
Malam harinya, Nirmala termenung di dalam kamar. Gadis itu seakan tenggelam dalam lamunannya sendiri. tak terasa, kedua sudut bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman disertai deraian air mata.
Tak lama berselang, Mahendra masuk ke dalam kamar yang memang sudah disulap oleh sang ibu menjadi kamar pengantin yang sangat indah. Kemudian, laki-laki itu duduk di samping Nirmala.
" Jangan menangis sayang, Ingatlah di sini, kau bahagia. aku tidak bisa menjamin kebahagiaanmu. Namun, perlu kau ingat aku tidak akan pernah membiarkan air matamu jatuh selain air mata kebahagiaan." ucapnya Seraya merengkuh tubuh mungil istrinya itu ke dalam pelukan.
Nirmala yang mendengarnya, ketika menduga ke atas menatap wajah laki-laki yang kini telah menjadi suaminya itu. ada terbersit perasaan bersalah. karena telah membohongi laki-laki sebaik Mahendra.
" aku berjanji, akan mencoba membuka hatiku untuk kamu Kak. lagi pula, sepertinya jodohku memang kamu" ucapnya Seraya tersenyum tipis. Sayangnya, Nirmala tidak berani mengatakan hal itu langsung terhadap Mahendra.
Gadis itu hanya dapat berkata di dalam hati saja. Kemudian, Nirmala melerai pelukannya." Aku mau mandi kak," ucapnya Seraya melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
" mau dimandiin sekalian?" tiba-tiba saja Mahendra mengajukan pertanyaan yang membuat jantung Nirmala seketika gede guk cukup kuat.
" Kak Mahendra mesum!" Pekik Nirmala kemudian berlari masuk ke dalam kamar mandi itu. Kemudian dengan segera menutupnya.
Hal itu tentu saja membuat Mahendra yang mendengarnya, terkekeh pelan karena merasa lucu dengan tingkah gadis yang kini telah menjadi istrinya itu.
" aku nggak menyangka, kalau kita akan bersama Nirmala. walaupun aku tahu, sebenarnya kau masih menyimpan rasa pada laki-laki itu. Namun, aku berjanji dengan sekuat tenaga akan menggeser nama itu menjadi Namaku. dan akan aku tutup hatimu. sehingga, hanya Namaku lah yang bersemayam di hatimu kelak." gumamnya penuh dengan semangat yang membara.
Sementara di dalam kamar mandi, sepertinya hal yang sama pun Tengah diucapkan oleh Nirmala." aku berjanji Kak, sebentar lagi nama kakak yang akan ada di sini." ucapnya Seraya menunjuk ke arah dadanya.
Karena, walau bagaimanapun kini dirinya telah menjadi istri dari seorang Mahendra Wijaya. laki-laki yang Sedari Dulu telah menaruh hati padanya.
Namun karena kebodohannya itu hingga membuat dirinya hampir saja melepaskan laki-laki setulus Mahendra. Walaupun dirinya juga tahu, jika Arbani pun juga menaruh perasaan yang lebih padanya bahkan sepertinya lebih tulus.
Namun mungkin dirinya memang bukan jodoh dari laki-laki yang berprofesi sebagai dokter itu. Dan dengan sekuat tenaga, Nirmala mencoba ikhlas menerima semuanya.
Nirmala bertekad. mulai malam ini, dirinya akan mencoba sekuat tenaga untuk membuka hati untuk seorang Mahendra Wijaya. laki-laki yang sangat tulus menunggunya selama ini.
__ADS_1
Tak lama berselang, Nirmala pun telah selesai membersihkan diri dengan segera, gadis itu keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalut handuk kimono.
hal itu tentu saja membuat Mahendra yang melihatnya, tak berkedip sama sekali. itu juga yang membuat Nirmala, sedikit malu dan risih. karena, Baru kali ini dirinya ditatap oleh laki-laki hingga seintens itu.
"ka-kak Mahe-ndra mandi dulu sana," ucap Nirmala sedikit tergagap. seketika itu pula, wajahnya terasa panas karena menahan malu.
Mahendra yang melihat tingkah sang istri, hanya tersenyum tipis kemudian melenggang menuju kamar mandi. Namun, sebelum dirinya benar-benar masuk, laki-laki itu menyempatkan diri untuk membisikkan sesuatu di telinga istrinya itu.
