmala tertegun. Karena, sikap kakaknya itu sangatlah dingin.


Hingga dirinya Hampir tak menyadari siapa wanita yang ada di hadapannya itu. Mendengar hal itu, Nirmala segera menganggukkan kepala dengan cepat.


Apapun Apapun akan ia lakukan demi mengembalikan keakraban di antara mereka. Karena, sikap kakaknya benar-benar berubah. dan Nirmala terlihat sangat ketakutan akan hal itu.


" apa, apa yang bisa aku lakukan untuk menebus semuanya Kak aku mohon Maafkan Aku." ucap Nirmala Seraya menatap wajah sang kakak yang baginya sangat mengerikan.


" tinggalkan Arbani, dan berikan dia padaku. Maka, hubungan kita akan kembali seperti dulu." ucap Delisa santai. seakan tanpa beban yang mengganjal pikirannya.


Hening


tiba-tiba saja suasana menjadi sangat hening. Nirmala tercemung duduk di atas ranjangnya.dirinya merasa begitu Bimbang dan juga merasa bingung.


Namun, di sisi lain dirinya juga tak ingin melepaskan cinta Pertamanya. orang yang mengajarkan Apa itu artinya cinta dan ketulusan.


Sekarang, dirinya bingung harus bagaimana untuk menyikapi hal ini. Apakah harus mundur ataukah lanjut,


" kenapa, kau tidak ingin meninggalkan Arbani,?" tanya Delisa Seraya menatap sang adik. Namun, beberapa menit telah berlalu. dan Nirmala masih belum membuka mulutnya.


Hal itu membuat Delisa merasa geram." Baiklah kalau begitu, jangan salahkan aku jika aku tak akan menganggapmu lagi. Bahkan aku akan membantu Mama untuk menyingkirkan kamu dari sini." ucap Delisa penuh dengan ancaman yang sangat serius.


Sontak saja hal itu membuat Nirmala seketika belakangan dibuatnya." Kak Delisa tunggu!" ucapnya mencegah dengan cepat menarik lengan sang kakak.


Sementara Delisa yang melihat dan mendengarnya, tersenyum tipis. kemudian duduk kembali di samping Nirmala.


" apa keputusanmu,?" tanya Delisa pada sang adik. Nirmala yang mendengarnya, menganggukkan kepala tanda setuju.

__ADS_1


" Baiklah Kak aku setuju, lalu, apa yang akan aku lakukan untuk membatalkan semua ini?" tanya Nirmala dengan mata yang telah mengembun.


air matanya siap tumpah membasahi pipi. angan-angannya untuk bersanding dengan orang yang sangat ia cintai, ketika akan luruh bersamaan dengan air mata yang telah jatuh.


Kemudian, dengan tenang Delisa membisikan sesuatu pada sang adik. hal itu tentu saja membuat Nirmala, ketika membelalakkan matanya karena kaget.


" a-apa aku harus melakukannya?" tanya gadis itu terbata-bata.


Delisa yang mendengarnya seketika menganggukkan kepala dengan mantap." Yes kamu harus melakukan itu, dan itu harus kamu lakukan sebelum acara pernikahan itu dilangsungkan. Tenang masih ada waktu satu minggu jadi kamu harus mempersiapkannya secara matang." ucap Delisa mantap dan tak berperasaan.


Kemudian melenggang meninggalkan kamar sang adik untuk menuju kamarnya dengan perasaan yang sangat bahagia. berbeda dengan Nirmala gadis cantik itu semakin menjadi tangisannya.


"kenapa, kenapa aku jadi begini Ya Tuhan, baru saja Aku ingin merasakan bahagia tapi kenapa engkau tak mengizinkannya?" tanya Gadis itu Seraya bercerai air mata.


Hancur, hancurlah sudah harapannya untuk bersanding bersama orang yang sangat ia sayangi. Mungkin memang, Tuhan tak mengizinkan dirinya untuk bahagia. dan kemalangan, adalah garis tangannya yang harus ia jalani.


matanya kemudian fokus pada benda pipih yang ada di atas nakas samping tempat tidur. dan dengan perlahan, dirinya meraih dan mendali nomor seseorang.


Tut tut tut


Terdengar, bunyi sambungan dari seberang sana. cukup lama Nirmala menunggu jawaban itu. hingga setelah hampir 15 menit, akhirnya sambungan telepon itu terhubung juga.


" Halo Kak Mahendra, Kakak lagi sibuk nggak? kita bisa ketemu?" tanya gadis itu dengan sekuat tenaga menahan gejolak dalam hatinya.


" Kenapa, Ada apa, Nirmala kau baik-baik saja kan, Apa ibu kamu menyakitimu lagi?" rentetan pertanyaan demi pertanyaan, dilontarkan oleh Mahendra. Hal itu membuat Nirmala sedikit meringis.


Karena menyadari betapa besar rasa sayang dari laki-laki itu terhadapnya. Namun, Cinta memang tidak bisa dipaksa karena itu datang dari relung hati yang paling dalam.


dirinya tidak bisa membalas perasaan yang diberikan oleh Mahendra padanya. karena memang, Nirmala hanya menganggap Mahendra sebagai kakaknya. sebagai malaikat pelindung saat dulu dirinya mendapatkan bullying di sekolah.


" Nirmala, kok malah bengong sih kamu kenapa?" tanya Mahendra sedikit panik. karena dari tadi gadis itu hanya terdiam saja.

__ADS_1


__ADS_2