" jangan lupa dandan yang cantik, Aku mau ngajak kamu makan malam" bisiknya dengan nada sensual.
Blush
Seketika itu pula, wajah Nirmala seakan semakin memerah karena merasakan Hawa panas yang menjalar ke seluruh tubuhnya. dengan segera, gadis itu memberikan jalan untuk laki-laki yang ingin menjadi remaja itu untuk masuk ke dalam kamar mandi.
Sementara Mahendra yang melihat tingkah dan ekspresi Nirmala, hanya bisa terkekeh kecil Seraya masuk ke dalam kamar mandi.
" Astaghfirullahaladzim Kenapa aku jadi grogi seperti ini sih?" Nirmala bertanya pada dirinya sendiri Seraya sesekali menggerutu kesal.
dengan segera, Gadis itu melangkahkan kaki menuju tepian panjang. kemudian, meraih benda itu. Seketika, alisnya menaut. saat Nirmala membaca nama di dalam kartu ucapan tersebut.
Matanya seketika menghangat bersiap untuk menumpahkan kedai air mata yang sangat deras. kala Nirmala mulai membaca satu persatu bait tulisan yang ada di kertas itu.
"hiks hiks, " tiba-tiba saja, Nirmala menangis terisak." Terima kasih Bu, Terima kasih atas limpahan kasih sayangnya." ucapnya tergugu.
Yap
kado itu adalah hadiah dari Nyonya Calista Wijaya. yang tak lain adalah ibu bertanya sendiri. dirinya merasa begitu terkejut. kamu juga merasa sangat bahagia, karena pertama kalinya Mendapat mendapat kejutan manis dari wanita yang bergelar ibu itu.
Lama Nirmala menangis terisak hingga tak menyadari kedatangan dari Mahendra yang ternyata telah berdiri di sampingnya dari tadi.
__ADS_1
Awalnya, laki-laki itu ingin segera memeluk sang istri saat mendengar Nirmala menangis terisak. Namun, niatnya diurungkan karena membaca kartu ucapan yang dipegang oleh gadis itu.
" Ibu pasti akan memberikan kasih sayangnya padamu." ucap Mahendra berbisik. Hal itu membuat Nirmala seketika menoleh ke arah sumber suara.
Dengan segera gadis itu berdiri dan langsung berhambur ke dalam pelukan laki-laki yang sudah dihadapannya itu. dirinya mengabaikan rasa malu yang sering kali menghampirinya saat berdekatan dengan Mahendra dulu.
Namun sekarang tidak lagi.Toh mereka sudah halal ini. jadi tidak akan ada lagi orang yang akan membencinya.
" aku sangat bahagia Kak, hiks hiks hiks." ucapnya sembari terisak.
"ssttt, nggak boleh nangis, nanti aku bisa-bisa dimarahin sama ibu." ucapnya Seraya mengusap air mata air mata.
Mendengar hal itu, Nirmala segera menautkan alis karena merasa kebingungan." Memangnya kenapa, kok Kakak dimarahin Ibu?" tanya Nirmala tak mengerti.
"karena, kata Ibu, aku harus menjagamu. jangan sampai kau menangis lagi. atau kalau tidak, ibu akan memukul pantatku." ucapnya Seraya terkekeh kecil.
hal itu sontak saja membuat Nirmala seketika ikut tertawa." hahaha Kakak ini ada-ada aja,"
Mahendra yang melihat gadis yang ia cintai sudah ceria kembali, dengan segera membawanya ke dalam pelukan hangatnya.
Untuk sesaat, Nirmala terbawa suasana. hingga gadis itu, memejamkan mata. hal itu tampaknya tidak disia-siakan oleh Mahendra. Karena, dengan cepat akhirnya membawa istrinya itu hingga sampai ke tepian ranjang.
"kak, mau ngapain?" tanya Nirmala dengan ekspresi wajah kagetnya.
Sial
Mahendra meretuki tindakan gegabahnya itu. Namun, dengan cepat laki-laki itu menatap dalam kearah Nirmala. Kemudian, memajukan wajahnya hingga nyaris ada jarak di antara mereka.
" mau minta jatah." ucapnya dengan ekspresi wajah jahil.
__ADS_1
sontak saja, Hal itu membuat wajah Nirmala, bersemu merah." dasar mesum" ucapnya Seraya memukul dada bidang laki-laki itu.
hingga akhirnya, mereka tenggelam dalam kebahagiaan masing-masing.